Archive for Uneg-Uneg

Perubahan terus menerus atau Perbaikan terus menerus?


Dalam sebuah buku dijelaskan ada 6 faktor yang membuat Toyota berkembang menjadi perusahaan otomotif terbesar di dunia. Keenam factor tersebut adalah memiliki fokus jangka panjang, melompat melampaui tren saat ini,menjadikan kualitas sebagai tanggung jawab semua orang,mengupayakan perbaikan terus-menerus, mengatur kekuatan individu, dan berkomitmen pada transformasi autentik.

Yang menggelitik di benak saya adalah pertanyaan, adakah bedanya perubahan terus menerus dan perbaikan terus menerus?

Sebagai bagian dari sebuah perusahaan tempat saya bekerja, tentu saya juga turut mengalami perubahan-perubahan yang terjadi. Perubahan-perubahan yang terjadi memang sebuah kewajaran, bahkan sebuah keharusan. Namun ketika perubahan yang terjadi tidak dikomunikasikan dengan baik, bahkan terkesan setengah-setengah bukan keberhasilan yang diperoleh tapi ketidaknyamanan yang muncul.

Mengenai perubahan ini, pernah satu kali manajer saya menulis demikian :

Yth Rekan-rekan, selamat siang…….
Berbagai produk aturan hukum di *** khususnya bidang SDM berubah drastis dan dalam tempo yg sesingkat singkatnya. Kayak air bah…………………
Dari sisi manajemen, kita akan lakukan road show lagi untuk membuat teman teman paham aturan baru……………….
Nah…………..dari sisi masing masing pribadi ya harus memahami inikah yang disebut perubahan……………LIVE WITH IT or LEAVE IT……sadis ya rasanya membaca ungkapan tersebut. So……….it is better if we adjust our self with these regulation……….and………..IMPROVE YOUR SELF………….

Baca Selengkapnya.

Comments (30)

Area-X: Sebuah Novel “cerdas”

Seorang sahabat telah memproklamirkan dirinya hiatus melalui postingannya. Meski saya tak bermaksud sama dengan sahabat saya itu, pada kenyataannya kami tak jauh beda. Untuk beberapa lama “hilang” dari peredaran. Sesekali muncul di blog jenengan, persis seperti “penampakan”: tampak sesaat lalu kembali lenyap…

Ah, tapi benar saya tak ingin hiatus. Saya juga benar-benar masih rindu berada di antara jenengan semua. Bahkan saya sedang berusaha untuk terhubung dengan blog saya ini di mana saja. Diam-diam saat ini saya sedang mencari koneksi internet langganan agar bisa nge-net saat di kos-an. Tak cukup lagi rasanya mengandalkan koneksi gratisan. Jenengan bisa kasih saya saran? 🙂

Back to the title…

Area-X, Hymne Angkasa Raya. Bagi jenengan yang juga bersahabat dengan teman saya ini, mungkin sudah tidak asing dengan judul novel ini. Atau mungkin jenengan juga salah satu yang beruntung seperti saya, mendapat hadiah novel ini dari acaranya jeng Dhila? Kalo iya, selamat ya… 🙂

Tak selamanya sains berjauhan dengan ilmu bahasa. Setidaknya hal itulah yang dibuktikan melalui novel ini. Banyak yang berpandangan, termasuk saya, bahwa sains dan sastra dua hal yang sulit dipadukan. Dua ilmu ini kadang tampak bertolak belakang, karena konon menurut cerita dua ilmu membutuhkan jenis kecerdasan otak yang berbeda. Yang satu mengandalkan sisi kiri otak kita dan yang lain membutuhkan sisi otak sebaliknya. Alhasil akan sangat jarang ditemukan seseorang yang gemar sains juga pandai dalam sastra.

Baca entri selengkapnya »

Comments (22)

I’m still here, thinking but…

Hampir sebulan berlalu, postingan baru di blog ini tak kunjung muncul. Yang empunya blog (Saya sendiri maksudnya… :)), masih terlena dengan kesendiriannya, masih saja ber-asyik masyuk dengan pikiran yang berkecamuk di kepala.

Masih sibuk berpikir namun belum tergerak untuk menuliskan apa yang ada dalam pikiran.

Entah apa yang sedang saya pikirkan. Sejak beberapa waktu lalu, pikiran ini rasanya tak henti-hentinya bekerja. Dari masalah pekerjaan, masalah dengan rekan hingga masalah kisruh KPK dan POLRI tak luput memenuhi pikiran saya. Ah… Rasanya pikiran ini penuh, rumit tapi tak cukup menghasilkan buah pikiran dalam bentuk tulisan.

Diakui atau tidak, kejadian belakangan ini membuat saya lebih banyak diam. Merenung. Lebih banyak berpikir ketimbang berbicara. Lebih banyak membaca ketimbang menulis. Al hasil, blog saya ini terbengkalai.

Sampai akhirnya, saya kuatkan niat untuk sekedar menulis sepatah dua patah kata. Sebagai sapaan hangat kepada sahabat tercinta yang kebetulan mampi. Agar jenengan semua tahu, Kojeng baik-baik saja. Kojeng masih sama seperti dulu yang selalu kangen dengan jenengan semua.

Bedanya, saat ini kojeng sedang ingin merenung, mencoba menata hati dan pikiran untuk menjadi seseorang yang lebih baik lagi… 🙂

Bagaimana kabar jenengan semua?

Salam.

 

Comments (22)

Apa Arti PageRank bagi Anda?

Tiba-tiba beberapa hari yang lalu saya mendapati blog ini “dianugerahi” PageRank sama Mbah Google. Saya tidak mau percaya begitu saja. Situs-situs pengecek PR saya coba satu persatu, ternyata benar adanya.

Selain mengecek blog ini, saya iseng-iseng mengecek blog sahabat yang sebelumnya saya tahu juga ber-PR0 seperti saya. Ternyata eh ternyata, sahabat-sahabat saya kebanyakan juga sudah dapet bigkisan PR dari si Mbah. Kayaknya, selama saya absen dari peredaran selama beberapa hari, ada bagi-bagi PR ya… Syukurlah, meski telat toh saya tetap kebagian juga?

(Bagi yang belum tahu apa itu pagerank, jangan bertanya pada saya. Silakan berguru pada Mbak Nunik di sini.)

Gak percaya? Plis… kali ini jenengan percaya sama saya ya…? 🙂

Baca Selengkapnya.

Comments (24)

DPR baru berjanji, Rakyat menanti.

” Demi Allah (Tuhan) saya bersumpah/berjanji bahwa saya akan memenuhi kewajiban saya sebagai anggota/ketua/wakil ketua DPR dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan dengan berpedoman pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara 1945; bahwa saya dalam menjalankan kewajiban akan bekerja dengan sungguh-sungguh demi tegaknya kehidupan demokrasi , serta mengutamakan kepentingan bangsa dan negara daripada kepentingan pribadi,seseoarang,dan golongan; bahwa saya akan memperjuangkan apirasi rakyat yang saya wakili untuk mewujudkan tujuan nasional demi kepentingan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.”

(Harian Kompas 2/10/2009)

DPR baru telah dilantik kemarin (1/10/2009), mereka pun telah mengucapkan janji seperti yang saya tampilkan di atas.

Janji tersebut sengaja saya ketik ulang, karena saya begitu ingin meresapi janji wakil rakyat kita. Silakan dibaca sekali lagi, itulah janji mulia yang wakil rakyat kita ucapkan. Itulah janji yang akan kita tagih nantinya, itulah janji yang sudah dicatat oleh-Nya. Janji yang diucapkan atas nama-Nya, kepada seluruh rakyat Indonesia.

Saya memang tak bisa terus percaya bahwa janji itu akan ditunaikan seluruhnya. Saya pun tak berani berharap terlalu banyak pada wakil-wakil rakyat kita yang mulia.

Bukankah wakil-wakil rakyat yang sebelumnya juga berjanji yang sama? Jika wakil rakyat yang lama saja bisa menjadi seperti sekarang ini, tentu wakil rakyat yang baru pun bisa berbuat yang sama seperti mereka.

Mari kita saksikan sepak terjang wakil rakyat kita ke depan.

Apakah benar mereka akan memperjuangkan kesejahteraan kita, ataukah menumpuk kekayaan sendiri. Apakah mereka akan mencerdaskan bangsa, ataukah membodohi rakyat yang lugu ini. Apakah mereka akan berjuang dengan hati nurani, ataukah akan menuruti nafsu syaithoni…

Wallahu ‘alam… Hanya Allah SWT yang tahu…

Semoga Allah SWT memberi mereka petunjuk dan pertolongan-Nya kepada Wakil Rakyat kita (tercinta)…

Salam, 🙂


Comments (66)

Back to Campus? Oh, NO!

Hot_Weather

Panas, udara bercampur debu di jalanan mengiringi perjalanan kami. Siang ini saya bersama dinda bestari, dalam perjalanan di atas panasnya aspal, dinaungi terik mentari yang membakar kulit.

Saya tidak sedang dalam perjalanan mengantar dinda besatari ke mall untuk belanja atau sekedar cuci mata. Juga tidak dalam perjalanan ke pantai atau ke Semarang untuk menikmati akhir pekan. Sebaliknya, kami dalam perjalanan yang menurut saya setengah “tidak menyenangkan”….

Loh, kok sama dinda bestari bete gitu mas Kojeng?

Bagaimana saya tidak “bete” saudara-saudara (He.he. kayak pidato saja… :)), akhir pekan ini akan menjadi awal dari akhir pekan-akhir pekan mendatang, yang tentunya akan ikut kurang menyenangkan. Mulai hari ini, jadwal acara akhir pekan saya akan berubah. Tidak seperti biasa.

Pasalnya, dinda bestari hari ini memulai aktifitas barunya, back to campus!

Ah, bukannya itu bagus mas kojeng?

Saya ndak bilang back to campus-nya dinda bestari sebagai hal yang tidak bagus. Bahkan sangat bagus sebenarnya. Dan jika saya punya kesempatan, saya pun akan melakukannya. Karena belum bisa saja makanya saya belum bisa merasakan enaknya bangku kuliah.

Tapi, kenapa mesti di akhir pekan seperti saat ini? Bukankah akhir pekan itu jatah saya? Kalo setiap akhir pekan kuliah, kapan kami bisa jalan-jalan bersama? Kapan kami bisa menikmati kebersamaan seperti biasanya?

Pertanyaan itu tentu sekedar pertanyaan “nakal” di kepala saya. Pertanyaan yang muncul dari sisi egoisme, pertanyaan reaktif yang biasanya akan dengan mudah kalah oleh logika “kebaikan”. Pertanyaan yang memang tidak perlu dijawab, apalagi ditanggapi berlebihan. Lha terus?

Baca Selengkapnya.

Comments (37)

Kekeringan itu melanda saya…

Kering…

Otak ini rasanya kering kerontang. Gak ada ide-ide yang biasanya begitu deras mengalir!

Sudah hampir dua jam yang lalu saya utek-utek kompie, niat awalnya saya pengen menulis postingan. Kurang sreg rasanya kalo blog saya gak berganti isi. Lebih ndak enak lagi jika jenengan mampir saya kasih menu yang sama, bisa-bisa jenengan kapok datang kemari.

Tapi sayang, ide di kepala lagi kering! Beberapa kali saya mencoba menulis, hasilnya: JALAN BUNTU. Saya ndak bener-bener punya ide yang mau saya tulis menjadi postingan baru.

Ah… Saya jadi ingat kata-kata Abraham Maslow berikut ini :

“Musisi harus menciptakan musik. Pelukis harus menggoreskan lukisannya. Penulis harus menulis sajaknya. Mereka harus melakukannya agar mencapai puncak kedamaian dalam diri mereka sendiri, Seseorang harus menjadi apa yang bisa mereka jadi.”

Jika boleh saya menambahkan, ungkapan tersebut akan menjadi seperti ini :

“Musisi harus menciptakan musik. Pelukis harus menggoreskan lukisannya. Penulis harus menulis sajaknya. Blogger harus memposting tulisannya. Mereka harus melakukannya agar mencapai puncak kedamaian dalam diri mereka sendiri, Seseorang harus menjadi apa yang bisa mereka jadi.”

Baca Selengkapnya.

Comments (49)

Older Posts »