Lebaran dan fenomena outsourcing itu…


Lebaran sudah tinggal hitungan hari, tinggal semingguan kita menikmati indahnya Ramadhan, dan sebentar lagi hari kemenangan akan kita sambut bersama dengan suka cita…

Lebaran.

Kata yang begitu berarti bagi sebagian besar kita. Hari yang digadang-gadang sebagai pintu kemenangan, yang dengan memasukinya kita berharap beroleh kefitrian kita… Semoga memang begitulah lebaran kita nantinya…🙂

Bicara soal lebaran, ada yang mengganjal di hati saya… Menyongsong lebaran tahun ini, seperti tahun-tahun sebelumnya, saya dihadapkan pada fenomena yang bagi saya kurang menyenangkan…

Bukan tentang saya. Juga insyaAllah bukan tentang keluarga saya. Saya dan keluarga, insyaAllah, bisa merayakan lebaran ini dengan indahnya, seperti jenengan semua. Bersama keluarga, menikmati saat dimana keluarga bisa berkumpul semua. Bersama dinda, saling memaafkan dan memantapkan kasih sayang.

Ini tentang rekan-rekan kerja, yang nasibnya tak seberuntung saya…

Kita boleh saja bermimpi tentang apa saja. Harapan pun bisa kita gantungkan setinggi yang kita suka. Namun hidup bukanlah mimpi yang sempurna. Hidup tak sepenuhnya bisa mewujud menjadi kenyataan dari mimpi-mimpi kita.

Itulah kenyataan yang dialami rekan-rekan kerja saya… yang sudah mengabdi jauh lebih lama dibanding saya. Yang pernah merasakan pahit-getirnya pekerjaan yang kini saya nikmati. Yang karena ketidakberuntungan mereka kehilangan harapan dan bekerja dengan setengah pasrah…

Mereka adalah tenaga alih daya (outsourcing) yang kebetulan bekerja bareng saya. Yang kini kehilangan harapan untuk menjadi pegawai tetap ketika sistem outsoucing diterapkan. Yang dengan berat hati mesti menjadi “pihak ketiga” padahal mereka bekerja di pihak yang sama dengan saya…


Saya yakin jenengan sudah paham dengan fenomena outsourcing ini… Saya yakin tidak ada pekerja yang menghendaki sistem ini. Tak seorang pun, setau saya…

Sistem kerja Outsourcing yang dulu banyak ditentang itu akhirnya tetap berjalan juga. Meski saya Alhamdulillah tidak pernah menjadi bagian dari mereka, toh saya pun merasakan efek buruknya. Sistem yang menurut saya memang tidak menceriminkan rasa keadilan, yang lebih memenangkan pemilik modal dan pembuat peraturan.

Mungkin tidak ada yang “salah” dan tidak ada yang mau disalahkan atas efek penerapan sistem outsourcing ini. Ketika sistem ini telah dilegalkan dengan perangkat undang-undang, semua pihak dengan leluasa beroleh pembenaran.

Dengan mudah mereka bisa melempar tanggung jawab kepada pihak lain (pemerintah, pemegang saham, pemilik perusahaan sampai keadaan dan tuntutan jaman), dan dengan pelan mereka mengatakan mereka tak sanggup berbuat apa-apa.

Namun yang pasti, kaum pekerja lah yang paling dirugikan…

Mereka adalah rekan-rekan yang bekerja sama kerasnya dengan saya. Yang sama-sama mengalirkan keringat demi mengalirkan pundi-pundi rupiah ke perusahaan. Tapi, imbalan dan kesejahteraab yang mereka terima, jauh sekali dari yang saya terima…

Kadang saya berpikir, bahkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, rasanya tidak mungkin jika hanya mengandalkan penghasilan bulanan. Bagaimana mereka bisa beroleh kesejahteraan? Dengan terpaksa mereka setiap hari mesti memutar otak, bagaimana memperoleh penghasilan tambahan, agar anak bisa terus sekolah, agar lebaran nanti bisa ikut meriah…

Bukan itu saja, pekerja outsourcing sejauh yang saya amati adalah pekerja dengan posisi tawar yang amat lemah. Yang rawan sekali menerima perlakuan tidak adil. Yang tidak bisa merasakan nyamannya bekerja, karena dihantui rasa takut akan PHK yang bisa sewaktu-waktu datangnya.

Entah mengapa, di luar sana masih saja ada jiwa-jiwa kejam yang rela mengebiri hak-hak kaum pekerja. Yang dengan seenaknya mengambil hak yang semestinya mereka berikan. Yang rela ongkang-ongkang kaki, mengambil keuntungan dari tiap tetes keringat pekerjanya… Yang merasa lebih berkuasa dari pada perusahaan yang sesungguhnya membayar mereka…

***

Ditengah kesiap-siagaan saya menyambut lebaran kali ini, di benak saya masih tersimpan raut wajah kecut rekan-rekan saya itu. Yang masih bingung memikirkan baju baru untuk anak-anak mereka, yang masih bingung apakah di meja tersedia makanan layak untuk menjamu tetamu yang datang saat lebaran.

Saya cuma bisa berusaha, membantu agar mereka memperoleh haknya. Meski saya bukan penguasa yang bisa serta merta merubah nasib mereka, tapi saya bisa membantu mereka bersuara. Dengan menyampaikan suara mereka ke telinga-telinga yang semestinya, yang karena kesibukan mereka tak sempat mendengarnya.

Ya Allah… Engkaulah yang memiliki kuasa atas semua hamba-hamba-MU. Yang bisa memilihkan yang terbaik bagi kami. Berikanlah kami jalan yang terbaik menuju ridho-Mu….

Salam sayang untuk sahabat-sahabatku semua…


54 Komentar »

  1. Aldy said

    Ingat sahabat, dunia ini penuh dengan srigala berbulu domba, namun dibalik itu semua…haruskan lebaran dengan menggunakan sesuatu (baju, misalnya) yang baru ?
    Perasaan saya, udah lama nggak pernah beli pakaian baru waktu lebaran….pake yang ada saja. Saya Nikmatnya kok.

    • finda said

      ya..ya outsourching…memang buat ketar-ketir bg sbgian org.. moga Allah slalu mlimpahkan rizki-Nya kpd qt smua…

    • Mengunjungi sahabat, bersilaturahmi.
      Mengucapkan selamat merayakan hari BESAR.
      Dengan penuh suka cita.
      Kumpul bersama sanak keluarga.
      Saling bermaafan-maafan dengan ikhlas.
      Agar jiwa menjadi bersih.
      Lepas dari kebencian, dendam, dan keserakahan.
      Selamat Idul Fitri 1430H
      Semoga kita semua berbahagia. Amien.

      • refa said

        SELAMAT IDUL FITRI 1430 H
        Tidak lupa : Mohon Maaf Lahir & Bathin

        Salam takzim.

  2. Aldy said

    Aha….ternyata aku yang pertamaxxxx, aku bensin, aku solar, aku minyak tanah, aku premium, aku kayu bakar, aku oli bekas,…..NOT MAN THIS NOT SPAMMING !!!!.

  3. Indo Hijau said

    Dari satu sisi outsourching memang menguntungkan, terutama untuk managemen perusahaan. tetapi dari sisi lain ada kesan menindas karyawannya sendiri.
    Ini seperti dua mata uang yang bersisian. Seharusnya outsourching membuat perusahaan bertambah maju, bertambah keuntungannya. Kalau nggak ngapain harus dilakukan outsourching.
    Persoalannya sang pemilik tidak begitu rela berbagi keuntungan terlalu banyak dengan bawahnnya.
    Itulah realitas kehidupan yang tidak bisa kita ingkari….

  4. Rychan said

    sekedar mampir untuk ngabuburit mas…………………

  5. ya ini membuktikan pengambil keputusan belum berpihak dengan orang kecil yang harusnya di bantu. sedih

  6. Dangstars said

    Ok..laporan tugas telah diselesaikan,link sudah terpasang

    Mereka adalah tenaga alih daya (outsourcing) yang kebetulan bekerja bareng saya. Yang kini kehilangan harapan untuk menjadi pegawai tetap ketika sistem outsoucing diterapkan. Yang dengan berat hati mesti menjadi “pihak ketiga” padahal mereka bekerja di pihak yang sama dengan saya…

  7. Bundo hanya bisa berdoa semoga Allah melindungi mereka semua dari rasa susah dan kesedihan..

    Allah ada pada orang-orang yang teraniaya.. bila kita tak mengacuhkan mereka, sesungguhnya Allah yang telah kita abaikan..

  8. DeFOC-0926 said

    Salam Takzim
    Pilu memang bila teman seobrolan teman satu ruang harus terjerembab dengan aturan management outsourcing, satu sisi diuntungkan sisi lain muntahan cacian pekerja keluar, entah gaya apa yang dirilis pemimpin PT ini hingga nilai-nilai kemanusiaan terkesampingkan
    Salam Takzim Batavusqu

  9. sayang semuanya terutama pemerintah belum begitu memahami cara mengankat derajat rakyat jelata secara kongkret

  10. jadi runyam juga..t4 saya mempekerjakan ratusan orang, no outsorcing sih..dan hak-hak nya cukup diperhatikan..

    untuk outsorcing, batasannya tetap undang-undang dan adanya pihak ketiga yang menengahi..terkesan sudah usang kata-kata “pihak ketiga”…tetapi tahu sendiri kan wakil rakyat terpilih itu harus bermodal berapa? uang dari mana? jadi bisa diprediksi kemana “hati” wakil rakyat” yang sangat diharapkan jadi pihak penengah antara pengusaha dan pekerja outsorce…

  11. dedenia72 said

    tapi memang benar kata mas kojeng bahwa tidak ada pihak yang salah dan mau disalahkan karena memang tidak melanggar undang-undang, tapi pasti ada pihak yang dirugikan..namun adanya outsourcing saya kira dapat menjaga stabilitas tenaga kerja..dengan adanya rotasi seperti ini akan ada kesempatan kerja bagi penganggur..
    yah ini cuma pandangan saya saja..
    salam rimba raya lestari..

  12. BeLajaR said

    waduw,,, ga ngerti musti komen apaan.
    mampir aja…🙂

  13. genial said

    life is only

  14. Iya Mas Kojeng,
    Menyambut lebaran sebagai kemenangan dan keprihatinan kita terhadap sesama. Thanks atas renungan yg mencerahkan.

    Salam sejahtera

  15. guskar said

    sistem outsourcing (OS) sering disalahgunakan oleh perusahaan pemakai dan pengelola TK (tenaga kerja) yg nakal. kenapa saya sebut nakal? karena perusahaan yg baik tak kalah banyaknya : mereka ttp memperhatikan hak2 karyawan OS, diberikan tunjangan ini-itu tmsk THR, diikutkan program jamsostek dll. mereka tidak sepeserkan memotong hak karyawan OS, karena mereka telah mendapatkan fee dari pengelolaan TK.
    saya prihatin kok masih ada perusahaan OS yg tega tidak memberikan hak2 normatif karyawannya?

  16. muamdisini said

    prihatin juga mas..
    sebagian kawan-kawan bahkan ayah saya juga merupakan bagian dari “mereka”…
    setiap lebaran menjelang tak jarang harus “menggali lubang”…

  17. casrudi said

    Tentang OS (Outsourcing System) saya setuju sama komen Mas Guskar, ada beberapa yang memang nakal. Tapi banyak juga perusahaan yang memakai OS bersikap “baik” pada karyawannya dengan tidak memotong hak-hak karyawan. Saat lebaran inipun THR bisa turun sesuai aturan yang tidak merugikan karyawan.

    Saya turut prihatin dengan rekan-rekan Mas Kojeng, semoga kedepannya ada perubahan yang signifikan, terutama dalam hal materi.

  18. gak tau mau komen apa om. cuma bisa merenung.🙂 hikzx

  19. wieda said

    wah saya ga mudeng blas ttg peraturan ini…

    Di tempat saya tinggal, status saya hanya PR (permanen residen) saya tetap WNI, tapi saya dapat hak2 yg sama dengan WN disini, jadi hak2 saya sama ndak ada bedanya.
    Saya harus bayar pajak, saya dapat semua tunjangan sesuai dengan pekerjaan saya juga.

    jadi dalam hal ini tergantung pemerintah yg membuat aturan, dan harusnya pemerintah harus menindak perusahaan2 yg memperlakukan karyawan “alih daya” dengan tidak wajar…..

    susah yah? klo kerjaan sama tapi beda banget benefitnya?

  20. Hanster said

    Lg bingung nh mw komen apa…
    Numpang lewat baca2 aja dh.. hehe

  21. D3pd said

    Saya mengucapkan, mohon maaf lahir dan bathin, selamat hari raya idul fitri 1430 Hijriah, 2 minggu saya mudik ke kampung halaman tercinta, ^_^…V terima kasih sobat miss you

  22. Rigih said

    outsourcing, sepertinya jadi pisau bermata dua. disatu sisi, jelas melukai pekerja. sementara di sisi lain, pemberi kerja mencari yang terbaik. yang perlu dibenahi mungkin adalah perjanjian dalam outsourcing itu. dimana pekerja mestinya mempunyai posisi yang lebih baik, sekaligus tidak merugikan pemberi kerja.
    butuh semacam saling ketergantungan. kalau tidak, ya kapitalis lah yang akhirnya berperan besar.

  23. KangBoed said

    Tertunduk ku dimalam ini
    Terdiam mencoba berucap nada CINTA
    Alunan Zikir alam semesta sayup terdengar
    menyapa mesra diri lemah tiada daya
    kudengungkan dalam qolbu terdalam
    Nyanyian pengagungan dan penyembahan
    Hadirkan diri dalam CINTA membara
    Perlahan tapi pasti getar menyambut
    Bagaikan gelombang membuat diri tergetar
    Hanyut sudah dalam buaian syahdu
    Diri hilang lenyap dalam pangkuanNYA
    Terang benderang padang terawangan..
    hilang.. lenyap.. tiada keberadaan..

    doooooh nikmaaaaatnyaa

  24. KangBoed said

    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaaaank
    I Love U fuuulllllllllllllllllll

  25. dedekusn said

    Turut prihatin mas, OS ternyata banyak efek negatifnya.
    mumpung msh di bulan ramadhan, mari kita brdo’a, brusaha agar mereka, kita, mndapat kbruntungan, kemenangan di hari raya ini dan selamanya. amin!

  26. richocean said

    renungannya panjang & berat nih …

    Yang mau mudik naik mobil pribadi boleh mampir ke blog saya
    http://richocean.wordpress.com/2009/09/15/tips-mudik-mobil-pribadi-bandung-malang-lewat-jalur-tengah-jawa/

    Buat rekan2 yang mau berikirim2 ucapan Idul Fitri, boleh mampir ke tempat saya,
    http://richocean.wordpress.com/2009/09/14/kirim-sekarang-ucapan-idul-fitri-anda/

    atau jika sempat main ke blog saya ttg wisata alam:
    http://richmountain.wordpress.com/wisata/rizqi-firdaus-agro-wana-widya-wisata-1/

    salam kenal😆

  27. Hari Raya besar umat Islam yang ditunggu2 kemeriahannya. Namun hakikatnya tidak hanya sekedar ceremoni belaka, namun diharapkan kita menjadi insan yang lebih baik kedepannya

    salam mampir ke blog kami
    Support me in SEO Contest. Thanks for your atention

  28. Hari Raya besar umat Islam yang ditunggu2 kemeriahannya. Namun hakikatnya tidak hanya sekedar ceremoni belaka, namun diharapkan kita menjadi insan yang lebih baik kedepannya

    salam mampir ke blog kami
    Support me in SEO Contest. Thanks for
    your atention

  29. zipoer7 said

    Salam Takzim kang
    Menulis kadang salah
    Singgah kadang tak teratur
    Inginnya melepas salah
    dengan Jarak coba ku Atur

    Minal A’idin Wal Faidzin, mohon maap lahir dan batin
    Batavus menekuk lutut

  30. dedekusn said

    Kunjungan malammm….
    pisss..

  31. dian said

    Semoga, yang tidak terbalas di dunia akan diterima di hari perhitungan nanti. Termasuk tiap tetes keringat yang dibayar sesedikit itu.
    Selamat idul fitri…

  32. Hadi said

    Met lebaran mas kojeng, maaf lahir batin

  33. Hadi said

    Met lebaran mas kojeng, maaf lahir batin.

  34. perigitua said

    haddiirrrrrr….

    Meniti ramadhan mengurai khilaf…
    Mengharap tiada tersisa khilaf dan dosa…
    Taqabbalallahu Minna Wa Minkum Syiyamana Wa Shiyamakum…
    Selamat Hari Raya Idul Fitri Sahabatku sayang…
    Mohon Maaf lahir dan batin….

    cu….

  35. arkasala said

    saya sependapat dengan yang di katakan Guskar Mas. Semoga kelak ada upaya perbaikan karena meningkatnya ekonomi buruh juga akan memberikan kontribusi yang besar terhadap perekonomian kita. Semoga saja.

    Bersama ini pula saya menyampaikan saya pamit Mudik dulu ya.
    Selamat merayakan Hari Raya Idul Fitri. Taqqobalallahu minna waminkum.
    Mohon maaf lahir batin. Salam untuk keluarga. Tks

  36. Assalamu’alaikum,
    Kita sudah memasuki penghujung Ramadhan, sebentar lagi Lebaran, saya mohon dimaafkan atas segala salah dan khilaf, mungkin dalam memberikan komentar ada yang kurang berkenan, tolong di bukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya. Selamat Idul Fitri, 1 Syawal 1430 H. Mohon maaf lahir batin. (Dewi Yana & Keluarga)

  37. KangBoed said

    Terselip khilaf dalam candaku,
    Tergores luka dalam tawaku,
    Terbelit pilu dalam tingkahku,
    Tersinggung rasa dalam bicaraku.
    Hari kemenangan telah tiba,
    Semoga diampuni salah dan dosa.
    Mari bersama bersihkan diri,
    sucikan hati di hari Fitri.
    Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H
    Taqobalallahu minnaa wa minkum
    Shiyamanaa wa shiyamakum
    Minal ‘aidin wal faizin
    Mohon maaf lahir dan batin
    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaaaank
    I Love U fuuulllllllllllllllllll

  38. KangBoed said

    Kedaling rasa nu pinuh ku bangbaluh hate, urang lubarkeun, ngawengku pinuh ku nyuuh, meungpeung wanci can mustari. Taqabalallahu Minna Wa Minkum
    Wilujeng Idul Fitri 1430 H, sim kuring neda dihapunten samudaya kalepatan.
    Kuring neda dihapunten kana samudaya kalepatan, boh bilih aya cariosan anu matak ngarahetkeun kana manah, da sadayana oge mung saukur heureuy, manusa mah teu tiasa lumpat tina kalepatan jeung kakhilafan

  39. Riyanti said

    M3l4t! sem3rb4k h4rum m3wangi
    S3bagai p3nghias di Hari Fitri
    Blog nie h4d!r p3ngg4nt! Dari
    Ulur4n tang4n Silaturahim
    Selamat hari Raya Idhul Fitri 1430 H
    Mohon Maaf Lahir dan Bathin

    Salam sayank ^-^

  40. casrudi said

    Meminta maaf tidak menjadikan kita hina, sebaliknya memberi maaf akan membuat kita bangga. Saling memaafkan & silaturahmi yang menjadikan kita mulia. Taqabbalallohu minna wamiunkum, taqabbal yaa kariim..

    SELAMAT IDUL FITRI 1430 H, MINAL AIDIN WAL FAIDZIN
    Mohon maaf lahir & batin

  41. Andy said

    Sekarang ini tanggal 19 september 2009 adalah hari terakhir kita melaksanakan ibadah puasa dan besok harinya tanggal 20 september 2009 kita telah memasuki hari yang ditunggu tunggu yaitu hari kemenangan, hari yang suci dari penghapusan dosa, maka itu saya pribadi mengucapkan selamat “HARI RAYA IDUL FITRI 1430H, MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN”

  42. Sobatku bung kojeng,

    Rasa syukur, cinta dan keagungan Tuhan
    Kepasrahan diri, kasih Tuhan dan kasih sesama
    Tertuang melalui kata-kata yang sederhana, namun sarat makna
    itulah wajah cinta kita

    Kata-kata yang sederhana itu, lahir dari hatiku yang paling dalam,
    Ketika dan jika ada komentar saya yang tak berkenan dihati anda,
    Mohon maaf lahir batin, Minal Aidin Walfaizin,
    Selamat Hari raya idul fitri 1 Syawal 1430 H
    Salam sejahtera selalu

  43. om kojeng maafin kesalahan dila yaaaaaa…. kayaknya daku banyak salah ke om. hehe.🙂

  44. met malam dingin di daerahku membuat kangen akan daerahmu ketika pagi didaerahku aku teringat akan dingin kota di lahat sumatra selatan. riang diri ini melihat suka citanya idul fitri di Makasar. aku teringat petang itu di sebuah kampung di garut yaitu kampung naga. dan ketika aku nyalakan laptop ini aku teringat akan blog ini penuh dengan kreativitas dari sebuah karya seorang anak bangsa . terima kasih persahabtannya dari aku yang mencintai persaudaraan

  45. genial said

    mohon maaf lahir dan bathin kang🙂

  46. Assalamu’alaikum wr. wb.
    Mas Kojeng, bunda pribadi dan keluarga mohon maaf lahir dan bathin,
    atas segala kekhilafan dan kata2 yg kurang berkenan,
    baik dlm memberikan komentar maupun posting.
    Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H.
    Salam hormat utk Dinda Bestari.
    Salam.

  47. deeedeee said

    mohon maaf lahir batin juga ya mas kojeng…

    hehe.. saya termasuk kary. outsourcing, mas.. mungkin msh rezekinya demikian, tp insya alloh setelah lulus kuliah nanti akan segera mencari yg jauh lebih baik dr berbagai hal dibanding yg skr ini😉

    semoga sistem yg merugikan seperti ini bisa berkurang atau bahkan tdk ada lagi..

    eniwei, met idul fitri ya…

  48. Selamat Idul Fitri 1430H
    Minal aidin wal faidzin.
    Taqabalallahu minna wa minkum
    Mohon maaf lahir dan bathin.
    Salam hangat dari Jombang

  49. Saung Web said

    Alhamdulillah.. gema takbir dan tahmid telah berkumandang.. Ramadhan
    tahun ini usai sudah … semoga kita diberi kesempatan untuk bertemu dan berpuasa kembali di ramadhan tahun depan.. amin..
    Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H, Taqabbalallahu Minna Wa Minkum Shiyamana Wa Shiyamakum. Mohon maaf lahir dan batin ..

  50. apdet dunk, om kojeng…:mrgreen:

    #Kojeng : Tuh udah, jeng…🙂

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: