Pejuang di balik layar


Di sebuah kelas, di sebuah SD di pedalaman sana. Seorang guru sedang mengajari muridnya tentang nasionalisme, dengan tema perjuangan merebut kemerdekaan.

” Baik anak-anak, coba bayangkan kalian berada di jaman belanda dulu.” Kata sang guru bemaksud mengetes murid-muridnya.

” Siapa di antara kalian semua yang ingin bersama pejuang indonesia, silakan angkat tangan…”.

Murid-murid serempak mengangkat tangan.

Dengan semangat mereka berteriak-teriak: “Saya akan bersama pejuang, saya akan jadi pahlawan, Pak…”.


Sang guru tersenyum melihat semangat murid-muridnya itu.

Tapi, setelah diamati, ternyata tak semua murid mengangkat tangan.

Seorang murid tampak ragu, menoleh ke kanan dan ke kiri, tapi urung mengangkat tangan.

Sang guru yang sadar akan hal itu mendekati murid tersebut.

“Kenapa kamu tidak angkat tangan, nak?”

Semua teman saya bersama pejuang, Pak. Biar saya bersama belanda saja.”

“Loh kenapa? kamu tidak mau berjuang melawan belanda bersama teman-temanmu?” tanya sang guru keheranan.

Murid itu terdiam. Dia terlihat ragu untuk menjawab. Kepalanya tertunduk.

Sang guru yang menyadari semua perhatian murid tertuju pada anak itu, segera berbisik ke anak tersebut.

“Saat istirahat, temui saya di ruang guru…”.

Pelajaran pun berlanjut. Sang guru kembali menerangkan sejarah perjuangan bangsa merebut kemerdekaan.

Istirahat pun tiba.

Murid-murid masih bertanya-tanya, mengapa di antara mereka ada yang malah memilih jadi belanda. Bahkan, ada beberapa yang mulai mengeluarkan ejekannya. “Dasar Belanda, penmghianat bangsa…”. Yang diejek hanya diam saja, tak sepatah kata pun keluar sebagai pembelaan.

Degan segera sang murid menghadap kepada gurunya.

“Coba terangkan, kenapa kamu memilih bersama belanda?”

“Bukankah kamu tahu, belanda itu musuh kita di jaman penjajah dulu?”

” Kamu tidak bermaksud jadi penghianat kan?” Tanya sang guru dengan penasarannya.

“Tidak, Pak. Saya tidak akan menghianati bangsa ini…” Sang murid tiba-tiba menjawab dengan mantap.

“Lalu?” Sang guru tampak semakin keheranan.

“Saya memilih bersama belanda karena saya ingin jadi mata-mata, Pak”

“Dengan bersama belanda, saya bisa memberi informasi kepada pejuang. Agar pejuang tahu kekuatan musuh…”. Lanjut sang murid.

Sang guru tampak berpikir,

“Lalu, kenapa kamu tidak bilang begitu pas saya tanya di kelas tadi?”.

“Maaf pak, saya khawatir di antara teman-teman ada yang menjadi mata-mata belanda. Saya takut penyamaran saya terbongkar…”. Jawab sang murid dengan polosnya.

Sang guu pun tersenyum sambil berguman dalam hati : ” Eh ini anak, bisa-bisanya mengarang cerita…”.

Pesan moral : Tak semua yang bersama pejuang adalah pahlawan. Dan tak semua pahlawan bersama pejuang.

Salam, 🙂


Related Topics : …………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

More at : RENUNGAN

26 Komentar »

  1. alamendah said

    Dirgahayu Indonesia-ku sayang.
    Semoga Indonesia makin luar biasa… MERDEKA

    #Kojeng : Medeka…!

  2. Dangstars said

    Nanti ketiduran gak..makanya gak angakat tangn…he…

    Merdeka .)

    Kojeng : he.he. Kok ketiduran? habis begadang tirakatan mungkin…🙂

  3. dinda said

    hahahaha..
    segerr nih…..
    hebat euy anak SD sekarang bisa punya cita-cita jadi spy, bukannya dokter, tentara, atao insinyur kaya jaman saya duLu :))

    #Kojeng : Mungkin kebanyakan nonton pilem holliwud…🙂

  4. Wandi thok said

    Bener-bener kreatif mas, terutama anyak nyang diejek itu, tapi lebih kreatif penulisnya dunk😆🙄😀

    #Kojeng : Sekedar belajar ngayal… Hi.hi. makasih mas wandi.🙂

  5. D3pd said

    Salut kepada pejuang dan penulisnya, ^_^…V chayoo

    #Kojeng : Teng Kyu…🙂

  6. casrudi said

    Hehehe… mas Kojeng bisa aja… Betul mas, dalam percaturan apapun yang namanya musuh dalam selimut tetap ada…

    Salam kemerdekaaan Mas…

    #Kojeng : Kita sepaham ya kang? He.he.🙂

  7. deeedeee said

    hihihi… bener juga yah! moralnya dapet banget sah! hahaha

  8. deeedeee said

    hihihi… bener juga yah! moralnya dapet banget dah! hahaha

  9. perigitua said

    haddiirr…
    pagi2 gini, nengokin sahabat lagi ngapain yach, Hhmm…, ngopi dulu ah…

    hehehhee…
    mantap2….
    matcjing cerita en pesan moralnya
    cu…

    #Kojeng : lagi ngopi juga kang, gabung ya…🙂

  10. Saya nggak ikut pejuang atau ikut Belanda karena emak sudah pesan ” habis sekolah jangan ngluyur kemana-mana lho, langsung pulang ”

    Kang, kalau mau mbuat button atau logo, masuk ke site ini ya, enak, tinggal ngemplok blenk.Nggak pake sign up atau sign in, karena tadi sudah saya bilangin ” temanku Kolojengking mau kemari, jangan macam-macam, kalau dia ngentup kamu bisa klojotan sambil mendesah-desah lho “.
    Dia bilang : “oke pakde, rebes !!”

    Nih sitenya : http://cooltext.com

    Salam hangat karena merdeka dari pakde di Surabaya.

    #Kojeng : Loh, Pak Dhe kan gurunya… Hi.hi.
    Saya sudah dari TKP pak Dhe, maknyus pokoknya….🙂

  11. genial said

    hehehehe… bisa ajja tu anak… kira2 emaknya dulu ngidam apa iia??!?! hueheheheeheh…

  12. genial said

    heheheh… bisaan tu anak.. ngidam apa iia emaknya dulu kira2?!?!? hueheheheheh…

  13. hahahahahahaaaa..
    bener2.. seeeeeppppp…. !!!
    Tak semua yang bersama pejuang adalah pahlawan. Dan tak semua pahlawan bersama pejuang…

    pinter tuh anak.. sialan !!!

    #Kojeng : Sapa dulu gurunya, Pak Dhe cholik je…🙂

  14. Salam Merdeka
    Perjuangan bisa di segala bidang… tak harus angkat senjata..
    Salam Hangat
    Salam Kenal

    #Kojeng : Gak harus angkat senjata, angkat apa aja bisa, asal jangan angkat tangan…🙂
    Salam kenal juga.🙂

  15. Indo Hijau said

    He…he…konjeng, tetapi jangan salah lho, ada yang pura-pura jadi mata-mata padahal dia emang ikut londo, ada juga yang bersikap pisau bermata dua…., seger tenan, tak kirain cuman bisa gigit…..*kabuuuuurrrr*

    #Kojeng : Waduh, ander estimet ik… Hi.hi.
    Gak oq kang, cuma belajar ngayal aja…🙂

  16. rasyid said

    Datang lagi ke blog sahabat, Berteduh mencari makan, Tak lupa salam hangat, Setelah kemerdekaan dikumandangkan

    #Kojeng : Yang bener, berteduh mencari makan tak lupa TEH hangat… He.he.
    Salam kenal juga.🙂

  17. perigitua said

    haddiirrr…..
    malam2 gini, jalan2 menyambangi sahabat tersayang…, minta nasinya dong, laperr.. euy..
    cu…

    #Kojeng : Makan malem ntar ndut kayak saya loh kang…🙂

  18. kanglurik said

    Hahaha… Cerita asyik banget. Mengena.
    Misi rahasia emang harus dirahasiakan. Tetapi jika yang jadi mata-mata gurunya gimana???

    #Kojeng : Wah… keterlaluan dong kang gurunya kalo gitu, nanti pasti si murid gak dinaikin kelas… Hi.hi.

  19. Merdeka! Saya bangga menjadi blogger indonesia

    #Kojeng : Merdeka juga…. Saya juga bangga…🙂

  20. ha…ha…kalau kayak gini, pinter mana ya, gurunya atau muridnya ?
    yang jelas pinter ya yang ngarang cerita ini ya Mas….:)🙂
    Salam.

    #Kojeng : pinter bunda dong, mujinya…🙂

  21. beehonz said

    mantap broo…

    saya kagum dengan ceritanya…

    tetap jayalah indonesiaku…

    keep blogging,,
    ^^

    #Kojeng : Makasih kang…🙂

  22. wow.. aku terharu sama jawaban anak ituu..🙂

    #Kojeng : Jangan nangis ya jeng… Hi.hi.🙂

  23. tes2x… kok komen dila ilangg???

    Kojeng : Dah tak tampil to jeng? tadi nyangkut di keranjang sampah. Maap ya… he.he.🙂

  24. hizk… terharu sama jawaban anak itu… phuphu

    Kojeng :🙂 phuphu

  25. Dangstars said

    Assalamualaikum wr.wb.
    Selamat datang dlm penerbangan RAMADHAN AIR tujuan Bandara Internasional IDUL FITRI dgn nomor penerbangan 1430 H dengan ketinggian 2009 M dari permukaan laut,
    Tidak lama lagi kita akan menempuh penerbangan yg berjarak tempuh 30 hari & akan memasuki wilayah PUASA.
    Mari tegakkan kursi IMAN serta sandaran TAQWA.
    Bila terjadi guncangan dlm perjalanan, pasang selalu sabuk ZIKIR, TAHAJUD & SEDEKAH JARIAH.
    Pilot anda…AL ISLAM dan Copilot ALQURANUL KARIM Bersama Pramugari Rahmah, Maghfirah dan Jannah.
    Kami selalu berharap dpt menerbangkan anda kembali menuju negeri JANNATUN NAIM pd kesempatan berikutnya. ALLAHUAKBAR…! Mohon maaf lahir dan batin.
    Kang Dadang Sekeluarga .

  26. […] Pejuang di balik layar […]

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: