Antara saya dan Thomas Alva Edison


Thomas Alva Edison dikenal sebagai penemu terbesar sepanjang jaman. Sudah ribuan temuannya memperoleh paten. Namun demikian Edison mengatakan bahwa karya orisinalnya sesungguhnya hanya satu, yaitu pemutar piringan hitam. Sedangkan temuan-temuannya yang lain berasal dari gagasan-gagasan orang lain, namun mereka malas dan tidak mau repot-repot mengembangkannya sendiri. Edison yang dikenal jenius sesungguhnya juga jenius dalam menyerap ide-ide orang lain.”

Membaca kisah hidup Thomas Alva Edison tak ubahnya membaca cerita hebat tentang kejeniusan dan kerja keras. Tentu jenengan pernah mendengar kata-kata Edison yang menyebutkan bahwa sukses adalah 99% kerja keras dan 1% inspirasi. Atau tentang kisah sukses penemuan lampu pijarnya yang sebelumnya harus melalui puluhan ribu percobaan yang gagal. Saya rasa hampir semua dari kita pernah mendengar tokoh hebat ini.

Bagi saya Edison bukan sekedar tokoh hebat yang telah ikut membangun peradaban manusia, tapi sebuah inspirasi yang selalu memompa semangat saya. Iya, di tengah sekian banyak keterbatasan saya, Edison telah menunjukkan bahwa kesuksesan bukan semata buah pemberian TUHAN, tapi buah dari kerja keras dan semangat pantang menyerah.


Apa yang membuat Edison begitu hebat di mata saya?

Tokoh jenius yang juga sama hebatnya dengan Edison adalah Albert Einstein. Tentu jenengan juga mengenal tokoh tersebut. Keduanya adalah tokoh hebat, keduanya juga diakui sebagai manusia-manusia paling jenius. Namun di mata saya, keduanya memiliki jenius kejeniusan yang menurut saya berbeda. Loh kok?

Yup. Bagi saya mereka berdua sama-sama jenius. Namun perbedaan jenis kejeniusan keduanya yang membuat saya lebih memilih Edison untuk saya jadikan inspirasi. Apa pasal?

Albert Einstein diakui karena kejeniusan otaknya, juga karena teori-teorinya yang dianggap luar biasa. Teori-teorinya yang mencengangkan seperti teori relativitas dan rumus E=mc² membuatnya diakui sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh di dunia. Einstein dakui memiliki salah satu otak paling jenius yang pernah ada. Bahkan hingga kini otak Einstein masih diawetkan untuk diteliti kehebatannya. Einstein jenius karena memang memiliki otak super. Tentu saja saya tak menyangkal tentang kerja keras yang dilakukannya hingga diaku seperti sekarang. Tapi, dengan otak yang super jenius seperti itu, mungkin kita berpikir akan lebih mudah bagi kita meraih kesuksesan.

Berbeda dari Einstein,

Thomas A. Edison dikisahkan sebagai anak yang bisa dikatakan bodoh. Tidak memiliki tingkat kecerdasan yang tinggi seperti halnya Einstein. Bahkan gurunya di sekolah dasar menyerah untuk mengajari Edison karena begitu sulitnya dia belajar. Dan kemudian ibunya sendirilah yang mengajari Edison baca tulis.

Jika saya membaca kisah sukses Edison, saya selalu berpikir. Merenung dalam-dalam. Mengapa saya tidak bisa sehebat Thomas A. Edison? Padahal modal awal “otak” yang saya miliki mungkin jauh lebih baik dari milik Edison. Tapi mengapa saya tidak bisa menghasilkan karya hebat dan mengukir sejarah seperti dia?

Mungkin jenengan juga berpikir sama seperti saya.

Yang membedakan saya dengan Edison,jika saya boleh menyimpulkan, adalah kemampuan Edison yang hebat dalam mengolah ide-idedan tentunya semangat saya yang minim untuk bekerja keras.

Jika saya pikir-pikir, banyak sekali ide-ide yang lahir dari otak saya baik itu yang berhubungan dengan pekerjaan atau lainnya. Dan semua itu pun, jika saya diskusikan dengan teman-teman saya, adalah ide-ide yang akan bermanfaat jika diwujudkan.

Tapi apa hasilnya? Ide itu sebagian besar masih tetap menjadi ide-ide saja, tidak saya wujudkan menjadi hal yang berguna. Saya tidak seperti Edison yang begitu tekun bekerja keras. Saya tidak seperti Edison yang “mampu” mengubah ide sederhana menjadi temuan besar. Saya terlalu malas bahkan untuk mewujudkan ide-ide saya sendiri. Tidak seperti Edison yang bahkan ide-ide orang lain diserapnya hingga menjadi sebuah temuan besar. Ah…

Saya sering berpikir. Saya kerap kali merenungkan hal itu. Di malam yang sepi, di kala malam mulai larut seperti saat ini. Namun sayangnya, hasil renungan saya itu hanya akan menjelma menjadi mimpi. Dan saat terbangun saya akan dengan segera melupakan mimpi-mimpi itu…

Semoga saja renungan saya ini terpatri kuat di benak dan hati saya. Dan semoga saja esok hari ketika saya terbangun saya bisa memulai mewujudkan ide-ide saya…

Salam sayang selalu.

Kutipan di atas saya ambil dari buku kumpulan motivasi : “Jangan mau jadi Paku, Jadilah Palu!”

16 Komentar »

  1. Aldy said

    Masalahnya, Thomas Alfa Edison begitu ada ide langsung di implementasikan, dicoba, ditest, lha sampeyan ada ide malah beli bakso dulu, kekenyangan….wis turu neh…piye toh ?

    • Wakakakka…
      Kali ini mas Aldy betul sekali…
      Tapi tidak selalu begitu kok mas aldy. Kadang saya juga begitu mendapat ide langsung menindaklanjutinya,
      contohnya : ketika saya dapet ide lokasi warung bakso baru yang enak… dijamin saya langsung tancap gas ke TKP…🙂

  2. m4stono said

    kalo saya ide2 itu biasanya muncul pd waktu setor di WC…begitu lancar ide itu selancar e’e saya..wkwkwkw…ups jorok yah…

  3. D3pd said

    haa, idenya ko saya ga keluar ya, ^_^…V

  4. intinya, just do it and work hard, gitu ya Mas Kojeng ?
    eh, ada satu lagi, berdoa tentunya.
    salam.

    • Betul Bunda… Makasih tambahannya…🙂

      Salam juga dari Kojeng.🙂

  5. Kalo bgitu mari bergabung di genk ide gila, so far bro ganda dan bro aldy udah ikutan….wkwkwkwkw🙂

    Bro…. Albert Einstein juga pada awalnya bukanlah anak yang jenius, mungkin hampir sama kasusnya dengan Edison bro…

  6. yupz…. bangunkan macan tidur dalam diri kita memang bukan sesuatu yang mudah .
    akupun juga merasakannya …
    btw, sepanjang umur semoga tetap sellau mencari jalan kesana ..

    senyum, semangat, ceriaselamanyah !!!!

    hahahahaaa….

    • Apalagi kalo tidurnya dah keenakan, dijamin makin susah bangunnya…🙂

  7. Aldy said

    Wakakakka…
    Kali ini mas Aldy betul sekali…
    Tapi tidak selalu begitu kok mas aldy. Kadang saya juga begitu mendapat ide langsung menindaklanjutinya,
    contohnya : ketika saya dapet ide lokasi warung bakso baru yang enak… dijamin saya langsung tancap gas ke TKP…

    ;)) dimana bedanya ? weh…jangan-jangan sing dipikir bakso tok !

  8. Ayam Cinta said

    kemauan dan kerja keras….

    wah cover bukunya ga ditampilin sekalian mas? atw mau dijadiin bahan posting sendiri?

  9. Makanya kalau pergi kemana-mana selalu membawa notes dan potlot. Begitu ada sesuatu lewat, tangkap, tulis judul awal, kembangkan menjadi ide.
    Misalnya Kojeng sedang ngising, kok angel keluarnya. Catat tuh mas, kasih judulnya ” 3 faktor penyebab susah BAB “, atau ” 4 Makanan yang bermanfaat untuk memperlancar BAB”.
    Kalau Kojeng sedang sisiran, catat, kasih judul awal ” Gaya rambut mana yang sedang ngeTren abad XXI “, atau buat tulisan berjdul ” Gadis berambut merah “.

    Kalau malam-malam sedang mimpi jangan lupa bangun sebentar, ambil catatan trus tulis judul awal ” Mimpi Gigi Tanggal, benarkah akan mengalami kesusahan ?”

    Yeeee banyak kan ide itu, sekarang tinggal menulisnya.

    Salam hangat dari pakde di Surabaya.

    #Kojeng : Hm… Kayaknya ngebahas ide-ide itu tadi lebih susah deh Pak Dhe… Mesti meguru dulu sama jenengan nih…🙂

  10. wow… apalagi antara saya dengan edison, saya dengan om kojeng ajah jauh, masih pinteran om kojeng kemana2. mendingan deh om kojeng mah punya mimpi dan suka merenung yah??? saya… saking kebanyakan mimpi jadi pusing. hohoo…

    artikel yg cukup menggugah. salam semangat!

    #Kojeng : Maksudnya jenengan masih jauh di depan saya…🙂

  11. zaky said

    Agak sama seh saya dengan jeng kojeng, sy orang genius, kadang dikenal dgn si ide gilanya…. beberapa kebijakan perusahaan datang dari saya… masalahnya yang sama… saya banyak ide tapi tidak bekerja keras u/mewujudkinnya…

    hihiihihi…… ga tau idenya hilang yg nyisa gilanya hahhahah…

    Yu mari kita mejadi genius di kelebihan yg kita miliki masing masing…..


    He.he. Teryata saya ada temennya juga ya…🙂

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: