Memaknai hari kemerdekaan…


proklamasi_indonesia_1

64 tahun yang lalu bangsa kita memproklamirkan kemerdekaannya. Dan hingga saat ini, sudahkah kita memaknai kemerdekaan dengan semestinya?

Bayangkan jika kita berada di masa sebelum 64 tahun yang lalu. Tanyakan kepada diri jenengan, di masa itu berapa banyak dari kita yang berani maju memanggul senjata? Berapa banyak dari kita yang dengan tekad bulat bersedia mengorbankan jiwa raga demi bangsa?

Coba bayangkan pula, wakil-wakil kita di DPR sana, berapa banyak dari mereka yang kira-kira sudi mengorbankan jiwa raga? Masih banyakkah dari mereka yang berani bicara nasionalisme dan kehormatan bangsa? Atau mereka akan berdiam diri di rumah, sembunyi dari penjajah?

Lalu bagaimana dengan koruptor-koruptor itu? Jika mereka berada di masa penjajahan dulu, mungkinkah mereka menjadi pahlawan semacan Naga Bonar? Atau mereka lebih memilih jadi kaki tangan penjajah? Menjual bangsanya, demi bisa hidup di bawah ketiak belanda?

Wallahu ‘alam… Hanya Tuhan yang tahu jawaban sesungguhnya.

***

Jika sekarang kita bisa merayakan kemerdekaan dengan begitu meriah, ingatlah pejuang kita yang dulu memperjuangkan kemerdekaan dengan darah.

Jika saat ini kita bisa merayakannya dengan tawa, ingatlah pejuang kita yang memperjuangkannya dengan tetesan air mata.

Jangan membayangkan jenengan bisa seperti sekarang tanpa jasa dan jerih payah mereka. Dan jangan pula sekali-kali kita menodai perjuangan mereka. Dengan menjadi duri bagi bangsa ini,masih patutkah kita ikut berteriak MERDEKA?

***


Mari kita memaknai kemerdekaan dengan sesungguh-sungguhnya. Jangan sampai kita menghianati perjuangan pahlawan-pahlawan kita.

Dengan berbuat yang terbaik, bukan hanya demi diri kita sendiri tapi juga demi bangsa ini…

Selamat merayakan hari kemerdekaan. DIRGAHAYU INDONESIA-KU.

Salam. :)

Related Topics : …………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

More at : RENUNGAN

21 Komentar »

  1. genial said

    wahhhh dimana-mana saiia meneriakkan euphoria kemerdekaan ini dengan menggunakan kepslok pada kata2 merdeka.. mungkin kali ini saiia akan sedikit lebih… gmn gtu… :(

    dirgahayu Indonesiaku :)

    #Kojeng : Gak mesti begitu kang, saya jadi gak enak ati ini. he.he.

  2. genial said

    huaaaaaaaaaaaa pertamaaaaaaaaaaxxx…

    MERDEKAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!

    #Kojeng : Lha itu, masih semangat kok MERDEKA-nya… :)

  3. siais said

    sekali merdeka y tetep merdeka…

    #Kojeng : Teteeeep…. Salam kenal. :)

  4. semoga kita bisa menrayakannya dengan bermanfaat..
    maksudnya biarpun hura2 tapi bisa “sampe” pesan nasionalismenya..

    #Kojeng : Setuju jeng… Saya malah ndak setuju kalo perayaannya mesti berlumuran darah… He.he. :)

    • walaaahhh… berlumuran darah???
      mank ngrayainnya pake acara menjajah negara orang gtu??

      #Kojeng : Sekedar kata-kata, bukan dalam arti sesungguhnya… :)

  5. genial said

    kang… asli…!!! itu yg saiia tanya kemana-mana tp gag ada yg mau nerangin… mereka selalu bilang.. ‘wah saya gak ngerti yg bgtuan kang, coba tanya si anu, coba tanya si ini’…. kesian banget kang saiia nya…

    itu RSS feed baru kang.. awalnya saiia pake Feedburner, lalu karena nepsong sama monetizing via feed, (karena gag punya ads gugel) iia saiia pake bidvertiser… katanya kan liwad bdvrtser juga bisa earning… nnah saiia pake yg itu kang…

    permasalahanya adalah… bgtu saiia BW di WP atawa domen pribadi, feed saiia (yg baru) gag kelacak, yg muncul tinggal postingan terakhir waktu msih di FeedBurner… terang ajja itu udah kadaluarsa… sepertinya ini bisa saiia pahami dari ‘menghilangnya kawan2 lama saiia yg dulu biasa mampir… huuhuhuhuhuuuu… sia sia dund kang saiia pake bdvrtser…

    terus klu saiia mo pindah ke feedbrner lagi… dari nol lagi dund?!?!?! huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa… :( :((

    maap ngelantur kang :( ini harus saiia tanyain, soalnya tiap saiia ke tempat temen WP ato domen pribadi, saiia harus hati2 buat gag nyentrang ‘i luv comment’ mereka :((

    #Kojeng : Lah… jenengan jangan tanya saya, wong jenengan master saya kok. He.he.
    Segera dibenahin ya kang, biar saya bisa rutin dapet trik sotosop baru dari jenengan. Masa’ saya datangnya telat mulu’. malu dong ah… He.he. :)

  6. genial said

    klu pun akang sekarang subscribe lagi dari ulang di tempat yg di bawah postingan itu, seperti nya gag ngaruh kang… saiia uda cek ke temen2 rumah yg sengaja saiia suruh subscribe cuma buat ngecek, itu feed ke detek ato ngga.. ternyata nihil!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! :(

    #Kojeng : Betul kang, kemarin tak coba subscribe lagi tak kira saya lupa, eh ternyata ya sama aja… :(

  7. genial said

    what should I do, please :( ?!?!??!

    #Kojeng : Temen-temen lain ada yang bisa bantu kan genial? :)

    • genial said

      itu dia masalahnya kang… semua tutup muluddd… :(
      sad but true :(

  8. genial said

    tuh kan… liad sendiri kan buktinya :((

    #Kojeng : Kok jadi mellow kang genial? Hi.hii.

  9. Duu…hhh Mas Kojeng, miris saya membaca postingan ini,
    malu pada diri sendiri, belum mampu mengisi kemerdekaan
    ini sebagaimana mestinya.
    Namun, saya akan berusaha paling tdk dimulai dr diri sendiri, keluarga, kerabat dekat, agar jgn mengotori kemerdekaan yg telah diraih dgn air mata dan darah ini.
    Dirgahayu Indonesiaku tercinta.
    Salam.

    #Kojeng : Bunda ini emang bijaksana tenan euy… :)

  10. arhsa said

    yang muda yang berkarya, yang muda yang memerdekakan bangsa. tapi, banyak pemuda sekarang lupa memaknai dan mengisi kemerdekaan, sekedar simbol diatas pohon pinang.

    #Kojeng : Itu lah kang yang saya renung-renungkan. Bagaimana saya yang juga pemuda ini bisa ikut memaknai kemerdekaan dengan sebaik-baiknya. :)

  11. perigitua said

    hadirrr ….
    sekedar mengunjungi sahabatku sayang, adakah secangkir kopi untukku… sekedar pengusir rasa dingin ini…
    cu …

    #Kojeng : Haduh… Komen kopas ya kang? Hi.hi.

  12. zulhaq said

    merdeka….sekali merdeka tetap merdeka!!!
    mudah2an kita selalu menjunjung tinggi nilai2 moral bangsa ini, mari kita rayakan kemerdekaan negeri tercinta ini dengan penuh maknan meuju kemerdekaan yang sesuangguhnya, merdeka lahir maupun bathin

    #Kojeng : Wah, mas zulhaq kalo lagi “sehat” kok ya nasionalis juga ya? Hi.hi. :)

  13. kanglurik said

    “INi salah ku Bonaga… Kenapa aku hidup dijaman yang tidak aku mengerti tapi kucoba untuk memahami… Karena aku cinta kamu…. ”
    Kutipan percakapan ini mengingatkan bagaimana sikap anak muda sekarang terhadap para pejuang.

    #Kojeng : Kang lurik, film seperti itu yang harusnya diputar di saat2 seperti ini. Biar kita yang muda tahu bangaimana menghargai para pejuang kemerdekaan. :)

  14. Riyanti said

    Semangat yang luar biasa tuk bisa meraih semua ini…Lanjutkan semangatmu kawan!!!

    Hidup INdonesiaaaaa….MERDEKAAAAA!!!!

    #Kojeng : Lanjutkan… Merdeka!!! :)

    Salam sayank 2 my plenz

  15. zulhaq said

    kan emang selalu sehat he2
    sinting itu bukan sakit tapi kelebihan kekekekeekekk

    #Kojeng : Betul kang, justru karena itu saya seneng sama postingan2 jenengan… :)

  16. Ngentupnya mantap, ajakan untuk berjuang dengan kemampuan sesuai bidang kita masing-masing ya ngetOp.

    Yang penting jangan njelek-njelekin bangsa dan negara sendiri dinegaranya atau didepan orang lain. Itu sangat najis lho.
    Lebih semangat untuk berkarya bagi negara, tapi kalau nggak bisa ya lihat saja. jangan mengacau, oke.
    Merdeka mas.
    Salam hangat dari kota Surabaya;.

    #Kojeng : Sebagai kolojengking, sekali-kali ngentup dong Pak Dhe, ntar ndak dikira kolojengking ompong… He.he.

  17. KangBoed said

    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaank
    I Love U fulllllllllllllllllllllllllllllllllllllll

    merdekaaaaaaaaaaaaaaaa

    #Kojeng : Merdeka…! :)

  18. Aldy said

    Maaf lagi nggak bisa ngomong, lagi renungan suci neh, jadi aku hanya mau bisikin sama konjeng, meerrrdeekkaaaaa…udah ya, ntar ketahuan sama komendan.

    #Kojeng : Merdeka juga…
    *bisik-bisik*

  19. [...] Memaknai hari kemerdekaan… [...]

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: