Posts Tagged Renungan

Kenapa takut berkata TIDAK?

Beberapa waktu yang lalu, seorang teman mengeluh pada saya.

” Ini sudah keterlaluan. Apa si Bos tidak tahu berapa banyak pekerjaan yang sudah diberikan? Pekerjaan ini-itu belum kelar, eh sudah memberi tambahan job lagi. Parahnya, semua pekerjaan pake lebel SEGERA lagi. Pusiiiing….”

Kali ini saya kembali membicarakan tentang teman saya. Bukan saya. Apalagi jenengan semua, he.he.

Teman seperjuangan yang dalam beberapa sisi memiliki sifat berseberangan dengan saya. Yang sudah sekian lama bekerja sama bareng saya, tapi belakangan kami memiliki job posting yang berbeda.

Sekedar catatan, teman saya tersebut tipikal bawahan yang manut. Apa saja yang diminta oleh si Bos selalu di-iya-kan. Meski sesaat setelah menerima sebuah tugas sering dia mengeluh, tapi tetap saja dia akan bilang IYA ketika diberikan tugas baru.

Jika dilihat sekilas, teman saya bisa masuk kategori anak buah yang baik. Yang selalu mematuhi perintah atasan. Tapi masalahnya, teman saya itu tidak mengukur kemampuannya untuk menyelesaikan tugas ketika menerima tugas baru.

Hal yang seperti itu berlangsung dari waktu ke waktu. Seterusnya, hingga akhirnya dia menyerah… Pikiran dan tubuhnya nya tidak sanggup lagi menahan beban pekerjaan.

” Besok saya mau cuti seminggu. Saya mau istirahat. Pusing mikirin kerjaan. Tinggal di rumah dan lepas dari masalah kerjaan, saya pusiiiiggg ”

Loh… loh…

Baca Selengkapnya.

Iklan

Comments (47)

Lebaran dan fenomena outsourcing itu…

Lebaran sudah tinggal hitungan hari, tinggal semingguan kita menikmati indahnya Ramadhan, dan sebentar lagi hari kemenangan akan kita sambut bersama dengan suka cita…

Lebaran.

Kata yang begitu berarti bagi sebagian besar kita. Hari yang digadang-gadang sebagai pintu kemenangan, yang dengan memasukinya kita berharap beroleh kefitrian kita… Semoga memang begitulah lebaran kita nantinya… 🙂

Bicara soal lebaran, ada yang mengganjal di hati saya… Menyongsong lebaran tahun ini, seperti tahun-tahun sebelumnya, saya dihadapkan pada fenomena yang bagi saya kurang menyenangkan…

Bukan tentang saya. Juga insyaAllah bukan tentang keluarga saya. Saya dan keluarga, insyaAllah, bisa merayakan lebaran ini dengan indahnya, seperti jenengan semua. Bersama keluarga, menikmati saat dimana keluarga bisa berkumpul semua. Bersama dinda, saling memaafkan dan memantapkan kasih sayang.

Ini tentang rekan-rekan kerja, yang nasibnya tak seberuntung saya…

Kita boleh saja bermimpi tentang apa saja. Harapan pun bisa kita gantungkan setinggi yang kita suka. Namun hidup bukanlah mimpi yang sempurna. Hidup tak sepenuhnya bisa mewujud menjadi kenyataan dari mimpi-mimpi kita.

Itulah kenyataan yang dialami rekan-rekan kerja saya… yang sudah mengabdi jauh lebih lama dibanding saya. Yang pernah merasakan pahit-getirnya pekerjaan yang kini saya nikmati. Yang karena ketidakberuntungan mereka kehilangan harapan dan bekerja dengan setengah pasrah…

Mereka adalah tenaga alih daya (outsourcing) yang kebetulan bekerja bareng saya. Yang kini kehilangan harapan untuk menjadi pegawai tetap ketika sistem outsoucing diterapkan. Yang dengan berat hati mesti menjadi “pihak ketiga” padahal mereka bekerja di pihak yang sama dengan saya…

Baca selengkapnya.

Comments (54)

Antara saya dan Thomas Alva Edison

Thomas Alva Edison dikenal sebagai penemu terbesar sepanjang jaman. Sudah ribuan temuannya memperoleh paten. Namun demikian Edison mengatakan bahwa karya orisinalnya sesungguhnya hanya satu, yaitu pemutar piringan hitam. Sedangkan temuan-temuannya yang lain berasal dari gagasan-gagasan orang lain, namun mereka malas dan tidak mau repot-repot mengembangkannya sendiri. Edison yang dikenal jenius sesungguhnya juga jenius dalam menyerap ide-ide orang lain.”

Membaca kisah hidup Thomas Alva Edison tak ubahnya membaca cerita hebat tentang kejeniusan dan kerja keras. Tentu jenengan pernah mendengar kata-kata Edison yang menyebutkan bahwa sukses adalah 99% kerja keras dan 1% inspirasi. Atau tentang kisah sukses penemuan lampu pijarnya yang sebelumnya harus melalui puluhan ribu percobaan yang gagal. Saya rasa hampir semua dari kita pernah mendengar tokoh hebat ini.

Bagi saya Edison bukan sekedar tokoh hebat yang telah ikut membangun peradaban manusia, tapi sebuah inspirasi yang selalu memompa semangat saya. Iya, di tengah sekian banyak keterbatasan saya, Edison telah menunjukkan bahwa kesuksesan bukan semata buah pemberian TUHAN, tapi buah dari kerja keras dan semangat pantang menyerah.

Baca Selengkapnya.

Comments (16)

Kojeng : renungan untuk Ibu Prita

banner-prita-180x150Dari sejak kemarin-kemarin pikiran kojeng dipenuhi pikiran tentang kasus Ibu Prita  Mulyasari. Berawal dari membaca postingan ndoro kakung tentang kasus Ibu Prita, sampai tadi pagi akhirnya berita itu saya saksikan sendiri ditayangkan Indosiar.  (Untuk tahu siapa dan apa kasus Ibu Prita, jenengan bisa baca sendiri  di sini, di sini atau di sini.)
Ah… Kojeng gak sampai hati membaca berita tersebut. Terlalu miris dan terlalu mengoyak-oyak peri keadilan di hati. Apakah benar dengan menulis surat keluhan di internet seseorang bisa ditahan di penjara???  Apakah dengan menahan Ibu Prita “nama baik” yang tercemar bisa kembali bersih??? Bukankah dengan mudahnya kita bisa menemukan tulisan-tulisan yang menyerang (baca: mencemarkan nama baik) tokoh-tokoh besar yang ada, bahkan sampai presiden pun tak luput dari hal itu?  Toh meski begitu  mereka tidak sampai memenjarakan orang. Gw sampai terpaku, membaca kata demi kata dalam postingan-postingan tersebut. Masih gak percaya ada pihak-pihak yang seperti kebakaran jenggot dalam menerima kritik dan masukan dari orang lain, Apa kata dunia???

…baca selengkapnya.

Comments (6)