Area-X: Sebuah Novel “cerdas”

Seorang sahabat telah memproklamirkan dirinya hiatus melalui postingannya. Meski saya tak bermaksud sama dengan sahabat saya itu, pada kenyataannya kami tak jauh beda. Untuk beberapa lama “hilang” dari peredaran. Sesekali muncul di blog jenengan, persis seperti “penampakan”: tampak sesaat lalu kembali lenyap…

Ah, tapi benar saya tak ingin hiatus. Saya juga benar-benar masih rindu berada di antara jenengan semua. Bahkan saya sedang berusaha untuk terhubung dengan blog saya ini di mana saja. Diam-diam saat ini saya sedang mencari koneksi internet langganan agar bisa nge-net saat di kos-an. Tak cukup lagi rasanya mengandalkan koneksi gratisan. Jenengan bisa kasih saya saran? 🙂

Back to the title…

Area-X, Hymne Angkasa Raya. Bagi jenengan yang juga bersahabat dengan teman saya ini, mungkin sudah tidak asing dengan judul novel ini. Atau mungkin jenengan juga salah satu yang beruntung seperti saya, mendapat hadiah novel ini dari acaranya jeng Dhila? Kalo iya, selamat ya… 🙂

Tak selamanya sains berjauhan dengan ilmu bahasa. Setidaknya hal itulah yang dibuktikan melalui novel ini. Banyak yang berpandangan, termasuk saya, bahwa sains dan sastra dua hal yang sulit dipadukan. Dua ilmu ini kadang tampak bertolak belakang, karena konon menurut cerita dua ilmu membutuhkan jenis kecerdasan otak yang berbeda. Yang satu mengandalkan sisi kiri otak kita dan yang lain membutuhkan sisi otak sebaliknya. Alhasil akan sangat jarang ditemukan seseorang yang gemar sains juga pandai dalam sastra.

Baca entri selengkapnya »

Comments (22)

Ketika suara kita tak didengar…

“Ketika suara kita tak didengar, haruskah kita diam dan memendam isi hati kita dalam-dalam? Atau terus bersuara, sampai suara serak meski kita tahu semua itu sia-sia?”

Menyuarakan isi hati, bagi saya adalah suatu keharusan. Namun bagaimana caranya, itu sebuah pilihan.

Jenengan masih ingat film The Last Samurai yang dibintangi Tom Cruise dan Ken Watanabe?


Baca Selengkapnya.

Comments (55)

I’m still here, thinking but…

Hampir sebulan berlalu, postingan baru di blog ini tak kunjung muncul. Yang empunya blog (Saya sendiri maksudnya… :)), masih terlena dengan kesendiriannya, masih saja ber-asyik masyuk dengan pikiran yang berkecamuk di kepala.

Masih sibuk berpikir namun belum tergerak untuk menuliskan apa yang ada dalam pikiran.

Entah apa yang sedang saya pikirkan. Sejak beberapa waktu lalu, pikiran ini rasanya tak henti-hentinya bekerja. Dari masalah pekerjaan, masalah dengan rekan hingga masalah kisruh KPK dan POLRI tak luput memenuhi pikiran saya. Ah… Rasanya pikiran ini penuh, rumit tapi tak cukup menghasilkan buah pikiran dalam bentuk tulisan.

Diakui atau tidak, kejadian belakangan ini membuat saya lebih banyak diam. Merenung. Lebih banyak berpikir ketimbang berbicara. Lebih banyak membaca ketimbang menulis. Al hasil, blog saya ini terbengkalai.

Sampai akhirnya, saya kuatkan niat untuk sekedar menulis sepatah dua patah kata. Sebagai sapaan hangat kepada sahabat tercinta yang kebetulan mampi. Agar jenengan semua tahu, Kojeng baik-baik saja. Kojeng masih sama seperti dulu yang selalu kangen dengan jenengan semua.

Bedanya, saat ini kojeng sedang ingin merenung, mencoba menata hati dan pikiran untuk menjadi seseorang yang lebih baik lagi… 🙂

Bagaimana kabar jenengan semua?

Salam.

 

Comments (22)

Adakah Lelaki Setia?


Saya senyum-senyum sendiri ketika hendak menulis postingan ini. Berawal dari tulisan Si Bunda yang ini, saya jadi terpikir pertanyaan konyol tersebut.

“Adakah lelaki setia? Adakah lelaki yang hanya mencintai satu wanita dan tidak akan melirik wanita lain?”

Pertanyaan tersebut tentu jenengan sudah tahu pasti jawabannya. Jika jenengan tanya ke begitu banyak wanita/gadis di luar sana, patilah salah satunya ada yang akan menjawab: ADA, setidaknya jawaban itu merujuk pada suami/kekasih yang mereka puja. Masak sih, di seantero bumi nggak ada yang setia? He.he.

Baca Selengkapnya.

Comments (42)

Apa Arti PageRank bagi Anda?

Tiba-tiba beberapa hari yang lalu saya mendapati blog ini “dianugerahi” PageRank sama Mbah Google. Saya tidak mau percaya begitu saja. Situs-situs pengecek PR saya coba satu persatu, ternyata benar adanya.

Selain mengecek blog ini, saya iseng-iseng mengecek blog sahabat yang sebelumnya saya tahu juga ber-PR0 seperti saya. Ternyata eh ternyata, sahabat-sahabat saya kebanyakan juga sudah dapet bigkisan PR dari si Mbah. Kayaknya, selama saya absen dari peredaran selama beberapa hari, ada bagi-bagi PR ya… Syukurlah, meski telat toh saya tetap kebagian juga?

(Bagi yang belum tahu apa itu pagerank, jangan bertanya pada saya. Silakan berguru pada Mbak Nunik di sini.)

Gak percaya? Plis… kali ini jenengan percaya sama saya ya…? 🙂

Baca Selengkapnya.

Comments (24)

Kenapa takut berkata TIDAK?

Beberapa waktu yang lalu, seorang teman mengeluh pada saya.

” Ini sudah keterlaluan. Apa si Bos tidak tahu berapa banyak pekerjaan yang sudah diberikan? Pekerjaan ini-itu belum kelar, eh sudah memberi tambahan job lagi. Parahnya, semua pekerjaan pake lebel SEGERA lagi. Pusiiiing….”

Kali ini saya kembali membicarakan tentang teman saya. Bukan saya. Apalagi jenengan semua, he.he.

Teman seperjuangan yang dalam beberapa sisi memiliki sifat berseberangan dengan saya. Yang sudah sekian lama bekerja sama bareng saya, tapi belakangan kami memiliki job posting yang berbeda.

Sekedar catatan, teman saya tersebut tipikal bawahan yang manut. Apa saja yang diminta oleh si Bos selalu di-iya-kan. Meski sesaat setelah menerima sebuah tugas sering dia mengeluh, tapi tetap saja dia akan bilang IYA ketika diberikan tugas baru.

Jika dilihat sekilas, teman saya bisa masuk kategori anak buah yang baik. Yang selalu mematuhi perintah atasan. Tapi masalahnya, teman saya itu tidak mengukur kemampuannya untuk menyelesaikan tugas ketika menerima tugas baru.

Hal yang seperti itu berlangsung dari waktu ke waktu. Seterusnya, hingga akhirnya dia menyerah… Pikiran dan tubuhnya nya tidak sanggup lagi menahan beban pekerjaan.

” Besok saya mau cuti seminggu. Saya mau istirahat. Pusing mikirin kerjaan. Tinggal di rumah dan lepas dari masalah kerjaan, saya pusiiiiggg ”

Loh… loh…

Baca Selengkapnya.

Comments (47)

Tips : Kenapa “Blogger Pemula” batal menjadi Blogger?

Kenapa blogger pemula berhenti menulis dan “mengurungkan niat” menjadi seorang blogger?

Wah… Lama nggak nongol, tau-tau saya muncul kembali dengan pertanyaan “mengerikan” semacam itu. Ada apa gerangan? Adakah saya telah “bosan” menjadi blogger dan berniat “mengundurkan diri”? Atau bisa jadi saya menulis postingan ini sebagai bentuk “pamitan” alias Say Good Bye pada jenengan semua?


Baca Selengkapnya.

Comments (33)

« Newer Posts · Older Posts »