Dari Miss Universe, hingga pengemis.


Di balik gegap gempita pemilihan Miss Universe di Bahama sana, di tengah kekhusyu’an kita menjalani ibadah puasa, MUI kembali mengeluarkan fatwa. Yang pasti bukan tentang fatwa haram mengirim peserta ke Miss Universe seperti beberapa tahun lalu. Kali ini berbeda. Lagipula meski diharamkan,tetap saja Yayasan Puteri Indonesia mengirimkan wakilnya. Lalu?

Sejujurnya ketika perhelatan Miss Universe 2009 kemarin berlangsung, saya sempat bertanya-tanya apakah MUI akan kembali menyuarakan fatwa haramnya. Terlebih ketika Zizi (Zivanna Letisha Siregar, wakil Indonesia di ajang Miss Universe) memutuskan mengenakan two piece bikini, (jenengan sudah lihat foto-fotonya? He.he.Kalo belum, nanti malam saja lihatnya. Ingat, puasa… :)) suara penolakan hampir luput dari pedengaran saya. Atau bahkan tidak ada? Bahkan sebaliknya, berita-berita dukungan yang menempatkan Zizi di urutan teratas polling Miss Universe kerap menjadi headline berita.


Kemana MUI yang dulu gencar memfatwakan haram ajang ratu ayu sejagat itu?

Baru-baru ini saya baru tahu. MUI tidak sedang berdiam diri men-amin-i kontes kecantikan di Bahama itu. Kali ini lembaga fatwa itu membidik isu yang lebih menyentuh akar masalah bangsa ini, kemiskinan dan orang miskin. Yup, seperti yang jenengan lihat di berita-berita, MUI di Ramadhan kali ini mengeluarkan fatwa baru: haram mengemis.


Fatwa ini memang tak secara langsung menyinggung saya dan jenengan semua. Tapi secara tidak langsung akan berpengaruh juga manakala fatwa tersebut efektif dijalankan. Bagaimana tidak, meski pengemis selalu dicap sebagai kaum terpinggirkan, namun eksistensinya kerap-kali meresahkan. Keberadaanya di tempat-tempat ibadah, menengadahkan tangan, bahkan kadang sedikit memaksa, tentu membuat kita tidak nyaman. Dengan fatwa itu, kita berharap jumlah pengemis bisa ditekan.

Lantas bagaimana menyikapinya?

Tenang saja, stay cool sajalah menyikapi hal ini. Saya yakin di antara kita ndak ada yang perlu ganti pekerjaan karena fatwa haram ini to? He.he. Kalo iya, wah… kemajuan, ternyata beggar ada yang jadi blogger.🙂

Bagi jenengan yang menganggap pengemis sebagai ladang sedekah, silakan saja terus menyalurkan sedekahnya. MUI mengharamkan profesi pengemis, bukan mengharamkan bersedekah kepada pengemis. Di luar sana tetap saja ada saudara-saudara kita yang dengan terpaksa menjadi peminta-minta. Yang memang berhak atas uluran tangan kita. Jadi sah-sah saja jenengan mau bersedekah ke mereka. He.he.

Sudah menjadi rahasia umum, mengemis bukan semata pekerjaan darurat untuk bertahan hidup. Sudah sering pula terdengar kelompok orang yang menjadikan mengemis sebagai profesi, dengan hasil yang menggiurkan tentunya. Seperti diungkapkan di sini, konon katanya seorang pengemis berpenghasilan hingga jutaan rupiah perbulan. Dan jika ditilik dari dasar dikeluarkannya fatwa haram tersebut, fatwa tersebut keluar dengan alasan yang cukup masuk akal.

“Tangan di atas itu lebih mulia daripada tangan di bawah. Dalam pengertian, Islam tidak menyenangi orang yang meminta-minta,” kata Ketua MUI Pusat, Umar Shihab

Dalam sebuah acara di televisi, perwakilan dari MUI (saya lupa namanya) menyebutkan fatwa haram ini tidak berlaku mutlak. Artinya, mengemis diperbolehkan pada kondisi tertentu, semisal untuk mempertahankan hidup atau bagi orang yang sama sekali tidak bisa bekerja karena cacat fisiknya.

Jika ditanya, mungkin tak seorang pun memilih profesi pengemis. Pekerjaan mengemis, meskipun menghasilkan rupiah yang lumayan, tetap saja dipandang rendah masyarakat kita. Kata” terpaksa”, “menyambung hidup”, “tidak ada pekerjaan lain” dan kata-kata semacamnya selalu menjadi pembenaran “profesi” tersebut.

Meski sama-sama diharamkan, Miss Universe dan pengemis kondisinya tentu berbeda. Jika dulu Miss Universe banyak yang membela dengan dalih emnasipasi wanita, kini tampaknya pengemis harus menunjuk juru bicara jika ingin mempertahankan eksistensinya. Tapi sayangnya saya belum menjumpai “juru bicara” yang membela pengemis yang bisa memberikan sudut pandang lain kepada kita.

Semoga saja kalangan pengemis professional yang dibidik MUI mematuhi fatwa ini. Dan semoga saja pemerintah memainkan perannya sesuai dengan amanat UUD 1945 : …orang-orang miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara. Sehingga pada akhirnya, kita menjadi bangsa yang benar-benar bermartabat dengan tanpa seoarang pun dari kita yang “rela” jadi peminta-minta.

Bagaimana menurut jenengan, lebih menarik mana Zizi atau pengemis di luar sana itu? He.he.🙂

Gambar di atas saya pinjam dari : http://artis.inilah.com dan dari: http://tidakmenarik.files.wordpress.com


Related Topics : …………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

More at : RENUNGAN

30 Komentar »

  1. Jika memang sudah takdir kehidupan, apa mau dikata orang yang sampai sekarang masih meminta2?

    #Kojeng : tapi yang pasti, kalo masih sehat dan mampu gak boleh nyerah sama takdir kan mbak…? He.he. Salam kenal.

  2. wieda said

    liat ngga pemilihah Miss Universe nya langsung ga? hehehe..buat saya seh cuek bebek..mo tlanjang, mo make two pieces ato make baju tipis..dll.
    Denger ga pertanyaan dan jawaban Miss Aussi ttg. “bikini”?
    (saya lupa2 ingat (an) kayanya gini deh : apa pendapat anda ttg bikini? karena ada beberapa negara yg melarang gadis2 nya berbikini?)
    jawab miss Aussi kira2 gini…Looh semua yg indah itu kan harus dinikmati..ditontonkan ke orang2..(kaya dibagi keindahannya)…jadi ya harus di nikmati…..

    klo ttg pengemis…..(ini pendapat(an) saya….hihihi).
    Allah itu pasti sudah punya rencana untuk itu semua….jadi untuk saya ..malaikat yg menggerakkan mereka datang ke kita, karena amalan kita kurang….sehingga ada orang yg minta2 ke kita…nah pantang ditolak, jadi saya harus mengulurkan tangan saya, bismillah saja. Ngga usah ngeliat orang gagah seger ato orang sekarat, yg penting lillahita’ala.

    Buat saya : MUI itu bukan Tuhan yg bisa saja mbikin fatwa haram ato halal……..facebook haram, miss universe haram…(negara2 timteng aja ngirim wakilnya looh..)
    ya udah deh..semua orang punya pendapat yg selalu saja berbeda

    (ikutasn komen..dan klo ga keberatan kenalan yah??)

    #Kojeng : Jika si miss Ausi menganggap bahwa tubuhnya adalah obyek untuk dinikmati, akan banyak yang dengan senang hati menikmatinya. Ibaratnya, kucing diksih teri, seneng banget… He.he.
    MUI tentu punya pandangan sendiri. Toh yang menentukan dosa atau tidak bukan MUI kan mbak wied? He.he.

    Salam kenal.🙂

    • Saka said

      wahai Kojeng… mana gambar bikininya neh:mrgreen:

      #Kojeng : maap kang, takut disensor bundo… he.he.

  3. Rychan said

    Wah betul-betul…………. intinya pilih Zizi apa pengemis ya???? bingung euy?????????

    #Kojeng : He.he. pilih saja sesuai kebutuhan mas rychan…🙂

  4. Bagaimana kalau ada “Gerakan Mendatangi Orang Miskin” dan memberi mereka sedekah. Jadi bukan orang miskin yang mendatangi kita dan minta-minta.
    Dengan cara ini martabat bangsa akan terjaga.

    Mengemis memang ada yang terpaksa karena fisiknya kurang memungkinkan untuk bekerja. Bagi yang sehat ya “malas bekerja”, gitu saja kok repot.
    Saya saja nggak punya pembantu, kalau mau, yang sehat2 kan bisa jadi pembantu rumah tangga. Tapi mereka ingin yang simple dan tebal muka saja. ” kridho Lumahing Asto” atawa mengemis.

    Lha kemarin ditoko Jombang ada mbok2 yang mengemis berjamaah, anaknya 3 orang dibawa semua dan mengemis disekitar toko. Salah seorang mendekati saya, sambil menengadahkan tangan anak kecil ini bilang ” Pak, minta uang, sekalian belikan nasi kuning yaaa”. Lhoo…lho…lho, minta kok sekalian menyebut merk sih.

    Wis ach.
    Salam hangat dari Surabaya

    #Kojeng : Setuju pak Dhe… Justru dengan kita yang datang menyumbang, harkat dan martabat saudara-saudara kita yang kekurangan akan tetap terjaga… Terima kasih pak Dhe pencerahannya.🙂

  5. Sebenarnya memberi sedekah adalah suatu kewajiban bagi kita kaum muslim, dan sedekah itu sebaiknya tdk diketahui oleh tangan kiri kita ketika memberi dgn tangan kanan.
    Nah, di sisi lain ada banyak orang2 yg mengambil” kesempatan” pd bln suci ini, mereka malah nunggu di depan masjid utk ”mencegat” jamaah yg baru selesai taraweh, bukannya mereka ikut beribadah. ( aneh toh ? )
    Sebenarnya menjamurnya gepeng menjelang ramadhan ini, adalah suatu gejala kemalasan yg disengaja.
    Masalah kita mau memberi mereka sedekah atau tidak, itu urusan pribadi masing2, Mas Kojeng.
    Namun, kalau MUI mengeluarkan fatwa ”haram” kok sepertinya terlalu ekstrim ya.
    Semoga dlm ramadhan ini, sikap mental tsb bisa terkikis sedikit demi sedikit, amin.
    Salam.

    #Kojeng : Mungkin fatwanya memang ekstrim bunda, karena memang di beberapa daerah jumlah pengemis profesionalnya juga memprihatinkan…

  6. Pastilah hakikat penciptan manusia untuk beribadah kepadaNYA. beribadah dengan sebenar-benarnya ibadah, beribadah dengan keihklasan yang melekat pada diri-diri manusia dan beribadah sesuai tuntunan Rosulullah. Dan janganlah kita bermudah-mudahan dalam bersumpah atas nama Allah. mempunyai konsekuensi yang besar sekali.

    Waktu yang begitu pendek, bak sebuah perjalanan panjang kita hanya sebatas mampi untuk minum saja. Kia harus pergunakan waktu ini sebaik-baiknya. Pastinya ada aral melintang yang menghambat perjalanan kita. Namun kita harus berusaha dan berdoa untuk melewatinya. Kita harus rajin meminta ampunan kepadaNYA. Karena tidaka ada manusia yang tidak berdosa, tidak ada manusia yang tidak melakukan kesalahan. InsyaAllah kita akan mampu menjalankan kehidupan ini dengan bahagia…Amin

    #Kojeng : Renungan yang dalam di buan ramadhan kang… makasih.🙂
    salam. mampir ke blog kami

  7. Dangstars said

    Wah emang sudah tradisi…
Semua tukang minta,,
Ada yang minta buat makan,ada yang minta buat kerjaan,ada yang minta jabatan,dan ada yang minta kedudukan,
Dan sayapun minta dibalas komentarnya…

Wakkaa..kkaakk

    #Kojeng: Buat kang dadang, langsung tak jawab deh… He.he.

  8. noersam said

    berdasarkan sepengetahuan saya ..para pengemis itu juga ada bosnya lho…

    #Kojeng : Itu yang profesional mas… kalo yang ndak profesional ya yang melasi itu, wong ngemisnya karena beneran terpaksa.

  9. arkasala said

    Saya agak kurang tertarik ikut miss universe, termasuk kurang tertarik dengan MUI memberi fatwa haram atau tidak terhadap kegiatan itu. Coba aja lihat besok si Miss Universe ketika balik diterima di Istaa apa gak jika menang? he he
    Masalah kemiskinan, seruan Pak Dhe sangat mulia sekali.

    Namun di sisi lain selalin mengharamkan mengemis, MUI juga perlu mendesak pemerintah untuk segera mengurus fakir miskin dan anak terlantar karena semua itu adalah kewajiban negera.
    Trims mas artikel yang menarik untuk dibaca dan perlu.

    Btw, Kolojengkin termasuk mudah diingat, mudah ducapkan dan mudah didengar. he he
    Tks. Salam

    #Kojeng : Betul mas… Saya setuju…🙂

  10. Abula said

    dua2nya merupakan isu yang menarik mas ..
    zizi dengan bikininya yang dicuekin MUI..
    dan profesi pengemis yang diharamkan MUI ..
    dua isu itu ada MUI nya …
    kalo saya nonton saja dulu …
    belum PD menularkan opini diri … biarlah opini diri ini saya pendam dalam ruang imaji saya …
    demi sesuatu yang ideal versi saya …

    [benar-benar ngaco nih komen] mohon dimaafkan .. jari2 ini gak bisa ditahaaaaan ..

    Salam Hangat Selalu dari AbulaMedia.com

    #Kojeng : Berpendapat nggak ada yang larang kok mas… silakan aja…🙂

  11. Indo Hijau said

    MUI seharusnya jika mau lebih memperhatikan masalah kemiskinan dibandingkan dengan hanya meributkan dua lembar pakaian yang melekat pada peserta miss universe, ada hal yang lebih krusial dibandingkan dengan mengurus MU…

    #Kojeng : Iya, mungkin MUI lebih baik menyadarkan umat untuk taat membayar zakat, biar umat yang melarat bisa terawat. Begitu ya kang Aldy?🙂

  12. Aldy said

    Miss universe setengah telanjang, kemiskinan juga membuat “setengah telanjang”, bahaya mana ? saya kira bahaya yang kedua, karena bisa menyebabkan kerusuhan sosial yang lebih parah.

    #Kojeng : Sama-sama bahayanya mas… Tapi tetep aja, kemiskinan awal segala kejahatan. Dan “ketelanjangan” awal baik sebuah godaan… he.he.🙂

  13. morishige said

    makin lucu aja..

    Artinya, mengemis diperbolehkan pada kondisi tertentu, semisal untuk mempertahankan hidup atau bagi orang yang sama sekali tidak bisa bekerja karena cacat fisiknya.

    berarti kan gak perlu dibikin fatwa haram segala.
    aduh, saya cuma bisa geleng2 kepala.

    #Kojeng : Asal jangan keterusan kang geleng-gelengnya, ntar pusing beneran loh…🙂

  14. Endang Kusmana said

    Aswb.

    Kali ini saya berkunjung untuk menyampaikan pesan Pasopati Award.. linknya telah terpasang di blog saya.

    Salam persahabatan.

    #Kojeng : Pesan diterima Pak… Thanks ya Pak…🙂
    Salam kenal dari saya.

  15. perigitua said

    haddiirrr……
    hhmmm…,bahasan yang berat kang🙂 no komenxx utk miss univers hehehehe… selama perempuan2 itu masih bangga karena di exploitasi, what ever will be will be… hehehe…

    utk fatwa mengemis, aihh… saya pribadi sangat prihatin utk MUI kang, terlalu mudah mengeluarkan fatwa haram lalu kemudian mengambang.
    saya justru sangat bingung dengan “MUI mengharamkan profesi mengemis tapi tidak utk bersedekah kepada pengemis. kalo menurut saya ungkapan ini sama aja dengan mengharamkan minuman keras tetapi tidak untuk menjualnya.
    aku ambil contoh fatwa ini aja.

    mengemis itu haram ! (anggaplah ini pasal 1), fatwa ini saya implementasikan lebih jauh bahwa bersedekah pada pengemis otomatis juga haram.

    lalu ada pengecualian, mengemis boleh bila untuk mempertahankan hidup (anggaplah ini pasal 2)

    kemudian datang pada kita seorang pengemis. mempertimbangkan psl 2 teramat sulit, karena siapa yang tahu dia itu betul2 mengemis utk mempertahankan hidup atau mengemis sbg profesi. utk lebih aman kita liat, kita lsg liat psl 1, shg kita tidak bersedekah pada itu pengemis. tak berapa lama kemudian pengemis itu mati dihadapan kita akan kelaparan (berarti baru terbukti pengemis itu masuk psl 2).
    tapi kesadaran itu datang terlambat, trus siapa yg harus bertanggungjawab…??? beranikah MUI menanggung dosa seluruh muslim yg tidak bersedekah, lalu mengakibatkan pengemis itu mati kelaparan???
    hhh…, menurut saya, MUI harus lebih bijak lagi memilah en memilih, mana yang harusnya sebuah himbauan en mana yang perlu menggunakan fatwa.

    hayahhh… panjang buangeeettt….
    cu…………….

    #Kojeng : Itulah kang yang jadi keprihatinan saya… Semakin mudah dan latah MUI mengeluarkan fatwa, semakin kita ndak begitu yakin dengan seruannya…
    Terima kasih mas Faza dah sudi menulis komentar begitu panjangnya… saya jadi terharu…🙂

    • Komentar perigitua yang memberikan pencerahan.🙂

      Tambahan dari saya: Jadi harus ada definisi ‘pengemis’ dan membuat beberapa ‘kategori pengemis’. Sekaligus juga perlu diurai tingkatan mana yang paling haram, ditinjau dari hirarki organisasi pengemis.

      Pada kenyataannya, para pengemis yang beredar dijalanan ( baca: operator ), punya ide mengemis karena ada bujukan/rayuan/iming2 dari calo perekrut ( baca: Marketing), bahkan kalau perlu diculik/dipaksa jadi pengemis (baca: Penjahat). Mereka diajarkan akting dan sekolah kepribadian pengemis (tugas HRD). Bahkan kadang kaki/tangan yg bagus dibuat cacat agar mendukung karakter peran yang akan dilakoni.

      Para pengemis operator diharuskan menyetor sejumlah uang tertentu untuk tanda jadi dan setoran harian kepada boss ( Finance dept. hehe..). Dan sejumlah uang persentase atau uang bulanan sudah ditentukan berdasarkan daerah/lokasi ( seperti NJOP saja) harus disetor kepada Abang Preman untuk diteruskan pembagian saham dan deviden kepada para oknum pemda dan polisi.

      Hallahh…jadi perlu membuat RUU tentang pengemis neh..!

      #Kojeng : Betul kang, yang perlu ditindak tegas adalah pengerah/Bos pengemis itu. Yang rela mengeksploitasi rakyat miskin demi mengumpulkan rupiah…

      salam kenal,
      yanky dk

  16. KangBoed said

    Para Sahabat mari kita gunakan momentum PUASA RAMADHAN ini untuk mempersatukan RASA.. membentuk satu keluarga besar dalam persaudaraan ber dasarkan CINTA DAMAI DAN KASIH SAYANG.. menghampiri DIA.. menjadikan ALLAH sebagai SANG MAHA RAJA dalam diri.. menata diri.. meraih Fitrah Diri dalam Jiwa Tenang ..
    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabat Sahabatku terchayaaaaaank
    I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll

    #Kojeng : Salam cinta juga kang…🙂

  17. guskar said

    paring….paring…den….
    masih ingat kalimat ini? dilontarkan oleh pengemis di tlatah jawa sana… kalimat tsb seakan abadi, selama masih ada peradaban di bumi ini.
    ada pengemis yg diperankan oleh org benar2 org miskin atau pengemis yg dilakukan oleh org yg punya hobi mengemis atau pengemis sebagai profesi. fatwa MUI ini mestinya untuk menjadi yg tersebut 2 terakhir.
    pengemis yg diperankan oleh org benar2 org miskin, menurut saya, bisa dimanfaatkan sebagai ajang bersedekah kita. dari prosesi pemberian sedekah kepada mereka, kita dpt belajar bagaimana nikmatnya tangan di atas lbh baik drpd tangan di bawah

    #Kojeng : Saya khawatirnya juga gitu gus, pengemis yang benar-benar butuh dan mempunyai hati nurani jadi ndak berani ngemis lagi. padahal mereka beneran terpaksa… Semoga saja “omzet” mereka ndak berkurang ya Gus…🙂

  18. wahyubmw said

    Pengemis-pengemis itu adalah investor kita di akherat nanti, karena sebenarnya harta saldo kita adalah yang dititipkan kepada orang2 yang membutuhkan. Kalau punya duwit sebenarnya tidaka ada yang mau ngemis, semua serba kepepet. Siapa sih yang mau …. kalau tidak kepekso, tapi memang perlu pembelajaran agar rakyat Indonesia tidak bermental meminta minta.
    Salam kenal,dari Kendal

    #Kojeng : yang penting ikhlas kang kalo kita memberi, insyaAllah tetep jadi pahala…
    Salam kenal juga kang.🙂

  19. dir88gun-W said

    Assalamu alaikum wr. wb.

    Saudaraku tersayang di seluruh penjuru dunia maya…

    Alhamdulillah, bulan Ramadhan telah tiba…
    setelah sempat stagnant sampai sebulan lebih,
    akhirnya ada yang menginspirasi saya untuk menulis ucapan…
    & mengirim komentar spam-nya kepada Saudara2, he he he…
    Tapi kali ini, insyaAllah… saya akan mencoba lebih sopan.

    Hmm, mau tahu isi komen saya kali ini? Heee… rahasia…
    Ya udah deh, nih saya kasih tau…
    Tapi, beneran… mau tahu? Apa? Beneran… yakiin?
    Ow… jangan ngambek donk, iya maaf-maaf…
    Nih, saya kasih link comment-nya…

    http://dir88gun0w.blogspot.com/2009/08/
    ucapan-selamat-kemerdekaan-ramadhan.html

    http://www.4shared.com/file/127273395/aafaeca/
    Ucapan_Selamat_Kemerdekaan__Ramadhan.html

    Selamat men-download & membaca komentar saya, ya!
    Lho, kok jadi maksa sih? He he he…
    Anggep aja ini cuma reminder & invitation message dari saya,
    jadi… nggak ditampilin juga nggak apa2, kok.

    Semoga Allah senantiasa menyelamatkan kita sekeluarga…
    dari kejamnya adzab & dahsyatnya fitnah…
    yang Ia turunkan di dunia, di dalam kubur, & di akhirat.

    Alhamdulillah, Saudaraku tersayang dimanapun kalian berada.
    Jadikanlah Romadhon kali ini lebih istimewa bagi dirimu…
    dengan mengamalkan Qur’an & Sunnah.
    Selamat menunaikan ibadah puasa, secara Lahir Bathin…
    serta raihlah kemenangan sejati untukmu.

    Buat Saudaraku yang punya blog ini,
    mohon maaf lahir bathin & ma kasih, ya…

    Wassalamu alaikum wr. wb.

  20. Zulhaq said

    MUI sering mengeluarkan fatwa yang nggak bijak, yang gak dipikir panjang. sepihak, hanya atas dasar menurut mereka…

    #Kojeng : he.he. *Manggut-manggut aja kang*

  21. negara kita emang lg getol mengentaskan kemiskinan dan juga lg bangga2nya mengentaskan Miss Zizi dr kolam renang….🙂😀
    kunjungan balik niy….s’benarnya sy dah beberp kali ke sini tp ngga ninggalin komen soale URLnya ngga muncul sih..takut ga ke lacak…🙂

    #Kojeng : iya, kok nama jenengan tak klik tadi ndak bisa ya?🙂

  22. Seharusnya bukan cuma fatwa ” mengemis haram ” yang dikeluarkan, seharusnya perarturan pemerintah juga harus tegas melarang para pengemis ini berkeliaran di lampu2 merah dan ditempat2 ibadah, dulu katanya pemda dki akan medenda pengendara mobil atau motor yang memberiakan uang kepada pengemis dijalanan…tapi realisasinya gak ada…

    Oia, kanjeng Kolojengking, saya mengundang kanjeng utk ikutan bargabung di yebooo.com, situs social bookmarking, silahkan kanjeng bookmark artikel2 yang berharga dari blog ini..

    terima kasih….

    # Kojeng : Pemda jakarta tahun 2007 sudah mengeluarkan perda yang melarang mengemis dan memberi uang pada pengemis. Ancaman hukumannya lumayan loh…

  23. dharamkan buat orang yg masih sehat namun malah memanfaatkan kesempatan buat jadi peminta2. menyedihkan orang seperti itu. tapi gimana ya… aku juga jadi mikirin nih. selalu mikirin sebenernya klo lagi jalan2 sambil liat2 sekitar kita. tapi… stay coll boleh-lah kayak kata om kojeng… tapi ttp kita harus cari solusi betul pak??? ayooo bgmn???🙂

    #Kojeng : Wah, kalo ditanya solusi konkrit, perlu dirembug dulu itu jeng… he.he.🙂

  24. dian said

    Agak merenung saya mendengar fatwa itu. Yakin nih, begitu udah diharamkan, terus ada yg membuat mereka bisa makan halal? Mendapatkan makanan halal maksud saya?
    Fiuh… banyak kali PR kita ini.

    #Kojeng : Itulah jeng, semoga peran MUI tidak sebatas mengeluarkan fatwa saja. Tapi juga ikut mencari solusinya.🙂

  25. isnuansa said

    Soal pengemis, pengamen masuk kategori pengemis nggak ya? Saya pernah tanya kepada pengamen, penghasilannya 150 ribu per hari!

    Apalagi bulan ramadhan seperti ini, dimana orang lebih banyak bersedekah, pasti penghasilan mereka lebih banyak lagi.

    Bukan iri terhadap penghasilan orang lain, tetapi mungkin itulah salah satu alasannya kenapa pengemis tumbuh subur terutama di kota besar. Karena gampang dan hanya menengadahkan tangan, penghasilannya besar, mereka tergiur dengan cara gampang tersebut.

    Anak mereka juga ‘dipekerjakan’ semua. Mereka berpikir cara instan mencari uang, tanpa menyekolahkan dan memberikan bekal yang layak untuk anaknya.

    tidak menutup mata jika memang ada benar-benar mengemis karena kemiskinan. Tetapi sebagian besar yang saya temui tidak. Mereka memanfaatkan.

    #Kojeng : Kebanyakan pengamen memang tidak memiliki kemampuan bermusik, alih-alih menghibur mereka sebenarnya malah mengganggu. Kita memberi bukan karena merasa terhibur tapi lebih karena merasa kasihan. Yang parah,Kadang juga ada yang maksa minta duit saat mengamen.Kalo sudah seperti itu, mungkin ndak ada bedanya mereka dengan “pengemis” mbak nunik….

    Salam hangat dari semarang.🙂

  26. […] Dari Miss Universe, sampai pengemis. […]

  27. […] Dari Miss Universe, sampai pengemis. […]

  28. setahu saya (berdasarkan info di tv), fatwa itu keluar karena banyak yang memperkaya diri dari mengemis …
    bahkan sempat ditayangkan ada kampung dengan penduduk yang pekerjaannya pengemis tapi sampai punya rumah permanen yang bagus .. dan kl ada yang tidak mengemis maka akan dikucilkan …
    tapi memang jadi kasihan sama yang benar2 butuh dan memang layak tuk dibantu ..

    Mengembalikan Jati Diri Bangsa

    #Kojeng : Itulah kang, saya kadang sedih lihat yang seperti itu… bagaimana mereka demi materi rela mengorbankan harga diri…😦

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: