Posts Tagged jawa pos

Ketika taring tak lagi tajam…

Selamat datang sahabat-sahabatku… Apa kabar jenengan semua? Semoga jenengan saat ini sedang berbahagia, sama seperti saya… He.he.


Setelah beberapa saat lalu saya berbicara tentang Pak Boediono,sekarang gantian saya ingin berbicara tentang Pak Jusuf Kalla (JK). Loh, Ada apa dengan JK?

Baca Selengkapnya.

Iklan

Comments (3)

Akhir kasus Ibu Prita?

Sejak kasus Ibu prita Mulyasari mencuat pada pertengahan Mei 2009, saya benar-benar tertarik mengikuti kelanjutan kisah tersebut. Setelah menyita perhatian publik untuk beberapa lama dan sempat memancing reaksi dari petinggi negeri, kasus tersebut akhirnya meredup dengan dihentikannya kasus Ibu Prita Mulyasari oleh PN Tanggerang pada 25 Juni 2009.

Prita MulyasariSebenarnya masih ada satu pertanyaan yang menggantung di benak saya . Pertanyaan tersebut berkisar  tentang efek pemberitaan kasus Ibu Prita terhadap tingkat kunjungan pasien di RS Omni.

Apakah pemberitaan tersebut akan memberikan efek signifikan terhadap tingkat kepercayaan masyarakat pada RS Omni? Ataukah hanya dianggap angin lalu oleh masyarakat?

Dan ternyata  pertanyaan itu baru terjawab pagi tadi saat membaca headline JawaPos.

Seperti diberitakan oleh Jawa Pos, ternyata eh ternyata tingkat kunjungan pasien di RS Omni International memang menurun drastis. Diberitakan saat ini karyawan RS Omni banyak yang terlihat “nganggur” , tentu penyebabnya karena sepinya pengunjung yang datang. Bahkan sebagian karyawan juga mengkhawatirkan  penurunan kesejahteraan mereka jika kondisi seperti itu terus berlanjut.

Jawa Pos menggambarkan kondisi RS Omni sebagai berikut:

“Sepinya pasien di RS Omni juga disaksikan Jawa Pos saat berkunjung ke sana Rabu pekan lalu. Saat itu, sekitar pukul 10.00, di bagian poliklinik sekaligus deretan eye center itu, belum tampak seorang pun pasien yang berobat. Kondisi yang sama terlihat di poliklinik anak dan kebidanan di lantai 1. Poliklinik rumah sakit itu benar-benar senyap. Hampir tidak ada aktivitas pelayanan medis di sana.”

Baca Selengkapnya

Comments (25)