Perubahan terus menerus atau Perbaikan terus menerus?



Dalam sebuah buku dijelaskan ada 6 faktor yang membuat Toyota berkembang menjadi perusahaan otomotif terbesar di dunia. Keenam factor tersebut adalah memiliki fokus jangka panjang, melompat melampaui tren saat ini,menjadikan kualitas sebagai tanggung jawab semua orang,mengupayakan perbaikan terus-menerus, mengatur kekuatan individu, dan berkomitmen pada transformasi autentik.

Yang menggelitik di benak saya adalah pertanyaan, adakah bedanya perubahan terus menerus dan perbaikan terus menerus?

Sebagai bagian dari sebuah perusahaan tempat saya bekerja, tentu saya juga turut mengalami perubahan-perubahan yang terjadi. Perubahan-perubahan yang terjadi memang sebuah kewajaran, bahkan sebuah keharusan. Namun ketika perubahan yang terjadi tidak dikomunikasikan dengan baik, bahkan terkesan setengah-setengah bukan keberhasilan yang diperoleh tapi ketidaknyamanan yang muncul.

Mengenai perubahan ini, pernah satu kali manajer saya menulis demikian :

Yth Rekan-rekan, selamat siang…….
Berbagai produk aturan hukum di *** khususnya bidang SDM berubah drastis dan dalam tempo yg sesingkat singkatnya. Kayak air bah…………………
Dari sisi manajemen, kita akan lakukan road show lagi untuk membuat teman teman paham aturan baru……………….
Nah…………..dari sisi masing masing pribadi ya harus memahami inikah yang disebut perubahan……………LIVE WITH IT or LEAVE IT……sadis ya rasanya membaca ungkapan tersebut. So……….it is better if we adjust our self with these regulation……….and………..IMPROVE YOUR SELF………….

Sebagian karyawan memang kadang mengeluhkan perubahan yang terjadi. Yang menjadi keluhan, seringkali perubahan yang terjadi hanya berarti “berubah” dan tidak jelas ke mana arahnya. Mau tak mau mereka harus beradaptasi dengan perubahan baru meski kadang perubahan itu sangat luas dampaknya. Parahnya, begitu seringnya perubahan dilakukan sampai sebelum aturan baru dilaksanakan sudah muncul aturan baru lagi. He.he.

Tentunya kita sepakat, perubahan adalah bagian tak terpisahkan dalam lingkungan kerja. Mau tak mau, suka tak suka perubahan pasti terjadi. Tanpa perubahan bukan saja perusahaan akan sulit maju, dalam beberapa kasus perusahaan yang tidak peka terhadap perubahan bisa kalah dalam persaingan. Belajar menerima perubahan dan menjadi bagian dari perubahan itu sendiri seringkali menjadi solusi menghadapi perubahan yang ada.

Dalam hemat saya, perbaikan terus menerus dan bukannya perubahan terus meneruslah yang bisa membuat sebuah perubahan maju. Dalam skenario perbaikan terus menerus, ada tujuan yang jelas yang hendak dicapai. Sedangkan dalam scenario perubahan terus menerus masih perlu dipertanyakan lagi, apakah perubahan yang dilakukan sesuai dengan tujuan perusahaan atau tidak.

Dari pengalaman saya, seringkali perubahan dijadikan ajang menunjukkan eksistensi penguasa/pimpinan baru. Tujuannya kadang terkesan hanya sekedar membedakan era dia dengan pendahulunya. Umumnya perubahan yang dilakukan bukan pada hal-hal fundamental yang berkaitan langsung dengan kinerja. Tapi pada hal-hal sepele yang bersifat fisik, atau setidaknya yang bisa dengan mudah dilihat dan diperhatikan secara kasat mata.

Karena tujuannya bukan semata demi kebaikan perusahaan, tingkat kebutuhannya pun masih menjadi perdebatan. Sebagian mendukung, tapi sebagian besar yang lain mencemooh.

Hampir semua orang bisa membuat perubahan. Bahkan seseorang yang tidak layak menjadi pemimpin pun bisa melakukan perubahan ketika dia diberi kesempatan untuk itu. Tapi apakah perubahan itu termasuk bagian dari perbaikan terus menerus atau hanya sekedar merubah, itu masalah lain. Hanya orang-orang dengan tingkat kecerdasan tinggi dan memiliki kemampuan yang mampu melihat peluang untuk melakukan perbaikan terus menerus (berinovasi). Dan orang-orang seperti inilah yang langka.

Semangat untuk mengadopsi prinsip perbaikan terus menerus tak selalu mudah. Inovasi biasanya menjadi kata kuncinya. Namun sayang, terkadang kita terjebak pada euphoria inovasi itu sendiri. Semua berinovasi tanpa terkendali. Perubahan tidak lagi sebagai kebutuhan, tapi keharusan yang harus ada. Tidak mantap rasanya jika pimpinan baru tidak melakukan perubahan. Pokoknya berubah dulu, entah perubahan itu sesuai atau tidak bisa dipikirkan belakangan. Toh jika tidak sesuai kapan-kapan bisa dirubah lagi. He.he.

Contoh sederhana,setiap hal baru yang muncul dari “kepala” seorang pimpinan, serta merta diapresiasi dengan menerapkannya. Akan bertambah parah manakala bawahan yang menjadi tangan kanan pimpinan adalah tipe orang ABS (Asal Bapak Senang). Prinsipnya, yang penting diterapkan dulu. Biar segera kelihatan bahwa buah pikiran sang pimpinan dihargai. Masalah yang akan timbul biasanya dipikir belakangan.

Tanpa pemikiran dan analisa yang tajan, konsep perubahan “setengah matang” yang dibawa hanya membuat perusahaan berputar-putar di tempat yang sama. Membingungkan. Perubahan terus terjadi, namun dari sisi hasil tidak ada peningkatan sama sekali. Atau, salah-salah bisa lebih parah hasilnya. Perubahan yang semula dimaksudkan untuk kemajuan malah membuat kita mundur beberapa langkah. Ironisnya.

Itulah pentingnya change management. Semangat perubahan harus benar-benar diarahkan dengan baik. Garis besar mengenai arah dan tujuan perusahaan harus jelas tergambar. Arah dan tujuan perusahaan itulah yang menjadi semangat dalam melakukan perubahan. Sehingga pada akhirnya, perubahan yang didengung-dengungkan bukan sekedar jadi slogan yang membingungkan. Tapi benar-benar menjadi sarana membuat system lebih efektif dan membuat perusahaan semakin efisien.

Bagaimana menurut jenengan semangat perubahan itu seharusnya?

30 Komentar »

  1. dhila said

    perubahan tidak selamanya baik. tetapi perbaikan sudah pastinya baik. saya setuju, perubahan ke arah yg lebih baik pun harus dikomunikasikan dgn baik.

    wah kayaknya sy komentator pertama nih, om.:mrgreen:

  2. darahbiroe said

    ijin mengamankan posisii keduaxxx disini buleh kan

    berkunjung dan ditunggu kunjungan baliknya..
    salam blogger
    makasih😀

  3. sama mas, pusinggg…………..
    sebenarnya yang terkenal sih continous improvement
    Tapi..namanya juga perusahaan…kepinginnya dinamis, malah bikin stroke karyawannya..hahaha!!

    Salam

  4. zipoer7 said

    Salam Takzim
    Sahabat mohon maap mau ngajak ikutan Earth Hour nanti malam, ikutan yuk kesini
    Terima kasih
    Salam Takzim Batavusqu

  5. Chage….. Satu kata yg simple tapi sarat makna….

  6. perubahan juga sebaiknya dikit demi dikit biar ngga kaget… kata2 saya aneh bgt, hehehe

  7. menyapa sahabat yang sangat lama tak kukunjungi

  8. The term “perbaikan” would be better.
    “Perbaikan” makes things even better.
    Some “perubahan” don’t even have meaning…

  9. nurrahman said

    2 kunci : continuous improvement and respect to the other people

  10. andee said

    thanks…..its good motivation

  11. ma’af sobat, ada pengumuman ni tentang kontes seo. yu’ ikut meramaikan, terima kasih :D76
    http://www.indositehost.com/kontes-seo.php

  12. dian said

    perbaikan terus menerus, berubah untuk menjadi lebih baik is the best!
    salam

  13. sangsaka said

    metamorfosis…

  14. Ayam Cinta said

    Take it or leave it… Hehehe

  15. kebetulan banget, hari ini kantor saya juga mengadakan perubahan tempat duduk….. bingung apa gunanya perubahan ini….

    yang ada bikin karyawan dan OB repot aja….

    Salam hangat, sudah lama sekali tidak mampir kemari..

    • Mungkin biar gak boring aja mas… Semoga dapet view yang lebih bagus aja… he2… Salam.

  16. nah yang ke bginian neh yang nmany mantap,…

  17. gendowor said

    berubah yang penting menjadi lebih baik

    watch vampire diaries online

  18. ferdi said

    Salam kenal,… Tukeran Link ya mas,… link mas udah di blog saya,…. di tunggu ya backlinknya…. Mohon bantuannya ya mas…🙂

  19. jaket said

    Perbaikan memunculkan perubahan, perubahan belum tentu menghasilkan perbaikkan…..Setiap perubahan dalam perusahaan harus dikomunikasikan dan setiap pelaksanaan harus selalu di tinjau kembali…apakah perbaikan itu sudah baik atau ada yang lebih baik lagi…

    • Sejauh perubahan untuk perbaikan, kita memang wajib hukumnya untuk mendukung. Namun jika perubahan sifatnya nggak jelas, yang sudah maju malah dimundurkan, atau perubahan tanpa perencanaan yang baik, tentu hal itu bukan hal yang baik bagi kita semua. Salam.

  20. reza said

    yub bner bgt mas, yang penting gimana cara kita merubah nya..!dan mempertahankan nya.

    salam kenal ,mampir ke blog ku mas…http://awsomereza.blogspot.com/
    reply ya..maksih^^

  21. dian said

    wah, lama belum up date ya, hehe… sama kayak saya, suka malas up date🙂
    salam

  22. honeyz90 said

    itu juga yang pernah saya tanyakan pada dosen matkul manajemen perubahan saya, kenapa bukan manajemen perbaikan? bukankah perbaikan itu orientasinya jelas yaitu memperbaiki, sedangkan perubahan bisa berarti baik atau buruk.

  23. kalo perbaikan sudah pasti ada perubahan, sedangkan jika hanya perubahan belum tentu selalu ada perbaikannya🙂

  24. Jangan nilai orang dari masa lalunya karena kita semua sudah tidak hidup di sana. Semua orang bisa berubah biarkan mereka membuktikannya.

  25. Jangan pernah menyerah! Jika Tuhan belum menjawab doamu itu karena Tuhan punya rencana yg lebih baik tuk hidupmu

  26. Wih seru juga bih baca artikelnya, btw saya punya saran nih bikin blog tentang properti, kan sekarang lagi ngetren tuh rumah murah (terutama di banten). Ane mau cari referensi kemana2 habisnya gak dapet2

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: