Kojeng : SMK Bisa!


SMK Bisa!

SMK Bisa!

Pagi tadi, sambil bersiap-siap ketika hendak berangkat ke kantor, ada berita menarik di Indosiar. Nama acaranya saya lupa (atau gak tau?🙂 ), tapi ditayangkan sekitar jam 7-an.

Diberitakan, beberapa SMA di Jakarta mengaku kekurangan murid baru di PSB tahun ini. Diberitakan pula sebagian besar calon siswa lebih memilih sekolah di SMK. Ada satu SMK di Jakarta yang mengku jumlah pendaftar tahun ini membludak sampai 4x jumlah yang diterima.

Satu hal menarik dari pemberitaan itu, seorang narasumber mengungkapkan beralihnya minat calon siswa dari SMA ke SMK disebabkan gencarnya promosi SMK oleh pemerintah (Mendiknas) di televisi. Tentu jenengan pernah lihat iklan-iklan promosi SMK yang mengangkat jargon SMK BISA!. Salah satu iklan tersebut dibintangi oleh Tantowi Yahya yang juga mengaku lulusan SMK. Narasumber itu juga mengharapkan pemerintah tidak hanya mempromosikan SMK, tapi juga mempromosikan SMA dengan mengangkat jargon SMA BISA!

Apa benar demikian adanya? Benarkah minat calon siswa lebih cenderung ke SMK?

Pertanyaan saya itu tentu tidak bisa dijawab dengan mudah. Diperlukan adanya survey dan jajak pendapat dari calon-calon siswa baru, dan juga tentunya dari masyarakat luas. Apakah benar pernyataan sang narasumber yang menuding iklan SMK sebagai penyebabnya, atau ada sebab lain selain itu. Bahwa “iklan” bisa mempengaruhi opini public itu sudah pasti. Tapi jika hal itu sampai bisa mengubah selera pendidikan masyarakat, menurut saya hal itu sudah luar biasa.

Pada tahun 2007, melihat rendahnya minat siswa lulusan SMP yang melanjutkan ke SMK, pemerintah melalui Depdiknas mengeluarkan rencana strategis yang intinya memprioritaskan pembangunan SMK-SMK. Jika memang pemberitaan itu benar, dalam waktu 2 tahun saja rencana pemerintah tersebut bisa dikatakan berhasil. Nah, jika sekarang timbul masalah seperti itu, tentu saya tidak tahu. He.he.🙂
Sebagai salah seorang yang juga lulusan SMK, tentunya saya merasa bangga dengan adanya berita tersebut. Setidaknya hal itu menunjukkan persepsi masyaratkat akan SMK sudah bergeser. Beberapa tahun lalu, ketika saya masuk SMK, pandangan masyarakat akan SMK cenderung miring. Digambarkan bahwa siswa SMK identik dengan siswa dari kalangan kurang mampu. Ada juga anggapan bahwa orang tua menyekolahkan anaknya di SMK karena khawatir tidak bisa melanjutkan ke perguruan tinggi. Hal itu memang tidak sepenuhnya salah. Sebagian besar teman saya waktu di SMK memang dari kalangan kurang berada. Bahkan banyak juga yang mendapat beasiswa JPS (Jaring Pengaman Sosial) karena masuk golongan kurang mampu.

Ketika masih sekolah dulu saya pernah bertanya, mengapa beberapa perusahaan lebih menyukai merekrut tenaga lulusan SMK dari pada lulusan perguruan tinggi? Dengan sederhana di jawab oleh guru saya, lulusan SMK lebih terbiasa bekerja keras dan standar gajinya lebih rendah. Ah, tentu saja itu jawaban yang masih bisa diperdebatkan lagi. Namun yang pasti, saya bersyukur bisa menjadi lulusan SMK karena jargon SMK BISA! Menurut saya memang benar adanya. (padahal dulu sebenarnya pengen sekali sekolah di SMA… he.he.)

Kembali ke pemberitaan tadi. Jika pemberitaan itu benar, apakah ini fenomena naik pamornya SMK atau meredupnya pamor SMA? Apakah ini menandakan bahwa SMA dan SMK kini dalam status yang sama, sama-sama diburu karena kualitasnya? Saya belum sempat mempelajari lebih jauh perihal ini, nanti jika saya sudah punya jawabannya saya akan memberitahukan pada jenengan semua.🙂

Lepas dari pemberitaan itu, saya percaya SMA dan SMK sama-sama pentingnya. Keduanya memiliki pangsa pasar berbeda. SMK mencetak tenaga kerja siap pakai dan SMA mencetak calon-calon pemikir bangsa. Menurut jenengan, bagaimana lulusan SMK itu?

18 Komentar »

  1. buwel said

    apa ya…..ehnnnnngggghhhh sama2 mencerdaskan bangsa wis…ehehhheh…
    salam kenal juga ya dari buwel…hehehhe

  2. isnuansa said

    Minat ke SMK bisa jadi makin naik, karena orang tua cenderung berpikir agar anaknya bisa langsung kerja selepas pendidikan menengah tanpa perlu kuliah.

    biaya PT kan mahal banget sekarang🙂

    Salam kenal juga ya…

    • Jika saya amat-amati, termasuk yang terjadi pada saya, pendapat jenengan betul sekali. kekhawatiran tidak bisa melanjutkan ke PT membuat orang tua lebih memilih SMK.🙂

  3. faza said

    tapi kalo pun pamor SMK naik, maka siap2lah makin pemerintah akan menghadapi lonjakan pengangguran lebih awal. krn biarpun SMK katanya siap kerja, tp rasanya cm sepersekian prosennya aja yg bs tertampung. kl masuk PT kan lumayan, bisa menunda 4 tahun, dgn harapan dalam kurun waktu segitu, pemerintah bisa ‘menyulap’ semuanya menjadi lebih baik lagi. Amieen..
    cu…

    • Pengalaman saya dulu, selain berharap bisa segera kerja setelah lulus saya juga berpikir jika tidak bisa bekerja di perusahaan minimal saya memiliki keterampilan untuk berwirausaha. Tentunya sesuai dengan bidang saya ketika di SMK. Dengan hanya berbekal ijazah SMK, tentu faktor gengsi untuk memulai wirausaha dari nol bisa diminimalisir.

  4. genial said

    mungkin juga dlm kenyataannya, di lapangan, lulusan smk lebih bisa mengaplikasikan apa yg mereka dpt di skolah barangkali dibanding yg smu… artinya, secara fisik mrk yg smk lebih mengenal lapangan jika dibanding dng smu yg hanya teori dan teori… itu juga cam di dlm kelas dari jam skian ampe sekian… heheheh… teori yg ngasal kek na barusan tuh :p

    salam hangat🙂

  5. kanglurik said

    Semoga aja mereka yang masuk SMK bisa benar-benar mengaplikasikan dan menerapkan apa yang mereka dapatkan.
    Tidak seperti SMK Buto Ijo di kampung saya sana, yang muridnya hanya nongkrong dan udad udud dipinggir jalan….

    • Minimal sudah ada satu contoh nyata, lulusan SMK yang benar-benar bisa mengaplikasikan ilmunya di tempat kerja, yaitu… temen saya. Kalo saya sendiri bisa dikatakan salah jurusan, meskiun bidang kerja saya masih bau-bau bidang studi saya.🙂

  6. yup… saya bangga dengan SMK (padahal dulu siswa SMA). oke… SMK BISA!!🙂

    • Jargon SMK Bisa! maksudnya SMK bisa sama kerennya dengan SMA…🙂

  7. D3pd said

    Bangganya saya sebagai alumni SMK. BISA ^_^…V

  8. deathmetal said

    PLOK ! (SUARA TOS SAMPEYAN….HEHEHEHEHE)

    #Kojeng : Asal Tos-nya jangan nyasar ke muka saya aja… Hi.hi.

  9. […] Ini kaitannya dengan SEO. Padahal saya sama sekali ndak paham dengan SEO-SEO-an. Jawaban logisnya, saya asal tembak aja dan kebetulan tepat sasaran. Contohnya : Postingan tentang sekolah kojeng ini. […]

  10. Sesuatu yang menyenangkan bagaimana seseorang mampu membuatmu tersenyum hanya dengan memikirkan dirinya. Happy

  11. Ketika seseorang berusaha menjauhi hidupmu biarkanlah Kepergian dia hanya membuka pintu bagi seseorang yang lebih baik tuk masuk

  12. Membiasakan diri melakukan seks bebas tanpa pengaman merupakan salah satu Penyebab sipilis menyebar di lingkungan kita. Sebab sipilis adalah salah satu penyakit menular seksual yang sangat mudah menyebar jika terbiasa melakukan seks bebas. Pencegahan yang paling mudah hanyalah dengan setia kepada pasangan.

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: