SMK BISA APA?


Musim penerimaan siswa baru telah lewat, yang dulu sempat bingung memilih mau sekolah di SMK atau SMA pun sudah menempati posisinya. Yang beruntung, mereka bisa melanjutkan sekolah sesuai minat dan keinginan. Yang kurang beruntung mesti legawa menerima “suratan nasib” belajar di bangku “seadanya”…๐Ÿ™‚

SMK dan SMAโ€ฆ

Dua kata itu mungkin dua sisi yang kadang dianggap berbeda. Meski arah dan tujuannya sama, kedua lembaga pendidikan itu mempunyai jalur yang berbeda. Jika jenengan belajar di SMA, (mungkin, wong saya juga ndak pernah belajar si SMA, :)) jenengan akan dipersiapkan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Sedangkan jika jenengan di SMK, jenengan sudah dipersiapkan untuk memasuki pasar kerja. Jargonnya : SMK BISA!

SMK Bisa!

Pengalaman saya di SMK duluโ€ฆ.

Saya selau teringat gemblengan pertama saat saya sekolah di SMK dulu. Sejak hari pertama masuk, kata kunci pertama yang ditanamkan adalah kata DISIPLIN.

” Kalian semua ini adalah calon-calon kuli. Kalaupun toh nanti kalian jadi direktur, itu urusan nanti. Tapi keluar dari sekolah ini kalian akan jadi kuli, karena itu jadilah kalian kuli yang baikโ€ฆ”.

Mungkin itu kata yang sampai saat ini masih terngiang di benak saya. Kata yang begitu membekas hingga menjadi pondasi dasar proses pendidikan saya selanjutnya.

Menjadi kuli?

” Sejenak saya berpikir, apa benar nanti saya akan jadi kuli? Susah-susah bersaing dengan ribuan calon siswa untuk masuk sekolah tersebut cuma buat jadi kuli? “.

Namun setelah berjalan agak lama, saya akhirnya paham maksud dari filosofi “jadi kuli” ini.

Kuli berarti orang yang bekerjanya “ngikut” orang lain. Entah itu ngikut orang atau ngikut perusahaan. Kalo bukan jadi pengusahanya berarti ya jadi kulinya. Nah, untuk jadi kuli ini kita mesti bisa pinter-pinter menyenangkan hati bos kita. Kita mesti disiplin waktu, serba bisa, aktif, kreatif, inovatif dan yang terpenting kita mesti manut sama bos. Mungkin itu gambaran kasarnya.

Nah, di SMK itulah saya (dan ratusan teman lainnya) dibentuk menjadi kuli yang baik. Kami digembleng dengan metode “setengah” militer. Tidak ada ampun bagi yang melanggar disiplin. Tidak ada ampun bagi yang berbuat onar. Tidak ada istilah DEMO (padahal dulu pas marak-maraknya demo). Pokoknya mesti manut.

Untuk jenis pelajaran yang diberikan, selalu disesuaikan dengan kebutuhan. Perusahaan butuhnya lulusan seperti apa, sekolah mengikuti. Kurikulum diatur sedemikian rupa mengikuti kebutuhan industri dan dunia kerja. Contoh sederhana, sebelum sekolah-sekolah umum menerapkan kurikulum berbasis kompetensi, SMK saya dulu sudah lebih dulu menerapkannya. Intinya, industri mau apa sekolah siap menyediakannya.Itulah mungkin gambaran SMK saya dulu.

Saya tentu tidak berani menggeneralisasi lulusan SMK. Ibarat kata, lain ladang lain belalang, lain lubuk lain pula ikannya. Saya berbicara SMK tempat saya belajar dulu. Jika cerita tentang SMK di benak jenengan berbeda, itu sangat mungkin terjadi. Karena system pendidikan yang diterapkan mungkin memang berbeda.

Saya dan temen-temen dulu, memang tidak bisa sepenuhnya dikatakan siap kerja. Ilmu yang kami peroleh memang tidak sepenuhnya bisa diaplikasikan di dunia kerja. Bahkan bidang pekerjaan yang kami geluti pun tidak semuanya sama dengan jurusan yang kami pelajari di sekolah.

Tapi, kami sudah dibentuk untuk menjadi kuli yang baik. Yang manut, yang mau belajar, yang siap bekerja apa saja. Tidak takut kotor karena sudah terbiasa berkotor-kotor ria. Tidak takut malu karena kami sudah terbiasa “dipermalukan”โ€ฆ

Apakah lulusan SMK benar-benar siap kerja?

Pendidikan di sekolah (termasuk SMK) hanya memberikan ilmu dasar saja. Sedangkan ilmu yang dipakai di dunia usaha merupakan pengembangan dari ilmu dasar yang kami pelajari tersebut. Meskipun di SMK ilmu yang dipelajari sudah menjurus ke suatu bidang tertentu, tetap saja ilmu dari sekolah belum cukup 100% memenuhi kebutuhan kompetensi di dunia usaha yang beraneka ragam itu.

Toh, hampir semua perusahaan menyediakan fasilitas training sebelum karyawan benar-benar dipekerjakan. Secepat apapun dunia pendidikan menyesuaikan diri dengan kebutuhan dunia usaha, akan sangat sulit mengimbangi dinamisnya perubahan kebutuhan dunia usaha. Yang terpenting adalah semangat untuk belajar terus menerus dan sikap terbuka untuk menerima perubahan.

Jika anda beruntung, dengan bekal ijazah SMK anda BISA bekerja di perusahaan seperti yang anda impikan. Jika kurang beruntung, anda pun BISA menjadi pengusaha sukses dengan mendirikan usaha sendiri nantinyaโ€ฆ Tidak ada ruginya kan masuk SMK? He.he.

Bagaimana menurut jenengan anak SMK itu?๐Ÿ™‚


51 Komentar »

  1. guskar said

    di kantor saya, ada satu departemen yg harus diisi oleh tenaga trampil. sejak pertama dept ini dibentuk, kami sengaja merekrut anak2 lulusan smk. sepuluh tahun sdh dept itu beroperasional.. kami bangga akan prestasinya. penilaian kami, anak2 smk lebih mandiri dan cepat menyesuaikan dunia kerja.
    sekarang, lulusan smk terbaik jadi rebutan perusahaan industri loh.. bahkan yg baru masuk klas 3 “sdh dipesan” tentu dng syarat si siswa mampu mempertahankan prestasi di kelasnya..

    Mungkin karena dari awal sudah siap jadi kuli Gus…๐Ÿ™‚

    • keren ya Gus. klo bisa bekerja sesuai bidang dan minatnya, kemudian di dukung dengan sikon yg kondusif, niscaya setiap orang (SMK ato bukan) dapat bekerja dengan baik.
      ditempat saya mah terlalu banyak pertimbangan ‘kemanusiaan’. jadinya malah ga karuan. masih PGPS gus. keknya Reformasi Birokrasi yg didengung2kn masih belum berjalan sesuai rencana.


      maaf mas kolo. jadi agak ga nyambung ma postingan


      Gak semua orang seberuntung guskar loh…๐Ÿ™‚

  2. alamendah said

    Paling tidak SMK merupakan terobosan guna mempersiapkan tenaga kerja yang terampil di bidangnya. Ini tentunya harus diimbangin dengan inovasi dan penyesuain kurikulum dalam sekolah yang bersangkutan. Jangansekedar mengejar angka-angka yang tertulis dalam lembaran kertas saja.

    Setujuh!!!๐Ÿ™‚

  3. SMK sekarang tentunya memang sudah dipersiapkan utk langsung dapat berpraktik di lapangan.
    Pada waktu sekarang ini, dimana lapangan kerja dan SDM tidak berimbang, sudah tentu tenaga terampil seperti lulusan SMK sangat dibutuhkan.
    Jadi, menurut saya lulusan SMK sekarang adalah tenaga2 terampil yg mulai eksis dimana2, dan dibutuhkan,semoga.
    Salam.

    Iya bunda, lulusan SMK memang menjadi alternatif bagi yang ekonominya kurang mampu untuk ke PT…๐Ÿ™‚

  4. anak2 SMK lebih mandiri daripada anak2 SMA yang terkesan manja. meski gak semua begitu juga. SMK BISA!

    apalagi yang STMnya 4tahun kayak om kojeng ini, bisa dijamin lebih mantap. saya percaya.๐Ÿ™‚

    Ehem, ehem… jadi gak enak ni jeng…๐Ÿ™‚

  5. setelah aku menggeluti dunia kerja aku jadi menyadari bahwa topensi anak SMK memang patut di acungi jempol.

    Jadi nyesel dulu ga masuk SMK aja

  6. zipoer7 said

    Salam Takzim Kang Konjeng
    Menurut saya SMK lebih top, dibanding SMA, karena saya juga dari SMK (dulu STM) ketika lepas sekolah saya langsung bisa garap instalasi listrik di PERUMNAS I Tangerang. Hehehe yang punya rumah di Perumnas I Tangerang mungkin masih ada yang merasakan jerih kami. Terbukti deh di sentaro Jagat, STM tahun 80-an lebih dominan di industri. Untuk sekarang saya juga masih setuju masukkin anak ke SMK dibanding SMU, maap ya ini argument bukan mendiskritkan SMA
    Salam Takzim Batavusqu๐Ÿ™‚


    Wah, punya kenangan indah pak ya…๐Ÿ™‚

  7. Dangstars said

    Sebagai pengalaman SMK saya sangat nyesal karena begitu ikut sipenmaru ,,lihat soalnya mubeng..Karena apa..? pengetahuan umumnya kurang.Terlalu banyak yang dipelajari..kejuruan…
    Btw kalo sekarang gak tahu juga yah..


    Kalo rencana mau kuliah kok masuk SMK pak Dadang? Apa nggak salah alamat? he.he.๐Ÿ™‚

  8. sedjatee said

    SMK Bisa… mudah-mudahan memang demikian, ada kemajuan di SMK… SMK selama ini hanya jadi pilihan terakhir anak-anak yang gak bisa nembus SMU… kedepan SMK harus bisa memberi bukti, siap kerja dan berkualitas… salam sukses…

    sedj
    http://sedjatee.wordpress.com

    Tapi perlahan, SMK sekarang juga menjadi incaran loh pak…๐Ÿ™‚

  9. Yessi said

    yang penting semangatnya coy! smk atau sma kalo ga semangat sama saza…
    SEMANGAK!!!๐Ÿ˜‰


    Betul itu jeng…๐Ÿ™‚

    • Dangstars said

      Wah.Akang jadi semangak…neh..


      Saya juga pak Dadang..๐Ÿ™‚

      • dedekusn said

        Semangat karena yg bilangnya Yessi๐Ÿ˜€


        Kayak’e si emang gitu kang…๐Ÿ™‚

  10. indo hijau said

    Aku Bangga Menjadi Lulusan SMK.
    Kadang saya hanya merasa aneh, anek SMK sekarang ilmu ( teorinya sangat baik ) tetapi ketika diimplementasikan dilapangan ambur adul. Ketika saya lulus SMK dulu, saya benar-benar merasa siap. Terlalu sombong jika saya katakan khusus untuk bidangnya lulusan SMK lebih baik dari Sarjana sekalipun. Ops…yang sarjana jangan tersinggung.


    SMK yang bener-bener berkualitas emang masih jarang pak… tergantung individunya…๐Ÿ™‚

    • Dangstars said

      Kagak Kagak tersinggung…
      Wkkkkkkkk


      He.he. Kalo terseinggung cepet tua ntar…๐Ÿ™‚

  11. casrudi said

    Mas Kojeng yang baik, SMK dengan SMA memang mempunyai kurikulum yang berbeda. Perbedaannya terletak pada arah dan tujuan setelah nanti lulus. SMK disiapkan dengan bekal praktikum yang banyak dan ketika lulus nanti benar2 sudah siap terjun ke dunia kerja. Namun tidak menutup kemungkinan untuk meneruskan ke jenjang kuliah. Status kuli? Lah wong saya juga lulusan S1 jadi kuli… Cos menurut saya, seseorang yang masih menerima gaji dari orang/lembaga lain semuanya dibilang kuli….๐Ÿ™‚


    Kalo yang bilang kang Casrudi, sebagai yunior saya manut deh…๐Ÿ™‚

    • Dangstars said

      Maaf Kang ..Om Koje masih ngapel malam mingguan…
      Entar disampein ..


      Ada kabar apa pak dadang? Dah balik nih…๐Ÿ™‚

  12. arkasala(dot)com said

    Ibu dan Bapak saya mengajar di SMK.
    Saya melihat lulusannya banyak juga yang berhasil baik sebagi kuli (saya juga kebetulan kuli) dan tentu saja profesional karena sesuai dengan ilmu yang mereka dapatkan juga sebagai wiraswasta karena memang memiliki keahlian di bidang yang dipelajarinya sehingga lebih fokus pada pengembangan produk yang berkualitas. SMK bisa … saya setuju tuh. Salam sukses selalu๐Ÿ™‚

    Salam sukses juga kang arkasala…๐Ÿ™‚

  13. SMK Siap pakai, dan terampil


    Harapannya sih gitu jeng, tapi gak semua kok…๐Ÿ™‚

    • SMK = Siap Menjadi Kuli …๐Ÿ˜‰ Siap Menjadi Kereeen๐Ÿ˜‰


      Sapa mau jadi kuli, hayooo…๐Ÿ™‚

  14. dedekusn said

    SMK… oh SMK…


    Kok jadi naksir SMK gitu kang…๐Ÿ™‚

    • dedekusn said

      walau saya bukan lulusan SMK, tapi sependapat dengan kesimpulan tulisan ini…๐Ÿ˜€


      Akur kang…๐Ÿ™‚

      • saya juga bukan lulusan SMK tapi tetep sependapat dng tulisan di atas ..๐Ÿ˜€

        Kang Cepot mah emang baik hati…๐Ÿ™‚

  15. saya jadi mirip anak smk..karena saya kuli!!
    berarti bangga lah para anak smk, karena mirip saya, wueekkss..

    He.he. Berarti saya juga harus bangga ya kang…๐Ÿ™‚

  16. SMK = Si Mas Kolojengking … BISA !! pasti๐Ÿ˜‰


    Si Mas kopralCepot aja ah…๐Ÿ™‚

  17. Yang terpenting adalah semangat untuk belajar terus menerus dan sikap terbuka untuk menerima perubahan. … good point๐Ÿ˜‰

    Itu menurut saya loh…๐Ÿ™‚

  18. hadi said

    Saya juga anak SMK, hidup SMK… Bisa langsung kerja, ga tergantung lagi sama ortu, dan bisa biayain kuliah sendiri. Saya bangga jadi anak SMK


    Saya juga bangga Kang Hadi, meski pada awalnya pengin masuk SMA…๐Ÿ™‚

  19. elmoudy said

    kalo liat dari program menteri Diknas.. SMK akan menjadi lembaga yg strategis tuk mengurangi pengangguran..
    tenaga terampil memang lebih dibutuhkan di dunia kerja..

    hanya saja masalah salary yg perlu dipikirkan lebih lanjut,,
    mustinya bisa based on experiencee…

  20. Ayam Cinta said

    Weyeh kaya iklan di tipi ajah, smk pasti bisa!๐Ÿ˜€

  21. SMK siap pakai, pola pikir masyarakat mungkin perlu dirubah

  22. wow… headernya ganti nih, om. bagus.๐Ÿ˜€

    btw, sy udah apdet posting tuh. ada dua posting di blog saya.๐Ÿ™‚

  23. Deka said

    Jujur saja di daerah asal saya banyak sekali lulusan SMK yang kerja nya cuma ke sana-kemari, kelayapan gak jelas atau biasa di sebut “ngangur” flus flus (udah ngagur bikin ribut aja kerjaannya) bukan bermaksdu mendiksrimanisakan lulusan SMK. Namun begitulah kenyataannya di daerah saya. Tapi mungkin di daerah lain jauh berbeda.

  24. hai…. salam kenal…

    • batavusqu said

      salam kenal juga, maap saya jawab karena saya perhatikan beliau sedang sibuk.
      Salam kenal dan sayang ya

  25. udienroy said

    wah makin padat saja nih persaingan. Hehe SMK saja susah dapat kerjaan apalagi macam diriku SD saja tidak rampung๐Ÿ˜†

    • batavusqu said

      wadoh, sd nya jurusan IT ya… manstab deh dan sukses buat kang udin

  26. muamdisini said

    mampir lagi mas kojeng..
    apa kabarnya?

    berbicara tentang SMK, adik perempuan saya juga siswi SMK, baru lulus kemarin…
    hanya saja ia tak mau langsung bekerja…
    nah ketika bersaing merebut bangku kuliah negeri, kalah dengan siswa/i SMA…

    waduh, gimana menyemangati hari2 nya yah…

    • batavusqu said

      smk nya jurusan apa kang, barangkali biar bisa bertukar kado hehehehe

  27. SMK sekarang jauh lebih baik, sekarang banyak yang lebih tertarik masuk SMK, lulusannya siap Kerja…
    Jaman sekarang mau cari apa kalau lulus sekolah susah kerja…SMK bisa kerja bisa jadi entrepeneur…
    Siip poko’e

    • batavusqu said

      pastinya kang, mari kita dukung para pengajar dan para kepla smk

  28. ditempat saya meng”kuli” atasan atasan saya banyak juga yang dari “SMK” yang membawahi sarjana sarjana

    jadi kenapa takut untuk masuk SMK…??
    (tapi bener ngak yahh paradigma SMK lekat dengan tawuran terutama STM….) salah satu pemikiran orang tua sekarang….

    • batavusqu said

      itu pemikiran yang kolot kang, SMK kan bukan hanya stm ya nggak kang

  29. aldy said

    Ini pemilik blognya lagi kemana ya ? kok udah lama nggak update ?

  30. iwaklele said

    wes pokoke hidoep SMK lah, hehehehehehehehe

  31. batavusqu said

    Salam Takzim
    Mengujungi sahabat di sore hari dengan tetap tiada bosan berdo’a semoga engkau tetap berada dalam keranda kebahagiaan bersama keluarga tercinta
    Salam Takzim Batavusqu

  32. agung said

    cvman iklan doang…nyatanya indonesia banyak pengangguran…

  33. perkembangan SMK saat ini menggembirakan ..
    jurusan2 yang ditawarkan saat ini sangat beragam dan memang sangat mengarah untuk memenuhi kebutuhan dunia kerja ..

    Cara Membuat Website

  34. sunflo said

    menurut saya, anak2 SMK itu anak2 hebat, mereka digembleng untuk mandiri dan punya skill ketika dah lulus, beda sama anak SMA yang mami banget (he..he..sy dulu juga anak SMA) setelah lulus ga bisa lgs kerja, kudu nglanjutin dulu ke kuliah… pokoknya mantap dech anak2 SMK. wkt zamanq dulu knapa yg lebih keren malah SMA yaa..SMK hanya dipandang sebelah mata, semoga di zaman sekarang ini, paradigmanya dah berubah…salut buat kalian anak2 SMK!!


    Teman-teman saya dulu kebanyakan dari kalangan menengah ke bawah, jadi kalo mau manja, manja pake apa? he.he.

  35. yuss said

    semua punya kekurangan dan kelebihan masing2…..
    SMK….Bisa…!!! SMA juga…!!!
    SMA…Bisa…!!! SMK juga…!!!
    Tergantung semangat dan dukungan untuk maju…!!!
    yaitu : Anak / siswa yang nglakoni….! dan Motivasi
    dari : Orang Tua………………..Kerjasama semua BISA…!

  36. muhammad said

    saya sedang berada di smk, merasa cukup banyak kekurangan di smk. sering saya melihat cara mengajarnya sangatlah kolot, apa yang di ajarkan itulah yang harus dipahami, siswa terkadang sulit untuk berkreasi dan berfiikir mandiri. sering saya menanyakan seluk beluk suatu komponen ke beberapa guru yang ada di smk saya, alhasil mereka tidak bisa menjawab bahkan meresponnya dengan kemarahan, tidak berkuliatasnya guru ini di benak saya. selain itu sistem pendidikan yang hanya menjadi “menjadi kuli” itu salah besar menurut saya. bisa dilihat dari materi yang diajarkan hanya cukup dasar saja, asal siap kerja. di jurusan otomotf sendiri kebanyakan hanya memperbaiki suatu komponen. “kenapa harus jadi kuli? , kenapa tidak proyeksikan untuk menjadi pemimpin/pemilik saja ? ” pikir di benak saya. betul smk pantas untuk yang mau menjadi pekerja, yang nurut saja apa kata pemimpin atau pemilik
    matur suwun yo๐Ÿ™‚

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: