Kenapa takut berkata TIDAK?


Beberapa waktu yang lalu, seorang teman mengeluh pada saya.

” Ini sudah keterlaluan. Apa si Bos tidak tahu berapa banyak pekerjaan yang sudah diberikan? Pekerjaan ini-itu belum kelar, eh sudah memberi tambahan job lagi. Parahnya, semua pekerjaan pake lebel SEGERA lagi. Pusiiiing….”

Kali ini saya kembali membicarakan tentang teman saya. Bukan saya. Apalagi jenengan semua, he.he.

Teman seperjuangan yang dalam beberapa sisi memiliki sifat berseberangan dengan saya. Yang sudah sekian lama bekerja sama bareng saya, tapi belakangan kami memiliki job posting yang berbeda.

Sekedar catatan, teman saya tersebut tipikal bawahan yang manut. Apa saja yang diminta oleh si Bos selalu di-iya-kan. Meski sesaat setelah menerima sebuah tugas sering dia mengeluh, tapi tetap saja dia akan bilang IYA ketika diberikan tugas baru.

Jika dilihat sekilas, teman saya bisa masuk kategori anak buah yang baik. Yang selalu mematuhi perintah atasan. Tapi masalahnya, teman saya itu tidak mengukur kemampuannya untuk menyelesaikan tugas ketika menerima tugas baru.

Hal yang seperti itu berlangsung dari waktu ke waktu. Seterusnya, hingga akhirnya dia menyerah… Pikiran dan tubuhnya nya tidak sanggup lagi menahan beban pekerjaan.

” Besok saya mau cuti seminggu. Saya mau istirahat. Pusing mikirin kerjaan. Tinggal di rumah dan lepas dari masalah kerjaan, saya pusiiiiggg ”

Loh… loh…


Saya cuma senyum-senyum saja ketika mendengar curhatannya. Biasanya, ketika dia mulai mengeluhkan sikap si Bos dan seabrek pekerjaan yang belum kelar, saya cuma berkata :

” Jadi orang manut itu harus banyak bersabar. Jangan mengeluh seperti itu. Eman-eman, sudah pikiran pusing badan capek kalo mengeluh nanti nggak jadi pahala, cuma jadi penyakit… ”

Teman saya cuma tersenyum kecut. Dan saya terus saja senyum-senyum. He.he.

Tidak ada salahnya memang menerima semua tugas yang diberikan si Bos. Bahkan akan sangat baik manakala kita mampu menyelesaikannya dengan maksimal. Tapi ketika jumlah pekerjaan berada di luar kemampuan kita, atau kita benar-benar tidak sanggup menerima beban pekerjaan lagi, kenapa takut berkata TIDAK?

Toh jika kita paksakan, hasilnya tidak akan maksimal. Salah-salah pekerjaan lain yang seharusnya bisa diselesaikan dengan baik jadi terganggu, dan hasilnya berantakan semua. Atau jika sampai terjadi seperti teman saya itu, ngambeg, ngambil cuti padahal pekerjaan belum kelar, bukankah malah bikin bingung yang lain?

Itu menurut saya loh,

Menurut Jenengan, lebih baik mana, menyanggupi setiap pekerjaan meskipun kita ragu akan mampu menyelesaikannya… atau sesekali menolak dengan berkata jujur perihal kemampuan kita yang memang tidak tak terbatas?🙂

47 Komentar »

  1. pertamax

    • alamendah said

      (maaf) izin mengamankan PERTAMA dulu. Boleh kan?!

      Bloghicking malam-malam.
      Mengunjungi para sahabat,
      siapa tahu ada suguhan hangat.
      Maklum datangnya telat.
      jangan didamprat.
      Yang penting semangat!
      Ok, sobat?

      jangan lupa; GO GREEN

    • thalib said

      maaf…lewat atas nih…tp intinya salam kenal

    • katakan iya untuk Pertamax…………

  2. katakan tidak pada korupsi

    TIDAKKKKK!!!🙂

    • alamendah said

      (maaf) izin mengamankan KEEMPAT dulu. Boleh kan?!

      katakan tidak pada kerusakan alam!!!

      • alamendah said

        (maaf) izin mengamankan KELIMAAAAAXXXXZ dulu. Boleh kan?!

  3. link sudah dipasang, trims atas perhatiannya, salam sukses selalu

    Sama-sama jeng…🙂

  4. Happy Weekend Semua

    Makasih jeng…🙂

  5. tary ayk said

    kunjungan pertamax nih, lam kenal yah…tukeran link boleh? kalo gak keberatan link balik yah, tq

    he.he. Fast reader nih…🙂

  6. kata ”tidak” memang diperlukan pd situasi tertentu dgn alasan yg jelas,Mas Kojeng.
    dengan melihat situasi dan kemampuan kita, kalau saja semua pekerjaan apapun dilakukan dgn niat ibadah dan tulus, insyaallah, akan beres.
    Jangan takut mengatakan tidak, hanya krn ingin dibilang baik.
    Salam.

    Setuju sekali dengan pernyataan bunda…🙂 Salam balik ya Bunda…🙂

  7. hmmh.., memang cukup dilematis masalah seperti ini.., di sat sisi tentu kita mempertarhkan kapasitas kita dihadapan si bos.

    di sisi lain tentu kita harus mempertimbangkan juga kemampuan kita dalam bekerja.

    kalau dengan berkata tidak bisa menjadikan semuanya lebih baik, ya kenapa takut berkata tidak?

    Yang lebih penting, jangan sampai karena kerjaan kita jadi stress dan kesehatan terganggu…🙂

  8. arkasala said

    sering saya mengalami dilema seperti itu. Kadang penuh juga dengan tekanan. Beberapa saya berani untuk mengatakan tidak jika di luar kemampuan. Namun untuk beberapa hal tertentu juga jika masih dalam toleransi perlu ada win lose solution biar kita juga nyaman mengerjakannya. Tk

    s🙂
    Semoga selalu nyaman kang kerjanya…🙂

  9. casrudi said

    Baiknya berkata jujur dan tetap terbuka dengan keadaan kita kang… Saya sering mengalami kejadian yg temen Kang Kojeng alami…. Bahkan sampai sekarang seperti itu…. Kuncinya cuma satu, secepatnya melakukan perintah bos, jangan menunda-nunda, karna karakter bos seperti itu akan terus menerus memberi pekerjaan walaupun tugas yg lalu belum rampung…🙂

    he.he. Betul sekali kang analisa dan saran jenengan…🙂

  10. Rychan said

    Just say no………….. setubuh…..eh salah setujuuuuuuuuu sama mas casrudi!!!😀

    Saya juga setubuh… sh setujuh…🙂

  11. setuju dah sama om kojeng…😀
    betul, klo menyanggupi, jgn mengeluh. nanti malah jadi penyakit, persis kayak kata om kojeng.😀

    Kerjakan dengan senang hati ya jeng…🙂 (meski hati ndongkol??? ;))

  12. yusupman said

    Ikutan nimbrung ah Kang…singkat saja ya,dalam posisi seperti temannya mas kojeng,memang harus ada ketegasan sikap dalam mengambil job yang di tawarkan,dari sisi si penerima job kalo memang job sudah di iyakan ya sudah menjadi kewajibannya untuk di laksanakan dengan penuh tanggung jawab,selesaikan sampai tuntas,karena posisinya sbg pemegang job.Dari sisi pemberi job kalo kita lihat,si bos memberikan job itu berdasarkan berbagai alasan tentunya,karena kemampuan si penerima job mungkin atau kepercayaan si bos akan kinerja karyawannya yang memang pantas untuk dikasih job itu.
    Salam

    Betul kang, kalo sudah bilang IYA, apapun yang terjadi ya harus dikerjakan sampai tuntas…🙂

  13. selamat malam sahabat
    salamh angat selalu
    tapi blue tidak akan mengatakan TIDAK untuk selalu datang kesini karena blue akan selalu datang kesini

    dengan senang hati menyambut kedatangan jenengan…🙂

  14. wah berat kang…
    di negeri kita yang tercinta ini sepertinya kejujuran masih suatu hal yang tabu….
    masalahnya berkata jujur bisa-bisa semuanya bisa melayang…
    bukannya mau cari aman..
    hehehehehe

    sialnya, masih saja ada bos yang nggak kira-kira ngasih kerjaannya… he.he.🙂

  15. Saya juga sering mengatakan tidak….

    *kamu gak makan, trus sy jawab enggak
    *kerjaan kamu udah kelar belum, sy jawab belum
    *gaji kamu cukup gak, sy jawab enggak

    Trus “tidak” nya mana?!?!?! hehehehehe

    ~ Apakabar Kanjeng Kolojengking? hehehehe

    he.he. Kabar baik mas…🙂

  16. sunflo said

    emang keknya kita harus punya ketegasan untuk berkata tidak atau menolak bila itu emang di luar kesanggupan kita… namun kenyataannya, ada sebagian di antara kita yg masih dilingkupi oleh kekerdilan sifat, yaitu rasa sungkan, gak enak nolak dsb…sehingga yg ada nggrundel di belakang, wahh..bisa mengotori keikhlasan dong, capek badan ma ati…

    memang betul, masih jarang yang berani bersikap apalagi jika dilingkupi rasa sungkan…🙂

  17. zulhaq said

    wuaaa gw kesindir!!!!
    gw paling susah untuk ngomong tidak.
    jadi, ya sering di tindas hi hi hi


    yang sabar ya mas zulhaq, biar gak jadi stress…🙂

    • fay said

      sama..diriku juga gitu.. T_T

  18. Assalamu’alaikum,
    Terkadang kita dihadapkan pada kenyataan yg tidak bisa kita hindari, hingga sulit bagi kita untuk berkata tidak, walau sebenarnya, kita ingin berkata tidak. Tapi kalau yang menyangkut tanggung jawab pekerjaan, bila memang itu masih bagian dari tugasdan tanggung jawab kita yang harus kita selesaikan, kita harus mampu menyelesaikannya. Agar tidak kelelahan, mungkin kita bisa mengatur ulang cara kerja kita, waktu istirahat dan waktu santai kita. Ini hanya sekedar pendapat saya, mohon maaf bila salah/kurang tepat. (Dewi Yana) Ohya, bila berkenan, tolong kunjungi blog baru saya (blog hadiah) http://dakwahdewi.herfia.com

    Wah, kalo model BUMN yang telat regenerasinya seperti tempat saya jeng, jumlah kerjaan dan personil yang ada sangat tidak berimbang… Kalo nuruti mau selesai semua,bisa2 kerja gak ada istirahatnya…🙂

  19. Dangstars said

    Lebih baik bilang dicoba dulu,,,
    Karena Seorang Bos kalo memberi tugas dua hal yang jawaban bikin Bos jengkel,
    Pertama tidak tahu dan tidak sanggup apalagi dijawab tidak bisa….
    Nguambek besar dong…

    He.he. Ide bagus pak, bilangnya dicoba dulu…🙂

  20. Apa kabar bung kojeng,

    Sependapat saya bung. Berkata TIDAK atau Ya, adalah sebuah sikap. Sikap adalah ” pelopor” dari diri kita sesungguhnya. Sikap bukan hanya akan membuat banyak perbedaan dalam kehidupan, namun juga memegang kunci utama untuk mencapai kesuksesan.

    Kualitas awal yg tampak pd seseorang yg sukses adalah sikap. Jika ia bersikap dan selalu berfikiran positif, serta menyukai tantangan dlm situasi rumit, itu berarti ia telah meraih setengah dari kesuksesannya.

    Thanks & salam sejahtera selalu

    Terima kasih pak pambudi atas wejangannya…🙂

  21. KangBoed said

    RAIHLAH “JATI DIRI MANUSIA”.. untuk
    MENGEMBALIKAN JATI DIRI BANGSA INDONESIA
    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabat Sahabatku terchayaaaaaank
    I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll

  22. KangBoed said

    TIDAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAKKKK !!!!!!

  23. KangBoed said

    pokoknya TIDAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAKkkk

  24. KangBoed said

    sekali lagi TIDAAAAAAAAAAAAAAAAAAAk

  25. perigitua said

    haddiirrrrrrr……

    Perdana setelah sekian lama, apa kabar sahabat?

    hehehe… om kojeng makin canggih aja neh. postingannya kena betul untuk semua kuli hehehhe… termasuk daku!

    kalo aku seh, justru pantangan mengatakan tidak utk semua tugas yg datang, cuma biasanya sebelum aku sanggupi aku dah tawar menawar dulu masalah deadline nya hehehe… kalo perlu pake skala prioritas…!

    cu…

    Welcome back mas faza…🙂
    betul itu mas, tawar menawar dulu jangan asal bilang iya…

  26. cheexa said

    sudah barang tentu kita harus jujur, bilang gak kalau emang kita tau bakalan berantakan mas😦


    Sepakat jeng…🙂

  27. dedekusn said

    tidaaaaakkk…

    bagaimanapun berkata jujur adalah yg terbaik

    he.he. jujur yang bertanggung jawab ya ka

    ng…🙂

    • dedekusn said

      pisssssss untuk berkata ‘tidaaaaaxxxxxx’
      sukses terus untukmu!

      Sukses juga kang dedekusn…🙂

  28. html1155 said

    berkata tidak bukan berarti semau guwe….
    katakan TIDAK pada NARKOBA…..halahhh….
    ngga nyambung yahh….

    piss akh…

    Kalo berkata tidak padahal mampu, ya resiko tanggung penumpang…🙂

  29. Bangsa Yang Besar Adalah Bangsa Yang Dapat Menghargai Jasa Para Pahlawannya (Bung Karno) Selamat Hari Pahlawan | Foto-Foto Pertempuran 10 November Soerabadja

  30. fay said

    tapi bilang TIDAK emang susah..T_T

    Betul.. betul… betul…🙂

  31. yaaaa blum apdet…😀

    He.he. Sudah pake model schedule jeng dhilla… Sabar ya…🙂

  32. thalib said

    lam kenal…nice blog….membiasakan kata tidak dalam sebuah organisasi sy diharuskan..demi pengembangan pola pikir n kelembagaan kita…

  33. yos said

    Berbeda suku, berbeda golongan dan agama
    Bhinneka Tunggal Ika kami yang pertama
    Bahu membahu, bimbing saling membimbing
    Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing
    ————————————
    yos mengucapkan selamat hari pahlawan..

  34. Klo disuruh kongkalingkong sama boss paling tepat berkata TIDAK!

  35. mariskayu said

    Jangan lagi takut mas, ini ada aku, masih perawan lho😆

  36. mariskayu said

    Sekarang masih takut nggak mas? Ini ada aku.😆

  37. Sampai saat ini juga saya masih sulit untuk berkata Tidak…
    Suatau saat memang perlu juga berkata Tidak…
    Nice Posting Mas…

  38. BeLajaR said

    Wah,,, saya juga yg termasuk susah mengatakan tidak…😀

  39. Salam Pagi,

    Mentari telah muncul dan senyum, semoga indah hidupmu hari ini. Selamat berkarya dan tersenyumlah.
    Karena kita masih diijinkan bersapa di hari ini.

    Keep Smile

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: