Detik


Sesaat setelah mengucapkan salam, menengok kiri-kanan, mata ini tertuju pada detak jam di atas posisi peng-imam-an. Untuk beberapa saat mata ini tertahan, mengikuti tiap detik berjalan. Sedang mulut masih mengucap istighfar pengawal doa setelah menghadap sang Pencipta.

Ada yang berbeda kurasa, detik-detik seakan berganti dengan begitu cepatya. Bacaan tasbih, tahmid dan tahlil seolah terucap dengan cepat pula. Ah… Apakah detik-detik ini memang berputar lebih cepat dari biasanya? Apakah benar waktu kini berputar lebih cepat juga?

Setiap saat waktu berputar. Entah sedang apa kita. Apakah sedang beribadah, sedang bekerja, sedang tidur atau kita sedang berbuat dosa,waktu terus saja berputar. Dari detik pertama, beralih ke detik kedua, ketiga dan seterusnya.

Dan sekarang, berada di detik ke berapakah kita?


Ibaratnya, detik adalah baris dalam lembaran buku catatan hidup kita. Detik akan terus berjalan, menyusuri baris-baris kosong di hadapan. Mengisi baris-baris tersebut dengan setiap amal perbuatan kita,entah itu amal baik, ataukah amal buruk. Semua terekan di sana, di setiap detik, di setiap saat hidup kita…

Saat melihat detik berputar itu seperti saat ini, seakan waktu berjalan dengan begitu cepat. Lebih cepat dari biasanya kurasa.

Dalam hati saya bertanya, terisi apa saja catatan dalam hidup saya. Setiap detik yang dianugerahkan, apakah mampu kuisi dengan kebaikan? Atau berisi baris-baris sepi, seperti ketika terlelap dalam mimpi? Ataukah mungkin lebih buruk lagi?

Dan yang kini kusesali, kala teringat masa di mana dosa menjadi penghiasnya. Dan waktu, detik itu, tak mungkin diputar lagi untukku kembali…

Pun saat aku termenung seperti ini, detik tetap berjalan… baris demi baris pun terisi.

Sebuah renungan singkat tentang waktu, dan detik yang terus berlalu…

46 Komentar »

  1. Dangstars said

    Pertamaaaaaxxxxzzzz…

    • Dangstars said

      Alhamdulillah..
      Segala Puji Hanya Untuk Allah
      Yang telah Memberikan kita Nikmat,,…
      Baik Nikmat Hidup,Nikmat Islam Dan Nikmat Iman..
      Semoga Artikel ini menambah Kekuatan Iman Kita
      Amiiinnn

    • alamendah said

      ikutan pertamaaaaaxxxxz

  2. isnuansa said

    Saya merenung aja deh Konjeng. Memang banyak yang harus saya renungkan sekarang ini.

  3. indra1082 said

    Ingat dan sadarlah… sebelum detik itu berhenti…

  4. refa said

    Mampir dan merenung dulu ahh…

  5. Assalamu’alaikum,
    Sebaiknya kita memang harus menyediakan waktu untuk muhasabah/introspeksi diri, mengkaji dan mengevaluasi diri kita agar bila banyak salahnya, kita bisa segera melakukan perbaikan. (Dewi Yana)

  6. guskar said

    jangan membiarkan detik2 berlalu tanpa mengingatNYA.. 60 kali berdetik saja sdh menjadi 1 menit… dst.. tanpa terasa sangat cepat waktu berlalu

  7. setiap detik, setiap menit mulut dan bibir ini dibasahi dengan menyebut2 namaMU.
    Itulah harapan yg ada didalam hati ini.
    Jangan sampai terlambat, mulailah sekarang.
    Salam.

  8. Dangstars said

    Om Koje..
    Diundang ke tempat saya…

  9. iwaklele said

    jangan biarkan detik2 itu berlalu saja tanpa kita isi dengan hal2 yang lebih bermakna

  10. Aldy said

    Salah sendiri waktu dibiarkan berjalan sementara kongjeng hanya merenung doang.
    Waktu tidak akan pernah menunggu, merenunglah hanya dijinkan sejenak. Tidak diijinkan merenung kemudian menjadi termenung.

  11. Indo Hijau said

    Berpasrah diri kepada Allah SWT adalah sikap yang tawaduk, tetapi hanya merenung dan merenung tidak akan menghasil apa-apa.
    Bayangkan saja, detik saja tidak mau menunggu, apalagi hal yang lainnya.
    Berbuat sebisa yang mampu kita perbuat menurut saya adalah tindakan yang paling baik.

  12. arkasala said

    terkesan dengan artikel ini. Juga dengan beberapa komentar disini yang mengingatkan tentang pentingnya waktu ini.
    Trims. salam

  13. sedjatee said

    hhhmmmm… renungan yang sangat menyentuh,… semoga kita menyadari bahwa perjalanan waktu adalah perjalanan kita menuju keabadian… salam waktu…

    sedj
    http://sedjatee.wordpress.com

  14. touchy
    mengingatkan aku
    thanks mas

  15. Aladien said

    Hmmm. . . . .

    good post flend…
    aq jd k’bwa 🙂

  16. Andy said

    Waktu terus berputar, begitu juga roda kehidupan…

  17. KangBoed said

    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang
    ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaaaank
    I Love U fuuulllllllllllllllllllllllllllll

  18. KangBoed said

    HADIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIRRRRRRRRR

    MENGUCAPKAN SELAMAT ATAS NAMA PERSAHABATAN DAN PERSAUDARAAN

    SEMOGA DENGAN BERJALANNYA WAKTU SEMAKIN MEMPERSATUKAN KITA SEMUA.. TIDAK MELIHAT SIAPA KAMU.. APA AGAMAMU.. APA MAZHABMU.. TETAPI DENGAN MENYADARI KITA BERASAL DARI YANG SATU..

    SALAM SAYANG SELALU

  19. KangBoed said

    Tiada bosan bosannya mengajak sahabatku untuk melangkah….

    “Demi Masa sesungguhnya manusia itu merugi”

    Sebab tiadalah semua ini kecuali kembali kepada Fitrah Diri
    Mari bersama kita saling mensucikan diri menuju Illahi Robby
    Membersihkan diri melangkah menemukan diri sebenar diri
    Mulai menghampiri DIA tulus ikhlas karena CINTA
    Meraih keselarasan diri dalam Ketenangan Jiwa
    Menjadi Manusia seutuhnya meliputi lahir bathin
    Dahulu datang putih suci bersih
    Mudah mudahan kembali suci putih bersih

    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang
    ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaaaank
    I Love U fuuulllllllllllllllllllllllllllll

  20. detik2 proklamasi
    detik2 menjelang ujian
    detik2 menjelang kelahiran
    dan detik2 lainnya
    sungguh mendebarkan..🙂

  21. casrudi said

    Selamat pagi kang kojeng… semoga hari mu indah…🙂

  22. berkunjung

  23. detik itu tak pernah tertangkap, om.🙂

  24. KangBoed said

    Firman Allah swt: “Demi masa, sesungguhnya manusia itu dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal soleh, dan mereka pula berpesan-pesan dengan kebenaran serta berpesan-pesan dengan kesabaran”.(Al-Asr:1-3)

  25. KangBoed said

    jam demi jam terlewati.. bahkan setiap detiknya.. kesemuanya itu yang ada hanyalah 3 waktu saja.. Saat kemarin.. Saat ini.. dan saat besok (akan datang).. begitu posisi sudah ada di saat ini.. maka saat kemarin sudah terlewati dan masuk dalam Alam Lamunan Tuhan.. dan begitu pula saat besok (akan datang)/Nanti, berada pada Sirr/Rahasia Tuhan
    maka di katakan Allah dalam Qur’an : Wal Asri.. Demi Masa.. Innal Insaana Lafii Khusri.. Sesungguhnya Manusia itu dalam kerugian.. kerugian yang NYATA karena selalu disibukkan dengan ke EGOAN dan ke DIRIannya sendiri..

  26. Batavusqu said

    Salam Takzim
    Detik = waktu, bergerak tanpa henti dan takakan kembali, dan tak pernah ada yang sama, waktu senin ini beda dengan senin esok, senin lusa, senin yang akan datang..
    Sungguh menakjubkan perbedaannya.
    Salam Takzim Batavusqu

  27. bulbul said

    detik demi detik tak bisa terulang kedetik yang sebelumnya…!!!!

    saslam hangats…😀

  28. Hadi said

    Ikut merenung juga

  29. indra1082 said

    mampir lagi ah..masih gerimis diluar:mrgreen:

  30. Saat detik terus berlalu, dalam setiap hembusan nafas ini…Kadang kita lalai Mengingat-Nya…etrima kasih sekali, tulisannya sangat menginspirasi sekali…

  31. kaneadventure said

    hmmm nice post.
    salam kenal.

  32. dian said

    suka komennya kang boed. demi masa sesungguhnya manusia itu merugi. apa kita kayak benjamin button aja? kita balik usia. dari tua dan penuh dosa, menjadi bayi tak berdosa. bagaimana?

  33. dedekusn said

    pisss dulu🙂

  34. dedekusn said

    detik-detik kedamaian….

  35. dedekusn said

    Sukses terus mas Kolo

  36. KangBoed said

    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang
    ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaaaank
    I Love U fuuulllllllllllllllllllllllllllll

    • dedekusn said

      NURUTAN KANGBOTOL :
      Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang
      ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaaaank
      I Love U fuuulllllllllllllllllllllllllllll

  37. KangBoed said

    juragan kemana nyaaaaaaaaaaaaaaak

  38. cyzko said

    klo lagi bete ya langsung ke detik dot com aja hehehe

  39. dendin said

    menghitung hari detik demi detik …….

  40. detik demi detik memang sudah dilalui tanpa terasa, mengiringi perbuatan kiga, perbuatan baik ataupun buruk,
    waktu memang terus berjalan tanpa henti, dan seharusnya waktu kedepan kita bisa memperbaiki semua!
    Iklan Baris

  41. ada kalanya kita harus menyediakan waktu untuk merenungkan sesuatu. Koreksi diri untuk mencari apa yang harus di perbaiki dikemudian hari…semoga kita tetap bisa sadar bahwa kita selalu banyak salah dan dosa..tull ga?

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: