Batik itu milik kita…


“Terkait dengan peresmian batik sebagai warisan budaya dunia asal Indonesia, Presiden Yudhoyono meminta seluruh masyarakat Indonesia pada tanggal 2 Oktober 2009 mengenakan batik.”

Itulah petikan berita yang hari ini (8/9/09) dimuat harian Kompas, yang kemudian menginspirasi saya untuk menulis postingan ini. Berita tentang ditetapkannya Batik sebagai warisan budaya dunia yang berasal dari Indonesia.

Tentu masih segar diingatan, bagaimana marahnya kita atas sikap Malaysia yang mengklaim budaya-budaya milik bangsa Indonesia. Reog Ponorogo, lagu Rasa Sayange, Motif batik hingga, tari pendet dari Bali bisa-bisanya diklaim oleh mereka.

Sebenarnya awal-awal berita klaim itu, saya berniat menulis postingan sebagai partisipasi “kemarahan” saya. Namun setelah berjalan-jalan ke blog jenengan, sebagian besar menulis artikel dengan tema serupa. Akhirya saya memutuskan partisipasi “kemarahan” saya lewat kolom komentar di blog jenengan saja.

Dari yang saya amati,dalam setiap kasus klaim budaya yang dilakukan Malaysia, pemerintah selalu menjadi pihak yang dipersalahkan. Ketidakmampuan melindungi budaya yang berakibat terjadinya klaim yang berulang, konon mengindikasikan lemahnya perlindungan pemerintah.

Entah, mana yang benar, saya sendiri juga tidak begitu paham. Apakah pemerintah yang memang lemah, atau kah partisipasi kita yang rendah dalam melestarikan budaya? Atau memang Malaysia yang begitu “ngiler” dengan kekayaan budaya kita, hingga gelap mata? Atau mungkin kombinasi dari ketiganya?

Entahlah…

Saya ndak berani menuduh pemerintah yang gak-gak, biarlah orang-orang yang benar-benar tau bagaimana kerja pemerintah yang mengatakan demikian. Dan untuk rendahnya partisipasi kita dalam melestarikan budaya, jenengan sendiri yang bisa menjawabnya. Tapi jika hal itu ditanyakan kepada saya, dengan malu-malu saya akan menjawab : IYA.

Loh…?


Saya tidak mau munafik dalam hal ini. Karena memang kenyataannya demikian. Terakhir kali saya menikmati pertunjukan budaya, adalah ketika saya berada di Jogja setahun yang lalu. Itupun tak sengaja pas capek jalan-jalan di malioboro, eh taunya disuguhi pertunjukan wayang orang. Ya saya nikmati saja.

Saya yakin banyak di antara jenengan yang jauh lebih baik dalam hal apresiasi budaya. Dan saya berharap bisa belajar dari jenengan semua tentang hal ini. Bukankah jika kita ingin baik, langkah pertamanya adalah mengakui kelemahan kita? Terserah jenengan mau menyebut saya apa, tapi berhubung saya sudah mengaku, kok ya kebangetan jika saya masih dimarahi… He.he.

Kembali ke kutipan di atas ya…🙂

Diberitakan, Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-bangsa (UNESCO) menetapkan batik sebagai warisan budaya dunia yang berasal dari Indonesia. Batik dinilai sebagai ikon budaya yang memiliki keunikan dan filosofi mendalam, serta mencakup siklus kehidupan manusia, sehingga ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda dari kemanusiaan.

“InsyaAllah peresmiannya akan dilaksanakan pada tanggal 28 September sampai 2 Oktober di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.” Ujar Menko Kesra, Aburizal Bakrie

Sebagai catatan, sebelumnya UNESCO menyatakan wayang dan keris sebagai warisan budaya dunia dari Indonesia. Dan kedepan angkulung akan diperjuangkan untuk memperoleh status yang sama.

Mungkin dalam kasus tari pendet kemarin kita bisa ikut-ikutan menyalahkan pemerintah. Namun dalam hal batik, setidaknya pemerintah telah menunjukkan usahanya.Tinggal sekarang bagaimana kita menyikapi seruan pemerintah untuk terus membudayakan Batik di Indonesia ke depan.

Dan sebagai simbol dukungan kita, alangkah baiknya jika kita ikut mengenakan batik pada tanggal 2 Oktober nanti. Bukan untuk gagah-gagahan, biar dunia tahu bahwa batik memang benar-benar milik kita. Dan yang terpenting, biar Malaysia nggak seenaknya mengklaim budaya kita.

Bagaimana menurut jenengan?


Gambar di atas saya pinjam dari : http://thebeautifulsideofindonesia.wordpress.com

Baca ini juga : …………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

More at : RENUNGAN

43 Komentar »

  1. Andy said

    Kayanya aku orang yang pertamaxxxkkkzzz😀

    #Kojeng : Iyaaaaaxxxx….🙂

    • KangBoed said

      pertamaaaaaaaaaaaaaaaaaxxxxxxxxxxxxxxxzzzzzzzzzz

      #Kojeng : Lanjut kang….🙂

    • Dangstars said

      Pertamaaaaaaaxxxxx

      Wadu..terpaksa nih kudu beli batik dulu nih..biar seragam nanti tgl 2 9 2009.

      #Kojeng : Sekalian nambah koleksi Pak Dadang…🙂

      • Dangstars said

        Betul..sekali..
        tuk dipake d hari raya juga mantap…
        Mong omong tuker link ok..

  2. Andy said

    Batik Made In Indonesia.
    Kita bangga jadi bangsa indonesia, banyak budaya siapa dulu dong Indonesia…
    Merdekaaa…

    #Kojeng : Hidup Indonesia!
    Merdeka….🙂

  3. guskar said

    batik telah ada sebelum negeri ini bernama indonesia. contoh paling nyata adalah ukiran wayang kulit yg diciptakan oleh kanjeng sunan kalijaga. bukankah ornamen pakaian pd wayang kulit itu berupa batik? lalu di buku history of java karya raffles, ilustrasi pakaian org jawa jaman dulu juga batik… atau foto2 raja di museum2 keraton, semua pakai batik…
    untuk berpakaian batik, saya sdh rutin tiap hari jumat mas kojeng…🙂

    #Kojeng : Setuju Gus… Saya juga pake batik tiap jum’at loh Gus…🙂

  4. sama Mas Kojeng, saya juga banyak nggak mengerti ttg segala macam budaya kita yg beragam ini,
    hiks……hiks…….jadi malu……
    Salam.

    #Kojeng : Mungkin saking banyak ya bunda…🙂

  5. KangBoed said

    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaank
    I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll

  6. KangBoed said

    Aku cinta buatan Indonesia

    #Kojeng : Saya juga…🙂

  7. mengunjungi kojeng untuk pertama kali, aku kepiting lho jeng..😀

    samalah dengan Kangboed: Aku cinta buatan Indonesia.. batik, songket, semuanyah…

    #Kojeng : Saya juga cita songket jeng…🙂

  8. Hampir tiap jum’at, PNS selalu pakek Batik bro..
    Bahkan kalo ada pekan swadhesi, seminggu PNS wajib pakek batik loh….
    Gitu kok di klaim negara tetangga ya?
    kapan mereka pakek batik?
    Salam kenal…..

    #Kojeng : Tau tuh, emang kebangetan mereka. Main klaim seenaknya…😦

  9. hadi said

    Yang ini aman khan dariklaim malaysia???????? Hihihihihihi………

    #Kojeng : Dulu pernah diklaim juga, tapi kalo sekarang masih mau klaim lagi, biar diketawai orang seuruh dunia…🙂

  10. arkasala said

    mungkin batik yang kelihatan memiliki porsi lebih yang dilestarikan, sebagai contoh banyak instansi termasuk bank yang menggunakan batik di hari jumat. Alhamdulillah saya juga pecinta batik walau tidak banyak yang saya miliki. Ada keindahan tersendiri dari seni batik dari mulai proses pembuatannya sampai pada ornamennya. Itu yang saya suka.
    Trims atas artikelnya Mas yang telah mengangkat batik. Salam

    #Kojeng : Saya juga suka batik kang, untung tiap jum’at saya juga pake batik sebagai seragam kang. 🙂

  11. Wandi thok said

    Semuga nyang ini nggak di maling ama Malingsia itu ya mas Kojeng😆

    #Kojeng : Jangan sampai deh kang….🙂

  12. Zulhaq said

    wokehh…siap mengenakan batik pada tanggal yang di maksud. kebetulan ada batik jangkis tuh ha ha ha

    #Kojeng : Biar batik, tetep gaul ya kang…🙂

  13. diah pramesti said

    waduh…apa kudu nunggu diklaim negara lain baru dipatenkan..??? btw…i love batik, batik dah jd baju kebesaranku tiap jumat, hukumnya wajib tuh…

    #Kojeng : Udah paten milik kita kok jeng…🙂

  14. menurut saya merupakan tanggung jawab bersama untuk menjaga kebudayaan kita .. tidak hanya sekelompok orang / institusi tertentu ..
    mungkin yang harus dipupuk itu rasa kepedulian dan memiliki .. sehingga jika sudah peduli dan merasa itu milik sendiri, maka pastinya ingin merawat dan menjaga ..

    Mengembalikan Jati Diri Bangsa

    #Kojeng : Nah… saya setuju 100% sama jenengan…🙂

  15. muamdisini said

    setiap hari jumat saya wajib berpakaian batik mas…
    hehehe….

    saling berdabat siapa salah, siapa yang harus bertanggung jawab atas aset2 budaya kita tak akan menyelesaikan permasalahan…seharusnya kita sadar fungsi dan tanggung jawab kita masing-masing dalam melindungi khasanah budaya bangsa…

    terima kasih atas komentar dan kunjungan sebelumnya…

    salam ceria selalu untuk sahabatku…

    #Kojeng : Saya juga kang, pake batik tiap jum’at… he.he.

  16. Batavusqu said

    Salam Takjim
    Batik, adalah goresan seniman di selembar kain yang kemudian dipoles dengan sentuhan indah oleh peramcamg busana hingga tercipta sebuah karya seni yang bernilai.
    Bila busana ini dimasyarakatkan sebagai busana kerja, pesta dan santai maka semakin tinggi peradaban bangsa dimata dunia.
    Salam Takjim Batavusqu

    #Kojeng : Betul pak, budaya kita memang tinggi nilainya di mata dunia… Makannya sampai bikin tetangga gelap mata.🙂

  17. yusupman said

    Sudahlah cukup ya pahit getirnya budaya2 yg terampas,..untuk yang satu ini juga budaya yg tak ternilai harganya,karya murni anak bangsa Indonesia smoga menjadi kebanggaan jgn sampai rela pindah tangan di ambil alih oleh bansa2 penjarah ya mas..

    #Kojeng : Kalo masih dirampas juga, emang rampok tuh orang…

  18. Riyanti said

    niteeeeeeeeeeeeee kang kajoooooooooooo

    Salam sayank

    #Kojeng : Malam-malam manggilnya pelan-pelan aja jeng… ketauan dinda besatari ntar… Hi.hi.

  19. ahnku said

    apa yang bisa kita lakukan untuk mengembalikan budaya kita yng udah d curi???

    #Kojeng : Bangsa yang mencuri budaya bangsa lain hanya akan menunjukkan kerendahan nilai budaya mereka…
    Kita tunjukkan saja pada dunia, bahwa budaya itu adalah milik kita…🙂

  20. alamendah said

    Saya sendiri merasa bahwa kita sebagai bangsa Indonesia lebih sering melupakan kekayaan alam dan budaya yang kita punyai. Giliran kekayaan tersebut diklaim oleh bangsa lain, kita mencak-mencak setengah mati.
    Tariklah contoh soal klaim terhadap tari pendet, jujur saja, berapa persen orang-orang yang mencak-mencak tersebut pernah menikmati keindahan tari pendet. Jangankan menikmati, melihat saja mungkin belum pernah sekalipun.
    Soal pulau Jemur, beberapa bulan sebelum ada insiden kemarin, saya pernah mencari referensi tentang pulau tersebut diinternet, sulit sekali saya dapatkan.
    Kita lebih menyukai menulis, membaca, membicarakan, memakai budaya bangsa lain ketimbang budaya kita sendiri. Sebagai contoh, mumpung bulan ramadan. Dalam bidang arsitektur, kita mempunyai keunikan arsitektur dan kekhasan bangunan masjid yang kita punyai. Tetapi yang terjadi, kini ramai-ramai masjid dibongkar total dan diganti dengan arsitektur yang ke-arab-arab-an.

    #Kojeng : Beneran kang, ini komentar yang top markotop… sudah layak jadi postingan juga… ha.ha. Makasih ya kang…🙂

  21. wieda said

    looh batik itukan identik dengan “Jawa”?
    Tuh liat deh dari jaman dahulu kala…(tepatnya mbuh kapan) raja2 Jawa make batik, parang kusumo, parang barong dll.
    Batik itu bagaikan lambang2 yg mbuh saya sendiri ga mudeng……

    trus klo ada manten, mereka pas bersanding make sido mukti, sido luhur…..(semua kaya harapan oiiiii)

    nah jadi yakin se yakin2 nya batik itu BUDAYA INDONESIA
    ndak biso ditawar deh…..

    ttg Pulau Jemur…itu ada di kep Riau, tapi ternyata (klo ga salah) yg dipromosikan Selanggor tuh pulau JEMOR (beda o dan u)…itu emang dekat ama malaysia dan milik mereka…kata orang Riau…jeng Dian

    #Kojeng : Kalo masih ada yang ngeyel, kebagetan banget tuh orang ya jeng…🙂

  22. infoGue said

    hai salam kenal artikelmu udah ada di

    http://seni-budaya.infogue.com/batik_itu_milik_kita_

    gabung yuk n promosikan artikelmu di infoGue.com. Salam ^_^

    #Kojeng : Weh… makasih ya…🙂

  23. Mufti AM said

    Kalau di daerah Yogyakarta ada kewajiban bagi pegawai pemerintahan untuk mengenakan busana batik tiap seminggu sekali. Dan untuk pemerintah propinsi setiap sabtu wajib menggunakan bahasa Jawa dalam berkomunikasi (kecuali bagi yang tidak bisa)

    #Kojeng : Iya, peraturan yang patut diapresiasi tuh mas…🙂

  24. dedenia72 said

    wah, nampaknya ini kunjungan pertama saya…jadi salaaam kenal sebelumnya…hehehehe
    batik kita memang budaya asli kita..soalnya saya penah lihat berita tentang itu di Tipi..hehehe
    salam rimba raya lestari

    #Kojeng : Salam kenal juga jeng… Batik emang milik kita kok….🙂

  25. Indo Hijau said

    Selama ini jika menghadiri kondangan saya selalu mengenakan batik, kalau ada yang bilang batik bukan milik RI berarti yang bersangkutan gendeng, kayak si malay tuh…

    #Kojeng : Iya, gak kreatip banget…😦

  26. Aldy said

    Batik sudah menjadi pakaian yang wajib ada dilemari selain jas, jadi jika ada undangan lebih enak pake batik dari pada pakai jas yang berlapis….lagian batik sudah diakui sebagai pakaian resmi toh ? bahkan sudah sangat sering dipakai diacara kenegaraan…

    #Kojeng : Batik emang lebih santai tapi tetep elegan…🙂

  27. D3pd said

    Hayuh mudik-mudik, ^_^…V salam silaturahmi

    #Kojeng : Btw, mudik kemana kang?🙂

  28. Assalamu’alaikum,
    Kita harus bersama-sama menjaga kebudayaan kita, agar tidak ada lagi kejadian kebudayaan kita yg diakui negara lain. Mungkin kalau kita lebih menghargai apa yang jadi milik kita, merawat, melindungi, serta melestarikannya, InsyaAllah, kejadian tidak menyenangkan ini, tidak akan terulang lagi. (Dewi Yana)

    #Kojeng : Betul sekali mbak…🙂

  29. ersa said

    Iya ayo kita lestarikan batikkk!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!,hehehehehehehe

    #Kojeng : Yuk kang….🙂

  30. KangBoed said

    RAIHLAH “JATI DIRI MANUSIA”.. untuk MENGEMBALIKAN JATI DIRI BANGSA INDONESIA
    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaaaaaank
    I Love U fuuulllllllllllllllllll

  31. KangBoed said

    mas Kojeng gimana khabarnya yaaaaaak.. weekekekekek

    #Kojeng : Kabar baik kangBoed…🙂

  32. perigitua said

    haddiiirrrrrrrrr….

    ehhehhe… batik itu mah budaya kota ku mas…. mama juga dulu punya usaha batik hehehe….
    semoga kita dapat selalu menjaga budaya bangsa ya mas….

    cu…

    #Kojeng : WEh, pas dong mas faza…. lebaran bisa dapet bingkisan batik nih… ha.ha.

  33. Yessi said

    ayo rwame-rwame tumbas batik nang Klewer yow…yen nang mol hargane larang byianget…

    #Kojeng : Saya nitip ya jeng…🙂

  34. ashafidz said

    lestarikan berbusana batik🙂

    #Kojeng : Mari bereng-bareng kang, biar rame…🙂

  35. alamendah said

    bloghicking…
    haus-haus.. laper-laper…
    komennya?, kan udah!

  36. Dangstars said

    Puasa gak boleh aral and mengeluh…
    Mengurangi pahala loh…

  37. batik itu punya….. indonesia, bukan KITA. hehehe… saya appreciate sama usaha UNESCO soal ini.😉

  38. casrudi said

    @ Dila : Kita bukannya orang Indonesia?…😆

    @ Mas Kojeng : Hayu lah kita batikan, udah lama ga pake batik… ^_^

    • casrudi said

      Salut untuk para pengrajin batik di Indonesia, saya melihat di tivi cara membuatnya ternyata susah tenan… Mas Kojeng bisa engga?…😉

  39. friedakh said

    Kalo dari pengamatan saya orang indonesia lebih bangga sama batik kalo lagi diancem dicolong ama malaysia, kaya dulu pas malaysia katanya mau klaim batik, semua orang di mall langsung pake hahaha. Btw saya ada saran nih, bikin review tentang properti gitu pak, kan lagi ngetren sekarang jual rumah murah yang kurang dari 200 jt, terutama di banten, karena saya cari referensi online kurang banyak.

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: