Area-X: Sebuah Novel “cerdas”


Seorang sahabat telah memproklamirkan dirinya hiatus melalui postingannya. Meski saya tak bermaksud sama dengan sahabat saya itu, pada kenyataannya kami tak jauh beda. Untuk beberapa lama “hilang” dari peredaran. Sesekali muncul di blog jenengan, persis seperti “penampakan”: tampak sesaat lalu kembali lenyap…

Ah, tapi benar saya tak ingin hiatus. Saya juga benar-benar masih rindu berada di antara jenengan semua. Bahkan saya sedang berusaha untuk terhubung dengan blog saya ini di mana saja. Diam-diam saat ini saya sedang mencari koneksi internet langganan agar bisa nge-net saat di kos-an. Tak cukup lagi rasanya mengandalkan koneksi gratisan. Jenengan bisa kasih saya saran?🙂

Back to the title…

Area-X, Hymne Angkasa Raya. Bagi jenengan yang juga bersahabat dengan teman saya ini, mungkin sudah tidak asing dengan judul novel ini. Atau mungkin jenengan juga salah satu yang beruntung seperti saya, mendapat hadiah novel ini dari acaranya jeng Dhila? Kalo iya, selamat ya…🙂

Tak selamanya sains berjauhan dengan ilmu bahasa. Setidaknya hal itulah yang dibuktikan melalui novel ini. Banyak yang berpandangan, termasuk saya, bahwa sains dan sastra dua hal yang sulit dipadukan. Dua ilmu ini kadang tampak bertolak belakang, karena konon menurut cerita dua ilmu membutuhkan jenis kecerdasan otak yang berbeda. Yang satu mengandalkan sisi kiri otak kita dan yang lain membutuhkan sisi otak sebaliknya. Alhasil akan sangat jarang ditemukan seseorang yang gemar sains juga pandai dalam sastra.


Namun anggapan itu kali ini dipatahkan oleh Eliza V. handayani, penulis novel Area-X ini. Dengan piawainya dia memadukan pengetahuan tentang ilmu sains (astronomi, UFOlogi dan banyak ilmu rumit lainnya) menjadi sebuah jalinan cerita dengan nilai sastra tinggi.

Tak tanggung-tanggung, novel ini memperoleh apresiasi dari begawan sastra kenamaan di negeri ini. Bapak Taufiq Ismail dan Helvy Tiana Rosa adalah sedikit di antara banyak sastrawan yang meng-apreciate tingginya kualitas novel ini.

Sehebat itukah?

Membaca novel ini tak ubahnya menyaksikan adegan-adegan menegangkan dalam sebuah film fiksi ilmiah. Hal-hal baru bermunculan di benak saya, sama banyaknya dengan pengetahuan baru yang saya dapatkan. Rasa ingin tahu tentang tema yang disajikan seolah meletup-letup di pikiran saya. Tak sabar rasanya ingin segera melahap habis novel ini semenjak dari membaca bab pembukanya.

Meski kadang menggunakan bahasa yang susah dipahami (saya yakin hal ini karena rendahnya kemampuan bahasa saya. Maklum, saya penikmat sastra amatiran dengan bekal pengetahuan yang pas-pasan. He.he.), namun secara keseluruhan jalinan ceritanya tak terlalu sulit dipahami. Cerita yang kadang ditampilkan sepotong-sepotong bak sebuah potongan puzzle, perlahan-lahan menyatu menjadi sebuah gambaran utuh yang tak terduga sebelumnya.

Penasaran dengan cerita di novel ini?

Di sini saya tak akan menceritakannya. Jadi maaf ya… he.he. Bukan karena pelit, tapi karena jeng dhilla sudah pernah menuliskan sinopsisnya di sini. Jenengan bisa baca di sana. Jika masih kurang dan ingin baca cerita selengkapnya, jenengan kudu sabar. Karena sepertinya novel ini sudah tidak tersedia di toko buku besar semacam Gramedia. Bahkan konon untuk menyediakan novel ini sebagai hadiah, jeng dhila harus pesen langsung ke penerbitnya.

Last but not least, saya ingin mengucapkan terima kasih sekali lagi buat jeng dhila yang baik hati. Thanks for this amazing book…

Meski novel ini terasa “berat” bagi otak saya yang lemot ini, namun saya benar-benar bisa menikmati saat membacanya. He.he.🙂

Menurut jenengan, karya sastra model apa yang paling jenengan sukai?

22 Komentar »

  1. sesama org hiatus … pertamax dulu ah om…:mrgreen:

  2. hmm… ulasan yg simple namun cukup mengena utk gambaran novel ini, om… kalo om mau tau novel ini pernah diulas juga oleh teman blogger kita, mas arif di http://arifn.wordpress.com/2009/12/07/area-x/😉

    saya ingin sekali bertemu dengan penulisnya langsung, om. saya ingin bertemu dengan mba Eliza, kali aja bisa jadi asistennya pas buat film ini.. aamin.🙂

  3. isnuansa said

    Selamat Konjeng, dapat novel. Jangan hiatus dong… Kalo soal cara ngenet dikosan ya beli modem. Atau pake hand phone seperti saya.

    • iya nih mbak nunik, modemnya sih udah ada. Cuma masih bingung mau langganan yang mana… he.he.

  4. kyaine said

    saya belum selesai membaca buku yg dikasih dhilla itu. membaca ulasan mas kojeng membantu saya memahami isi buku itu

  5. perigitua said

    haddiirrr….

    kita nggak jauh beda om… hehehehhe… beredar lalu hilang… jenuh di sini.. beredar ditempat lain.. hahahahha…
    kalo dah baca bukunya… minta kopiannya dong… pleasee….🙂

    cu…

  6. arifn said

    wah, sudah baca juga ya..
    he3..

    kalau menurut saya yang ini tidak terlalu sastra sih.. tapi yang penting kan enak dibaca ,.. tul ga??

    kalo saya suka novel petualangan, fantasi, dan tentu saja: yang “cerdas”..
    he3.. ^^

  7. waw keren bgt nich…
    jadinya seperti Da Vinci Code gitu yah?

  8. Selamat ya Kojeng dapat hadiah buku yg bagus dr Dhila.
    Jangan hiatus ya Kojeng.
    walaupun lama gak nulis dan bikin kangen bunda,
    tapi bunda sabar kok nunggu tulisan2 Kojeng yg berikutnya.
    salam hangat utk Dinda Bestari.
    salam.

  9. Area X koleksi novelku yang hilang entah kemana

  10. nDa said

    membaca ulasanmu, sepertinay saia perlu mengoleksinya..

  11. muamdisini said

    hore..mas kojeng menang acara rumah pohonnya mba dhilla…
    hihihi..
    selamat yah kang…saya juga seperti penampakkan nih,tiba2 muncul..tiba2 hilang…

  12. […] 1431 H. yang saya tau hingga kini, sudah ada dua pemenang yang menyempatkan diri untuk mereview. ada review dari om kojeng yang lagi hiatus tapi gak mau bilang2 dan ada review dari dhimaskasep yang lama hiatus juga gara2 ngurusin TA-nya demi kesyaratan […]

  13. dykapede said

    suka banget dengan filmnya…

  14. anna said

    mas “kolojengking”…
    aku udah lama banget ublek2 toko buku dari gramed, togamas, sampe penjual buku bekas tapi gak dapet2 juga buku area X nya…
    barangkali ada teman yang mau jual buku bekasnya? ato kalo bisa sih yang baru…
    feel free email aku di annaswan33@yahoo.com.
    ditunggu kabar baiknya!!!!!!

  15. Lubna said

    Pernah juga waktu SMA dulu baca novel ini waktu masih dalam bentuk potongan2 seri dari terbitan media cetak ….
    Bagus bangets memang…… kayaknya untuk ukuran sineas film lokal sekarang ini, belum mampu menuangkan novel ini ke dalam Film yang menggambarkan secara persis isi novel ini …. good laaah …

  16. Yeti said

    saya mencoba mencari novel ini di sosial agensi kok tidak ada ya?

    • Sepertinya sudah nggak terbit Mbak… Kata yang ngasih buku ini aja dapetnya langsung dari penerbit, sisa-sisa di gudang…🙂

  17. Hanya karena kamu telah dapatkan cintanya tak berarti kamu berhenti melakukan hal yg kamu lakukan ketika berusaha dapatkannya.

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: