Kojeng : belajar menulis dengan hati…


Buku Ndoro Kakung

Buku Ndoro Kakung

Baru aja tadi Kojeng mampir di blognya ndoro kakung, baca postingan terbaru yang masih membahas buku baru-nya ( Ngeblog dengan hati, Gagas Media ). Kemudian lompat ke blog Dewi Lestari yang gw klik dari tautan di postingan ndoro kakung itu. Gw baca sampai habis. Ada yang menarik yang membuat gw pengen baca sampai habis dan mampu memancing gw sampai pengen nulis postingan ini.

Iya, ngeblog dengan hati. Judul buku yang beberapa hari ini cukup membuat gw penasaran. Setelah baca di blog ndoro kakung beberapa hari yang lalu, yang khusus mem-“promosi”-kan buku ini. Sumpah, gw pengen tau gimana isinya. Gw pengen tau, apa yang membuat buku itu mendapat pujian dari mbak Dewi Lestari ( dulu anggotanya RSD, Rida-Sita-Dewi, Salah satu blogger yang sudah punya nama, gw juga baru tau dari postingan ndoro kakung…🙂 ). Di kepala gw yang tergambar adalah sebuah buku, berisi postingan-postingan ndoro kakung yang sejauh ini menurut gw emang bagus banget, n tentunya gw berharap bisa dapat inspirasi berlimpah dari tulisan-tulisan itu.

Inspirasi dari tulisan-tulisan yang dibuat dengan hati. Yang InsyaAllah, “semoga” bisa  membuka mata hati gw, mata hati seorang yang sedang berusaha untuk belajar memahami fenomena hidup ini.

Kembali ke postingan yang gw baca tadi, Kenapa ngeblog kudu pakai hati? Itu mungkin pertanyaan pertanya yang muncul di benak kita. Di postingan tadi  mbak Dewi Lestari tertulis begini :

Ketika ditanya, kenapa kok nge-blog harus pakai hati? Sementara sekarang orang bisa tinggal pasang plug-in dan isi blog terbarui secara otomatis tanpa repot. Ndoro Kakung lantas menjawab: “Dengan membuat sendiri setiap posting, mengumpulkan setiap remah ide menjadi bangunan utuh, kita bisa belajar banyak tentang proses. Proses memberi kita kesalahan, dan pelajaran. Ia menempa kita menjadi seorang blogger yang lebih baik, lebih baik lagi, dan lebih baik lagi.”

Jawaban yang bagus menurut gw. Bahwa ngeblog adalah sebuah proses pembelajaran, bukan sekedar kegiatan gak penting seperti yang selama ini ada di benak gw. Dari dulu gw udah tahu yang namanya blog,  di media cetak sering dibahas fenomena blog begitu populer, sampai merambah dunia artis. But, ketika gw coba baca blog-blog hasil googling, yang gw dapetin gak lebih dari tulisan-tulisan copy-paste, digital diary, bahkan cuma gambar-gambar syur gak mutu. Itu yang membuat gw jadi gak begitu tertarik nerusin baca blog.

Sampai akhirnya, di satu hari gw baca resensi blog yang dimuat di koran Jawa Pos, tentang Raditya Dika dan blognya yang bernama kambing jantan. Dari situ gw serasa dapat hal baru, gw jadi tau ngeblog bukan cuma sekedar kegiatan iseng, bukan cuma kegiatan gak penting seputar copy-paste tulisan. Bahwa ternyata di luar sana ada juga orang yang serius menulis blog, bahasanya ndoro kakung, ada yang ngeblog dengan hati mereka…

Berawal dari situlah, gw googling blognya radhitya dika, gw baca baik-baik postingan yang ada. Gw tertarik. Isinya gak kalah dengan artikel-artikel yang sering gw baca di koran-koran. Isinya bukan hanya tentang curahan hati penulis, bukan sekedar tulisan-tulisan kosong. Ada Isinya, ada temanya, dan cara penulisannya pun  gak kalah cerdas. Ada hal yang secara gak sadar bisa gw dapat dari tulisan-tulisan dia.
Singkat kata, gw jadi tahu ada yang menarik dari ngeblog. Dan dari banyak membaca postingan yang keren-keren tadi, gw jadi ketemu sama blognya ndoro kakung, mbak Dewi Lestari dan Raditya Dika. Dan sekarang, gw jadi tertarik belajar ngeblog, gw mulai belajar berjalan merangkak, pelan-pelan menapaki perjalanan panjang nge-blog yang oleh mabak dewi lestari digambarkan begini :

Tidak semua dari kita senekat Dika, atau sepiawai Ndoro Kakung. Tapi satu benang merah yang bisa kita lihat dengan jelas dari profil para blogger kawakan tersebut adalah: they write with passion. They write for a long run. Yang artinya, mereka menulis dengan semangat hati.Dan mereka tak berhenti. Formula sederhana itu dapat diaplikasikan pada kita semua. Tidak harus sering, tidak harus jadi posting yang populer, tidak harus bagus, tapi menulislah dari hati. Dan menulislah terus.

Yup, kojeng akan terus belajar. Menulis dengan hati. Menulis terus-menerus.🙂

Apakah anda bersedia mengajari Kojeng yang gak mudengan ini? He.he. Plis…!!! 🙂

8 Komentar »

  1. pejuang2008 said

    Menulis memang harus dg hati. Karena salah satu tujuan menulis yaitu memberi kesan. Sedangkan kesan yg paling baik yaitu dlm hati. Hati tdk akan bisa menerima suatu kesan kecuali asal kesan tsb juga dari hati.

    • kolojengking said

      Yang ini kojeng setuju banget. Dengan hati, dengan hati-hati juga… Ha.ha.🙂

      Salam kenal, pejuang…

  2. Halo Kojeng,

    Mampir ke sini karena ada trackback dari posting Ndoro. Senang kalau kamu juga jadi tambah semangat ngeblog. Moga2 semangat terus!🙂

    ~ D ~

    • kolojengking said

      🙂🙂🙂
      *kojeng berbunga-bunga*

      Suatu kehormatan blog kojeng bisa diampiri mb’dewi… Mohon komentar dan koreksi dari postingan kojeng ya mb’, biar kualitas tulisan kojeng bisa terus meningkat.🙂

      Salam hangat,
      KojenG

  3. heri said

    harus bersih hatinya kalo gt

    #Kojeng : Gak harus kok mas, hati kan gak selalu bersih… Yang penting kita sepenuh hati ngeblognya.🙂

  4. […] Kojeng : belajar menulis dengan hati… […]

  5. […] itu, sejak pertama kenal blog, saya sudah ter-”doktrin” Ndoro Kakung dengan ajarannya Ngeblog dengan hati. Bukan ngeblog untuk mencari uang atau […]

  6. minta sarannya disini ya kak http://shrynt.blogspot.com/🙂

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: