Film Ketika Cinta Bertasbih (KCB) 2


Jenengan sudah lihat film Ketika Cinta Bertasbih 2? Jika sudah, bagaimana menurut jenengan cerita di film KCB 2 itu? Bagus, atau malah mengecewakan?

Bagi jenengan yang belum menonton, di sini saya akan sedikit bercerita mengenai film tersebut. Kebetulan, pada hari lebaran ke 3 kemarin saya sempatkan diri menonton film tersebut bareng dinda bestari. Setelah penantian yang cukup lama sejak menyaksikan Ketika Cinta Bertasbih part 1, akhirnya saya bisa menikmati film tersebut seutuhnya. Lega rasanya…

Ah… Kalo jenengan tanya ke saya apakah film tersebut bagus atau tidak, saya dengan mantap akan bilang : BAGUS. Meski mungkin gak semua orang bilang film itu bagus, tapi setidaknya film KCB 2 itu cukup ampuh sampai membuat dinda bestari berlinangan air mata. Saya yakin beberapa diantara jenengan yang juga sudah menyaksikan film tersebut berpendapat sama dengan saya. Apalagi jika sebelumnya jenengan juga sudah menyaksikan KCB 1, kemungkinan besar jenengan akan merasa puas seperti saya.


Berikut ini adalah beberapa hal yang membuat film Ketika Cinta Bertasbih 2 bagus di mata saya :


  1. Alur ceritanya tak terduga

    Sejak awal menonton film KCB 1, saya sudah menduga bahwa pada akhirnya Azzam akan menikah dengan Anna. Namun, cerita tak berjalan sesederhana itu. Anna harus menikah terlebih dahulu dengan Furqon. Meski pada akhirnya mereka bercerai, pada saat yang bersamaan Azzam juga telah menyiapkan pernikahan dengan Fifi. Pupuslah skenario Anna vs Azzam di benak saya. Meski akhirnya Anna dan Azzam menikah, tapi bagian itu tepat berada di ujung cerita.

  2. Pemilihan tokoh yang pas

    Saya suka sama kelembutan Anna, saya juga suka wajah polosnya Azzam. Yang lebih membuat saya suka, akting ketiga adik Azzam (Husna, Sarah dan Lia) yang cantik-cantik itu benar-benar alami. Menurut hemat saya, proses audisi yang dulu digelar untuk memperoleh pemeran film ini cukup berhasil. Tidak ada kesan dipaksakan. Bahkan jika ada yang kurang pas pada pemilihan tokohnya, menurut saya justru terletak pada tokoh-tokoh pembantu yang diambil dari actor/aktris yang sudah terkenal.

  3. Karakter tokoh yang kuat

    Penggambaran karakter tokoh di film ini menurut saya cukup kuat. Saya tidak menjumpai penggambaran karakter yang tidak konsisten dalam film ini. Meski dalam kondisi dan situasi yang berbeda-beda, reaksi tokoh-tokohnya dalam menyikapi situasi tersebut bisa kita terima secara nalar. Selain itu, kita bisa dengan yakin menyebutkan karakter Azzam, Anna dan tokoh lainnya manakala kita ditanya bagaimana karakter mereka.

  4. Pesan yang disampaikan benar-benar dalam

    Saya benar-benar menghayati pesan-pesan yang hendak disampaikan Habiburrahman El Shirazy melalui film ini. Apa yang ditunjukka di film tersebut seolah memberi sudut pandang berbeda bagi saya dalam memaknai cinta. Di film itu, cinta digambarkan sebagai sesuatu yang indah, yang benar-benar diridlai Allah SWT. Cinta yang berjalan atas kehendak dan mengalir di jalan-Nya, membuat cinta begitu indah dipandang mata. Tidak ada kata menyakiti atau disakiti karena cinta. Selain itu masih ada banyak lagi pesan yang disampaikan, terutama yang berkaitan dengan ikhtiar dalam mencari jodoh secara islami.

  5. Banyak hal-hal kecil sebagai penyempurna

    Di film ini jenengan akan berjumpa dengan bakso cinta. Meski hanya dalam film, tapi ide bakso cinta menurut saya benar-benar bagus. Entah pengarangnya dapat ide dari mana tentang bakso cinta ini, jika saya pikir-pikir ide tersebut sangat brilian. Setidaknya menurut perhitungan saya, jika ide tersebut diterapkan di dunia nyata peluang berhasilnya cukup besar. Ide bakso cinta menurut saya adalah salah satu hal kecil yang membuat film ini semakin riil, tidak sekadar khayalan belaka.

  6. Ada Kota Kudus-nya juga…

    Kenapa saya menyukai hal itu, tentu sebagian dari jenengan sudah tau. Kota kudus adalah kota kelahiran saya, tempat kampung halaman saya berada. Ketika menyaksikan kota Kudus menjadi bagian dari alur cerita film tersebut, saya ikut tersenyum bangga. Meski Cuma sekilas Menara Kudus ditampilkan, dalam hati saya berteriak: Itu kota saya… Itu menara kebanggaan saya…

Setidaknya enam hal di atas-lah yang menjadi alasan saya menyukai film Ketika Cinta Bertasbih ini. Tentu itu semua dari sudut pandang saya. Jenengan mungkin punya pendapat berbeda mengapa film ini bagus di mata jenengan. Atau, jika jenengan punya pendapat yang bertolak belakang dengan saya, boleh-boleh saja tentunya.🙂

Saya memang sengaja tidak menuliskan sinopsis ceritanya di sini. Selain ceritanya yang mbulet-mbulet dan susah dijelaskan, tentunya biar jenengan yang belum menonton jadi semakin penasaran. Syukur-syukur bisa segera meluncur ke bioskop kesayangan. Dijamin, jenengan gak menyesal menyaksikan film ini. (he.he. Gak pake garansi uang kembali loh… :))

Cerita yang tak terduga dan pesan-pesan yang begitu dalam membuat film berdurasi sekitar 2 jam ini begitu enak dinikmati. Apalagi jika disamping jenengan adalah sang kekasih, dijamin… jadi mikir mau ngapa-ngapain… Ha.ha.:)

Note:

Meski agak terlambat, perkenankan saya menghaturkan MINAL AIDIN WAL FAIDZIN kepada Jenengan semua.

Mohon maa jika saya ada salah-salah kata yang membekaskan luka di benak jenengan semua.

Sebagai manusia biasa tentunya saya tak luput dari salah dan dosa.

Semoga Idul Fitri kali ini menjadi penghapus dosa, dan tentunya semakin mempererat tali silaturahmi di antara kita.

Aminnn…🙂

Related Topics : ………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

More at : UNCATEGORIZED

47 Komentar »

  1. alamendah said

    izin ya, Kang.
    Mau bilang PERTAMA, dulu

    #Kojeng : Silakan kang…🙂

    • alamendah said

      Mau segera nonton, ah…
      ada yang punya DVD bajakannya?. Hush…!!

      #Kojeng : Kemaren pas nonton gak sempet bikin bajakannya kang… he.he.

      • Dadang Supriadi said

        Yang asli Mas..ojo bajakan..

      • dedekusn said

        Ikut pertamaxxxxdunkkk!
        Mari nontooonnnnnnnnn!

  2. klo kojeng bilang bagus bundo siyh percaya.. hanya saja di Bukittinggi ga ada Bioskop.. jadi harus nunggu DVD bajakan.. hush.. hush..!!! **gara” mas Alam Endah niyh😛

    #Kojeng : he.he. kalo udah dapet bajakannya, saya dibagi juga ya jeng…🙂

    • Dadang Supriadi said

      Layar tancapkan ado..?

      • dedekusn said

        WHAT IS ADO…? …..WWWKKKKKK

  3. guskar said

    AAC dan KCB 1 saya nggak nonton… sedangkan KCB 2 sepertinya nggak akan nonton jg… bukan krn saya tinggal di bukittinggi yg nggak ada bioskopnya (ehm..lirik komeng bundo di atas dulu hi..hi…), ttp baca resensinya sdh cukup…apalagi ditambah resensi mas kojeng di atas.. rasanya sdh nonton KCB deh…🙂

    lagi2 kudus masuk di film ya… sebelumnya di film KING menara kudus jg nampak.. (klo film ini saya nonton, maklum 2 gadis saya merengek2 minta diantar untuk nonton film ini)..

    #Kojeng : Padahal saya pengen buat jenengan penasaran loh Gus… he.he.

  4. arkasala said

    Membaca novelnya seru juga dan dramatis. Hanya endingnya yang berkesan dipaksakan untuk segera tamat (itu kesan saya lho … ketika Anna menikah dengan Azzam).
    Saya sendiri tidak menonton AAC dan KCB, khawatir tidak sehebat di novelnya. Termasuk khawatir salah membayangkan kecantikan Anna Antafunisa he he.
    Trims atas artikelnya Mas. Salam

    #Kojeng : Saya malah belum baca novelnya… he.he.🙂

    • guskar said

      Termasuk khawatir salah membayangkan kecantikan Anna Antafunisa

      gusti Allah sungguh mahakreatif menciptakan makhluk secantik anna itu… saya liat gambarnya saja sdh dmkn kesengsem..🙂

      #Kojeng : Emang manis-manis bener yang main… kalo saya malah kesengsem sama yang jadi adeknya azzam, si husna itu loh… he.he.

  5. Indo Hijau said

    Sejak kapan menjadi penulis resensi film ?

    #Kojeng : Sejak kenal blog… he.he.

  6. Aldy said

    Aku udah nonton kang yang KCB1, tapi yang vcd bajakan….tempat nggak ada bioskop, kalau nggak VCD bajakan yang DVD bajakan, Dosa Ya ?

    #Kojeng : Dosa? Hm… nunggu fatwa mui aja pak… he,he,🙂

  7. Aldy said

    Kalau yang KCB1 ada kang Alamendah….ntar saya kirim….hiks

    #Kojeng : Saya juga mau pak, buat koleksi…😀

  8. Aldy said

    Kang tukeran link ya ? udah ada di friends blog, mohon di cek

    #Kojeng : Oke pak, link juga sudah saya pasang. Thanks.🙂

  9. muamdisini said

    benar ms kojeng…seseorang disebelah saya sambil matanya berkaca-kaca sampai berkata “bagaimana jika kejadian itu dialami oleh saya?”…
    Pelajaran yang saya tangkap dari film ini adalah arti keikhlasan, ikhlas dalam setiap segi-segi kehidupan termasuk melepas orang-orang yang tersayang…

    #Kojeng : Mas muam berkaca-kaca juga ndak? he.he.

  10. iwaklele said

    wah q malah belum liat filmnya jadinya ya gak bisa ngasih komen, hehehehe.
    yang pasti met idul fitri juga ya, maaf lahir bathin
    kita draw ya 0-0, hahaha

    #Kojeng : Nonton yuk… Nyonya’e diajak mas…🙂

  11. hmmm.. sebenarnya saya pesimis sama film ini.. tapi, krn saya org awam dan udah banyak yg bilang bagus, yasudah,, bakalan nonton kayaknya. coz bukan sembarang orang yg bilang bagus sih… teman saya sendiri yang calon penghapal alquran itu… yg bilang bagus pada saya. jd pingin tau.😉

    *pengalaman sama film ayat2 cinta sih om,,, jadinya males nonton ini. saya pikir terlalu di monetize agama itu.* yg diangkat bukannya soal agama seperti yg di novel, malah terlalu ke masalah cintanya. jadi berdasarkan itu saya jadi males. taaruf hanya dijadikan pengetahuan. bukan dijalankan. sementara pacaran masih membudaya. ups maap klo ada yg kesindir hihi… yaa… namanya masih awal ya om. dakwah tidak bisa menyebar begitu saja kpd khalayak ramai, kudu dikenali dalam2 dulu. tp sy harap ini gak jadi tontonan saja. sy harap suatu saat taaruf, budaya tak pacaran (namun langsung nikah), lalu budaya tahfidz, dll bisa jadi TREN kawula muda.

    #Kojeng : film KCB 2 merupakan sambungan dari KCB 1, kalo belum nonton yang KCB 1 mungkin agak kurang sreg ceritanya. Kecuali kalo jeng dhilla dah baca novelnya…
    Hm, soal taaruf tanpa lewat pacaran, mungkin agak susah diterapkan sekarang. Jika budaya masyarakat masih seperti sekarang, saya sendiri jika disuruh nikah tanpa kenal orangnya luar-dalam terlebih dahulu mikir-mikir juga jeng. Kecuali jika si laki-laki dan perempuan sudah jelas kualitasnya, seperti yang disebutkan Rasulullah SAW: kecantikannya, hartanya, keturunannya baik-baik, agamanya. Maaf bagi yang kurang berkenan…🙂

    • hehe… beda pendapat oke kok om.. ya gak? iya sih, klo bisa dapetin empat2nya… tapi paling tidak agamanya kudu dipertahankan.🙂

      • dedekusn said

        IYA NENKDHILA….
        *pangjawabkeun*

  12. Zulhaq said

    beberapa hari yang lalu, sempat ngeliat ulasannya di TV, kayaknya keren, tapi sayang, KCB 1 pun belum sempat di tonton he3, eh udah ada yang kedua aja

    mohon maaf lahir dan bathin yah🙂

    • Dadang Supriadi said

      Buruan nonton keburu keluar yang ke 3

    • kan emang dibuat sampe 3 episode di bioskop pak zulhaq. sesuai novelnya.😉

  13. mungkin saya besok akan nonton , biasanya hari pertama tapi saat ini heran aku belom nonton, aku melihat film ini seperti nonton diri sendiri

    • Dadang Supriadi said

      Bercermin dong…
      hi..hi..hii..hhhiii

  14. dian said

    hanya hanya tertarik di bagian terakhir…
    ada kota Kudusnya. hehehe
    salam!!

    • Dadang Supriadi said

      Hebat dong Kota Kudus..ya..?

  15. Dadang Supriadi said

    Cerita yang tak terduga dan pesan-pesan yang begitu dalam membuat film berdurasi sekitar 2 jam ini begitu enak dinikmati. Apalagi jika disamping jenengan adalah sang kekasih, dijamin… jadi mikir mau ngapa-ngapain… Ha.ha.:)
    Gitu kan..?

  16. Kang, masalah bakso cinta, sy pikir bukanlah ide original dari penulis naskah atau pembuat film.. Kenapa?

    Karena jika akang berkesempatan jalan ke Bandung kemudian naik ke arah lembang, maka akang akan menemukan sebuah tempat makan bakso dengan tagline ” ungkapkan cinta anda dengan semangkuk bakso ” aka bakso cinta… Dan warung bakso itu setahu saya sudah lama ada sebelum film ini rilis… Sangat sulit kang menemukan sesuatu yang original didunia perfilman kita..susah banget…#sambil geleng2…

    Lanjut ah…. (Berlalu sambil makan bakso)

  17. Duh, saya kok belum nonton yg ke-1 dan apalagi yg ke-2 nya……hiks…….hiks…..
    namun, baca resensi dr Mas Kojeng, rasanya cukup memuaskan dan menakjubkan,
    yakin kalau Mas Kojeng bilang bagus.
    salam.

    • Aldy said

      KJalau gitu cukup bunda, nggak usah nonton aja…

    • dedekusn said

      idem dgn bunda……😀 😦

  18. Selamat Idul Fitri 1430 H
    Minal aidin wal faizin
    Maaf lahir batin
    Salam hangat dari Surabaya

  19. ikiakukok said

    selamat hari raya idul fitri. mohon maaf lahir dan batin.

  20. ikiakukok said

    saya belum nonton…

  21. wieda said

    hehehe bagus yah? kadang saya nonton di YouTube, jadi sepotong2…..
    soalnya ga betah klo harus nonton film di gedung bioskop dan duduk manis….(berlaku dimanapun)
    didepan teve aja ga betah jeh
    piye kabarem kang?

    *ethok2egayakudus*

  22. ada award dari dila om… pliz see on http://dhila13.wordpress.com/2009/09/27/jabat-tangan-award/

  23. sobatsehat said

    belum sempat nonton sahabat di bangka belitung nggak ada 21, salam kenal sahabat

  24. dedekusn said

    Film….
    KCB2……..
    pasti nice……
    ada yg mau beri tiket gratissssss?

  25. zipoer7 said

    Salam Takzim
    kang Kojeng, saya juga mau menyampaikan Mohon Maap Lahir dan Batin, sering salah..
    Salam Takzim Batavusqu

  26. iskandaria said

    Setuju banget ama reviewnya mas. Saya juga udah nonton dan nulis reviewnya, tapi gak sebagus ulasan mas di atas😀

    Semoga ke depannya saya bisa lebih baik lagi dalam menulis opini film. Soal KCB 2, secara umum bagus. Pesan-pesan moralnya juga terkemas dengan baik.

  27. Badruz said

    Hidup film Indonesia.

    Hiduuuup…. mari kita dukung pak…🙂

  28. mantap..

  29. aris alfonsius said

    telat gue kirim komentar untuk film ini tapi ga apa lah……singkat lah krn udah basi. yg pertama tema poligami BASIIIIIIIIIIIIIIII (apa ga ada tema lain di islam yg menarik selain poligami????
    Arisan (film nia dinata) udah angkat isu ini jauh lama sekali…..singgung dong tema terorisme…..

    yang kedua…yah…sama aja kayak yg pertama, sinetron Bung!!!! pensiun lah secepatnya chaerul umam….

    • bagong said

      loe kalo gatel2 jangan garuk2 disini! nanti virus hiv loe nularin orang..

  30. daniela faras said

    oh iya bulan puasa nti jadi sinetron looh pada nonton ya, aku suka banget

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: