Seberapa lama cinta Anda mampu bertahan?


love

“Tak peduli betapa menyenangkannya jatuh cinta, hal itu pasti akan berubah. Roller coaster hormon yang membawa kita pada beberapa bulan atau tahun pertama hubungan akhirnya berhenti. Walaupun demikian,pada saat bersamaan, Anda mungkin juga memperbolehkan diri Anda berperilaku dengan cara yang sangat tidak seperti Anda.”

Ho..ho.. Itulah ungkapan yang Saya pilih untuk mengawali tulisan kali ini. Itu bukan ungkapan saya, tapi ungkapan dari Dr. Marianne J. Legato yang saya kutip dari bukunya: Why Men Never Remember and Women Never Forget.

Apakah Jenengan pernah mengalami hal seperti pada ungkapan itu? Jenengan pernah jatuh cinta kemudian beberapa waktu kemudian merasakan cinta yang dulu ada tiba-tiba hilang entah kemana?

Atau,

Jenengan salah satu yang percaya, Love last forever?  Jenengan jatuh cinta dan tetap akan jatuh cinta hingga berpuluh-puluh tahun lamanya? (Wuih… romantis pisan… :))


Tentu Jenengan semua berhak menjadi seperti yang pertama atau yang kedua. Atau jika Jenengan punya pendapat yang sama sekali berbeda dari keduanya itu pun sah-sah saja. Tidak ada yang akan menyalahkan pendapat Jenengan. Karena memang Jenengan tidak salah. Menurut Saya, yang namanya cinta itu urusan hati, hak pribadi jenengan semua. Jadi Jenengan berhak memilih jalan cinta Anda sendiri-sendiri.

Di sini Saya tidak sedang ingin membahas tentang apa itu cinta. Saya yakin Jenengan semua sudah punya definisi sendiri tentang apa cinta itu. Tapi, di sini saya ingin mengajak Jenengan semua untuk flash back, menoleh ke belakang tentang perjalanan cinta Jenengan semua. Kemudian membandingkannya, apakah benar ungkapan yang saya tulis di awal postingan ini.

Dalam bukunya, Why Men never Remember and Women never Forget, Dr. Marianne J. Legato berusaha menjelaskan hubungan laki-laki dan perempuan dari sisi ilmiah. Ada banyak analisa yang dikemukakan berkaitan dengan fenomena hubungan laki-laki dan perempuan tersebut. Termasuk di dalamnya adalah analisis mengenai kondisi otak seseorang ketika sedang jatuh cinta dan kondisi pasca kegilaan cinta.

Secara jelas digambarkan bahwa gairah cinta yang dirasakan ketika seseorang sedang jatuh cinta sangat berhubungan erat dengan kadar zat-zat tertentu dalam otak kita. Dan zat-zat tersebutlah yang memungkinkan kita mengalami yang namanya “kegilaan” dalam cinta. Kegilaan yang sama sekali berbeda ketika kita dalam kondisi “normal”.

Tentu Jenengan sudah pernah merasakan yang demikian itu. Semua terasa serba indah. Apalagi yang berhubungan dengan orang yang kita cintai. Begitu indahnya, sampai kita merasa tak ada sedikitpun yang kurang dari pasangan kita. Semua serba sempurna!

Namun kabar buruknya, zat-zat khusus tersebut tidak bertahan lama di otak kita. Setelah beberapa saat waktu berjalan, biasa hitungan bulan atau tahun, kadar zat tersebut akan berkurang. Hal ini berarti pula kadar kegilaan orang yang jatuh cinta akan mulai berkurang. Dan, pelan namun pasti, pengaruh zat tersebut akan semakin berkurang dan mungkin akan menghilang.

Mungkin Jenengan bertanya, “Lalu apa yang membuat begitu banyak pasangan masih bertahan hingga puluhan tahun?”.  “Apakah mereka bisa bertahan selama itu jika benar kadar cinta mereka sudah hampir habis?”

Dalam bukunya, Dr. Marianne J. Legato menjelaskan, kadar zat tertentu yang bertanggung jawab saat kita jatuh cinta tersebut memang akan terus berkurang. Namun, selama proses jatuh cinta itu, diharapkan pasangan yang jatuh cinta telah memasuki tahap selanjutnya, yaitu apa yang disebut keintiman (intimacy). Rasa dekat satu sama lain sehingga meskipun kadar kegilaan cinta telah jauh berkurang mereka masih merasa nyaman dan bahagia saat bersama.

Keintiman adalah kata kuncinya. Dan pemicu dari keintiman itu bisa beragam bentuknya. Dari yang paling umum misalnya jatuh cinta seperti dijelaskan di atas, atau bisa juga melalui jalan lain semisal sepasang sahabat yang kemudian memutuskan untuk menikah.

Ah… teoritis banget ya ?!?🙂

Saya tidak mau membahas terlalu dalam perihal tersebut, karena Saya memang tidak punya cukup kompetensi untuk melakukannya. Namun di sini Saya ingin mengajak Jenengan semua untuk melihat kebelakang perjalanan cinta Anda.

Dan Saya harap Jenengan mau berbagi cerita dengan Saya, dengan menjawab pertanyaan :

Seberapa lama Jenengan merasakan kegilaan saat jatuh cinta? Dan apa yang Jenengan lakukan ketika menyadari Jenengan sudah tidak lagi mencintai pasangan seperti dulu lagi?

Cinta memang urusan Jenengan pribadi tapi Saya akan sangat berterima kasih jika Jenengan sudi berbagi cerita dengan Saya…

Salam, Kojeng.🙂

N.B. : Saya tidak akan menganggap salah atau benar jawaban Jenengan. Seperti yang pernah diungkapkan oleh seniman Sudjiwo Tejo saat menanggapi isu poligami:“Jangan pernah menghakimi cinta…”. 🙂

29 Komentar »

  1. Aldy said

    Pertama ( bukan pertamaxxxxx), salam kenal mas, kalau tak kenal maka tak sayang…( nah lho ? ).
    Kedua ( bukan Keduaxxxxx ), pertanyaan sampeyan niku mudah tapi sulit (?). Mudah karena semua pasti bisa jawab, sulit karena tidak semua bisa jujur untuk menjawab !.
    Jika seberapa lama ? wow mungkin cuma satu hari satu malam (terusssssss), sepertinya gak lebih dari itu. Kalau udah gak cinta lagi ? ganti dong…masak itu-itu terus ? bukan ganti orang yang dicintai ( orang seumuran saya udah menetap ), tetapi ganti cara dan seni mencintainya…( halaaaaah, koyo seniman a’e….)

    • dedekusn said

      Kedua dulu….

    • Jawaban yang bagus mas. emang gak setiap orang berani jujur mengenai yang satu ini. Hilangnya rasa “jatuh cinta” bukan berarti kita tak mencintai pasangan kita lagi. Tapi lebih pada kembalinya rasionalitas kita dalam memandang dan menilai pasangan kita. Juga berarti, kembalinya kita seperti apa adanya kita. Bukan kita yang dibuat-buat untuk menyenangkan pasangan ketika merasa jatuh cinta.

      Ok. Makasih commentnya. Untuk yang lain kita tunggu aja pendapatnya. Salam kenal, kojeng.🙂

  2. dedekusn said

    Saya tidak akan menjawab…🙂
    …yang jelas Insya Allah saya selalu berusaha untuk mencintainya …

    Jenengan = nama (dlm bhs. Bandung eh… Sunda)

    • Wah, kang dedekusn takut kalo pasangannya ikutan baca yah?? he.he. Oke deh. Gak pa2 oq kang. Terima kasih dah ikutan nimbrung.🙂

  3. Saka said

    cinta adalah buah dari keihklasan…. apa tibalik?:mrgreen:
    linknya kojeng juga sudah sy pasang, tengkyu sudah ngelink duluan😆

  4. Aldy said

    Dan yang pasti biar gak sulit jawab pertanyaan ini, Jangan pernah jatuh cinta (mungkin ?), sob link sudah terpasang, silahkan dicek pada footer homepage.

  5. hmm… cuma mau bilang klo tulisan ini baguss…🙂

    • dedekusn said

      Saya juga mo bilang tulisannya its OK🙂

      • Saka said

        IDEM sama dhila dan kang dekun:mrgreen:

    • Terima kasih pujiannya jeng dilla sama kang dedekusn…🙂
      Alangkah lebih menyenangkan lag kalo jenengan berdua mau ikut berbagi pengalaman. He.he.🙂

  6. D3pd said

    Seberapa lama Jenengan merasakan kegilaan saat jatuh cinta? Dan apa yang Jenengan lakukan ketika menyadari Jenengan sudah tidak lagi mencintai pasangan seperti dulu lagi?
    Lah, wong saya 4 tahun ini nggak ada yang mencinta dan dicintai e mas..piye to, ^_^…V chayoo

    • Wah beneran mas?
      Mungkin di masa sebelum 4 tahun yang lalu mas, masak sih, belum pernah merasakan yang namanya jatuh cinta? He.he.🙂

      • Saka said

        blom laku kali mas D3pd😆

  7. sayangnya sudah sejak lama saiia menafi’kan cinta dari lubuk hati ini😦

  8. kunjungan, om. ada award lagi tuh dari dila. monggo diliat.

  9. dedekusn said

    Kunjungan malam…

  10. muamdisini said

    haduh..membahas cinta saya kira tak ada habisnya…
    sampai sekarang pun saya masih menganggap belum ada rangkaian kata yang bisa mengungkapan apa itu cinta…
    (halah…)
    memang ya, cinta hanya untuk dilakukan dengan perbuatan bukan hanya dengan kata..

    oh iya,, belum salam kenal yah…
    salam kenal…hehehe

  11. arhsa said

    sampe sekarang masih bertahan hehe…
    walau dah putus 8 thn nyang lalu hiks…

    “Why Men Never Remember and Women Never Forget.”
    menggelitik nih buku, bisa bwt nambah koleksi sumberebook.co.cc

  12. Sakurata said

    Cinta..tidak akan habisnya untuk dibahas🙂
    I love Cinta, Lho ?😀

  13. faza said

    Haddiirr…
    hehehe… cinta-cinta an euy… mantap surantap…
    kalo mo ngomongin yg satu neh, bisa puanjaaaaang en laaammaaa…. hehehe….
    tapi urun cinta yach, solae versi kami (aku en ny.) ya…

    “Jenengan salah satu yang percaya, Love last forever? Jenengan jatuh cinta dan tetap akan jatuh cinta hingga berpuluh-puluh tahun lamanya?”
    Jawabanku jelas IYA…!!! bukan cuma keyakinan membuta lho, tapi kami dah menyiapkan pondasi yang kuat untuk itu.

    en satu lagi…

    “Cinta itu MEMBERI…”

    cuma memberi en tidak pernah meminta

    monggi ditanggepin hehehe…
    cu…

  14. backpackerman said

    mencintainya tanpa syarat…
    ntah sampai kapan.. kita tidak tahu

  15. ellys said

    APA KHABAR HATIKU..HATI INI MEMBEKU JIKA MENGINGATMU..MATA INI BASAH..JIKA MEMIKIRKANMU..TIADA PERNAH ENGKAU TAHU..BAHWA CANDA TAWA INI HNY PURA PURA KU MENUTUPI LUKA HATI..APA KHABAR HATIKU.

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: