Kojeng : renungan untuk Ibu Prita


banner-prita-180x150Dari sejak kemarin-kemarin pikiran kojeng dipenuhi pikiran tentang kasus Ibu Prita  Mulyasari. Berawal dari membaca postingan ndoro kakung tentang kasus Ibu Prita, sampai tadi pagi akhirnya berita itu saya saksikan sendiri ditayangkan Indosiar.  (Untuk tahu siapa dan apa kasus Ibu Prita, jenengan bisa baca sendiri  di sini, di sini atau di sini.)
Ah… Kojeng gak sampai hati membaca berita tersebut. Terlalu miris dan terlalu mengoyak-oyak peri keadilan di hati. Apakah benar dengan menulis surat keluhan di internet seseorang bisa ditahan di penjara???  Apakah dengan menahan Ibu Prita “nama baik” yang tercemar bisa kembali bersih??? Bukankah dengan mudahnya kita bisa menemukan tulisan-tulisan yang menyerang (baca: mencemarkan nama baik) tokoh-tokoh besar yang ada, bahkan sampai presiden pun tak luput dari hal itu?  Toh meski begitu  mereka tidak sampai memenjarakan orang. Gw sampai terpaku, membaca kata demi kata dalam postingan-postingan tersebut. Masih gak percaya ada pihak-pihak yang seperti kebakaran jenggot dalam menerima kritik dan masukan dari orang lain, Apa kata dunia???


Sebenarnya sejak kemarin gw ingin menumpahkan uneg-uneg ini, namun ada sedikit kekhawatiran kojeng salah memandang kasus ini, dan takutnya malah seperti mbak Prita yang dianggap mencemarkan nama baik (Ouwh…😦 ) Namun akhirnya waktu juga yang berbicara. Kojeng tidak bisa tutup mata, tidak sanggup tutup mulut dan terlebih tidak mampu menahan jari-jari untuk menulis postingan ini. Iya, diawali dengan memasang banner BEBASKAN IBU PRITA MULYASARI seperti yang jenengan bisa lihat di blog ini, kojeng memulai untuk ikut bersuara.

Ibarat masing-masing kita adalah angin-angin kecil, dengan kita bersatu dan meneriakkan satu kata: Bebaskan Ibu Prita!!!, kojeng yakin kita akan berubah menjadi badai besar yang mampu merobohkan arogansi yang sedang Ibu Prita hadapi. Ya, Arogansi. Arogansi  yang terlalu berlebihan. Arogansi yang tidak lagi mengindahkan nilai-nilai kemanusiaan, yang hanya mementingkan diri sendiri. Arogansi yang hanya memandang hitam-putih. Bahwa ketika dia merasa dirugikan, maka orang tersebut harus diseret ke meja hijau… Tanpa Ampun…

Ah, tentunya anda pun sudah mafhum akan maksud ini semua. Kita tentu sudah mendapat pelajaran penting dari kasus ini :

Jangan main-main dengan RS Omni. Kalo tidak, siap-siap bernasib seperti Ibu Prita, Jangan main-main!!!

Ya, Kojeng gak akan bermain-main dengan RS Omni, bahkan sekedar main pun tidak, apalagi sampai berobat atau menginap di sana. Kojeng takut. Kojeng terlalu takut untuk mendapatkan ketidak-adilan atau menghadapi tuntutan hukum seperti yang Ibu Prita alami. Dan gw yakin semua yang mendengar berita itu pun akan sama dengan kojeng, gak berani main-main dengan RS Omni.

Mari kita menengok ke belakang, dahulu (mungkin sampai sekarang, meskipun tidak “lagi” semuanya) alangkah takzim-nya kojeng pada institusi yang bernama rumah sakit dan para dokter yang berbaju putih bersih itu. Alangkah hormatnya masyarakat memandang profesi dokter. Tapi akhir-akhir ini, pandangan itu perlahan mulai luntur. Pelan namun pasti, (dan kini prosesnya semakin dipercepat oleh kasus RS Omni), pandangan kojeng mulai berubah. Dari yang mulanya takjub menjadi biasa saja, bahkan cenderung miring.

Bahwa mereka adalah penolong jiwa kita ketika sakit, itu benar. Tapi mereka adalah manusia juga. Bukan malaikat penolong yang berjuang sepenuh hati. Bukan “lagi”  jiwa-jiwa mulia yang setulusnya mengabdi untuk masyarakat. Mereka adalah manusia biasa yang sedang bekerja, mencari uang dengan jalan mengobati kita. Sama seperti kita yang bekerja karena dibayar dan akan berhenti jika tidak ada embel-embel uang di belakangnya.

Ya, mereka pun sama dengan anda dan semua pekerja di luar sana, bahkan Anda mungkin lebih mulia dari mereka. Tak semua memang, masih ada dokter-dokter di luar sana yang memang memiliki hati nurani. Yang mendirikan rumah sakit dengan landasan kemanusiaan. Iya, yang seperti itu masih ada, mungkin tidak sedikit, lebih banyak mungkin. Namun ibarat pepatah, karena nila setitik rusak susu sebelanga… Karena kasus yang dihadapi mbak Prita rusak sudah takzim kojeng (dan mungkin jenengan juga???)  pada institusi yang bernama rumah sakit dan para dokter di dalamnya. Dan ini tentu saja menjadi PR yang sangat berat untuk mereka membuktikan bahwa mereka tak seperti yang kita kira.

Ah sudahlah, terlalu panjang rasanya kojeng membahas masalah ini. Takut ngelantur sampai kemana-mana. Takut dianggap mencemarkan nama baik. Takut… Takut… Takut…

Satu kata mari kita serukan: Bebaskan Ibu Prita!!!, dan semoga kita menjadi bagian dari badai besar yang mulai terbentuk…

Sudahkah jenengan berseru Bebaskan Ibu Prita???

6 Komentar »

  1. yup. mari bebaskan ibu prita!! semangant!!

    • kolojengking said

      He.he. Thanks ya dah mampir…🙂

  2. Ono Gosip said

    BREAKING NEWS !!!
    JAKSA AGUNG MEMERINTAHKAN MEMERIKSA PARA JAKASA YANG MENUNTUT PRITA, YANG MENURUTNYA
    TIDAK PROFESIANAL.

    TANGGAPAN KEJATI BANTEN ATAS PEMERIKSAAN JAKSA YANG MENUNTUT PRITRA:
    “Kita tidak berbicara siapa yang akan kemudian bertanggung jawab terhadap pembuatan …(BAP),yang penting, tapi siapa yang harus bertanggung jawab mereka yang melakukan tindakan pidana (PRITA). Saya berikan apresiasi kepada jaksa tersebut!!”

  3. Ono Gosip said

    HASIL DENGAR PENDAPAT KOMISI IX DPR DGN MANAGEMENT RS OMNI:
    1. KOMISI SEMBILAN TIDAK PUAS DENGAN JAWABAN DARI PIHAK RS OMNI
    2. MENGUSULKAN PENCABUTAN IZIN OPERASIONAL RS OMNI
    3. MENCABUT TUNTUTAN RS OMNI KEPADA PRITA MULYASARI
    4. RS OMNI HARUS MINTA MAAF SECARA TERBUKA KEPADA PRITA MULYASARI

  4. dykapede said

    kojeng…D3pd disini….BIPM……freedom..^_^..V

  5. kok blum ada posting yg baru, pak??

    *kunjungannn*

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: